"KITA LULUS........!!!!!!" Teriak mereka semua.
Ya. Saat ini mereka semua sedang merayakan kelulusan mereka dengan cara mencorat-coret baju mereka layaknya anak SMA biasanya. Menurut mereka, kapan lagi mereka merasakan hal seperti ini lagi ketika mereka masih bersama-sama.
LULUS!!!
Satu kata yang mampu mengubah kehidupan lama mereka dengan kehidupan yang baru dan kehidupan yang sebenarnya.
Kehidupan dimana mereka mencari jati diri mereka yang sebenarnya dan menjadi sosok orang yang mampu berfikir dengan luas. Tidak mudah dalam kehidupan seperti itu, banyak hal yang harus mereka lewati terutama kerasnya hidup.
Harapan dan impian mereka sudah berada tepat dihadapannya. Tinggal cara mereka untuk menggapainya saja akan mampu atau tidak.
"Gak kerasa yah kita udah lulus." Teriak Fiana dan mereka pun mengangguk keras.
"Iyah... Dan kita belum tentu bakalan satu kampus lagi." Sahut Yura dengan wajah sedih yang dibuat-buatnya.
"Alay lo..." cibir Vino menoyor kepala Yura.
"Tapi tenang aja Yur. Kita bakalan satu universitas kok alias sekampus." Ucap Fiana membuat Yura dan Gendis memekik senang.
"Ah serius lo?" tanya Yura dan Fiana mengangguk.
"Lo benerankan Na? Gak bohong?" tanya Gendis juga diangguki oleh Fiana membuat Yura dan Gendis langsung memeluk erat Fiana.
"Gue juga mau dipeluk..." ucap Vino dan Gibran bersamaan dengan nada merengeknya. Dan itu membuat semuanya bergidik ngeri.
"Alay najizz sumpah..." cibir Riyan menatap mereka berdua dengan tatapan gelinya.
"Oh iya... Rio lo mau kuliah dimana?" tanya Riyan.
"Kan gue udah bilang dulu. Gue masih mikir dua kali untuk kuliah." Jawab Rio santai dan diangguki Riyan. Sejujurnya Riyan tau mengapa Rio tidak memutuskan dengan cepat untuk kuliah seperti yang lainnya.
"Lo yan? Jadi kuliah di universitas rekomendasi nyokap?" tanya Vino.
Riyan menggelengkan kepalanya. "Setelah tujuh hari tujuh malam gue bersemedi dan mandi kembang juga makan melati. Akhirnya gue boleh milih sendiri universitas mana yang gue ingin. Dan gue pilih universitas yang sama dengan Fiana." Jawab Riyan panjang lebar membuat Vino melongo.
"Anjiir gue kira dia lagi ngedongeng." Gumam Vino.
"Nah lo, dasar anak mami. Mau lanjut dimana lo?" tanya Gibran sarkatik. "Tapi gue gak yakin sih lo bakalan mau kuliah, secara lo itu anaknya mageran." Gumam Gibran.
"Enak aje lo kate." Sahut Vino dan menoyor kepala kakaknya itu. "Gue kuliah nyet!!! Dan gue bakalan milih universitas yang sama kayak Yura. Ya kan ayang ebeb." Ucap Vino lalu mengedipkan matanya pada Yura membuat Yura bergidik ngeri.
'Jangan-jangan gue disantet kali yah, ampe-ampe bisa suka sama orang kayak dia' batin Yura menggerutu.
"Ini mah sama aja ujung-ujungnya satu kampus juga." Cibir Fiana kesal dengan sikap lemot mereka semua. Lalu semuanya pun tertawa.
"Tapi gue gak akan bisa punya waktu banyak kayak kalian." Ucap Gendis tiba-tiba dan yang lainnya langsung diam. "Gue harus kerja juga, toh gue biayain diri gue sendiri untuk kuliah." Lanjut Gendis lagi.
Semuanya diam tidak ada yang menjawab sehingga Fiana berbicara dan memecahkan keheningan.
"Hahahaha selow aja Ndis. Toh gue juga bakalan ikut kerja kok, karena gue juga kepengen kayak lo yang selalu mandiri Ndis." Ucap Fiana dan diangguki oleh Yura.
KAMU SEDANG MEMBACA
BE ONE [COMPLETED]
Novela JuvenilMungkin julukan Bad Girl tidak cukup untuknya. Gadis remaja yang selalu membuat ulah dan bersikap konyol. Dikenal tomboy tapi suka boneka barbie. Rajin bolos pelajaran tapi nilai paling tinggi. Yang hobbinya manjat pohon cerry tapi gk bisa turun. A...
![BE ONE [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/84541739-64-k300362.jpg)