"Lo kenapa sih selalu jutek orangnya?" tanya Gibran.
"Gue emang begini orangnya." Jawabnya sambil membaca novelnya.
"Tapi gak mesti jutek sama pacar sendiri juga kalli." Kesal Gibran.
Gendis memutar bola matanya malas dan jengah ia langsung menoleh pada Gibran.
"Terus lo maunya kayak apa?" tanya Gendis.
"Ya gue maunya lo kayak cewe lain yang penuh perhatian sama pacarnya sendiri."
"Yaudah kalo kayak gitu lo pacaran aja sama yang lain." Sahut Gendis acuh.
"Lah kok kayak gitu sih. Kan elo pacar gue." Sewot Gibran.
"Dari awal gue juga udah gak mau jadi cewe lo kan. Dan bukan salah gue kalo gue begini ke elo." Jawab Gendis tak kalah sewot.
Gibran menghela nafasnya pelan sambil memejamkan matanya. "Okeh... terserah lo mau kayak apa juga gue gak akan pernah komen. Yang terpenting lo tetep jadi pacar gue." Ucap Gibran sambil mengenggam kedua tangan Gendis. Sedangkan, Gendis hanya menatap Gibran dengan tatapan datarnya.
'Mungkin cara untuk milikin lo itu memang salah. Tapi gue yakin, perasaan gue gak pernah salah sama lo. Dan dengan perlahan gue mampu ngehancurin dinding es yang ada di hati lo. Gue janji itu!!!' batin Gibran.
******
'Gue pergi yah...'
'Jangan!!!'
'Tapi gue harus pergi.'
'Dan gue gak akan pernah ngizinin lo pergi.'
'Tapi gue harus tetep pergi.'
'Please... tetep disini sama gue.' Pintanya memohon dan menangis sambil mengeratkan pegangannya dilengan orang tersebut.
'Jangan tinggalin gue, gue mohon...'
'Gue gak bisa. Gue harus pergi.'
'Jangaaannn....' pintanya semakin keras menangis.
Tiba-tiba ia merasakan pegangannya pada lengan orang tersebut mengendur. Ia mengadahkan kepalanya dan melihat orang tersebut dengan perlahan menghilang. Ia coba menahan lengan orang tersebut dengan kuat namun ia tidak bisa. Semakin lama semakin menghilang. Dan—tidak dapat di sentuh hingga menghilang.
"JANGAAANNN!!!!" Teriak Fiana terbangun dari mimpinya.
Fiana terbangun dengan nafas yang tersengal-sengal seperti orang yang baru saja mengikuti lomba marathon. Namun, seperkian detik kemudian ia langsung menenggelamkan kepalanya ke dalam lekukan kakinya dan menangis dengan cukup kencang.
Entah apa yang ia fikirkan sehingga membuatnya menangis seperti itu. Yang pasti suatu hal yang sangat menakutkan dan menyedihkan baginya.
******
"Aku adalah Fiana Fredella Alexandra. Aku adalah seorang anak tunggal yang lahir dari keluarga sederhana. Aku tumbuh ditengah-tengah keluarga yang sangat menyayangiku. Aku memiliki seorang sahabat yang sangat baik dan sangat menyayangiku. Aku memiliki teman kecil yang hingga sekarang menemaniku. Aku adalah Fiana dengan segudang impiannya. Aku memiliki banyak impian dan banyak keinginan aku dikenal sebagai Bad Girl di sekolah ini. Tapi, aku selalu membuktikan bahwa dengan penamipilan Bad Girl ku ini aku juga masih punya prestasi di bidang akademik. Aku Fiana... Murid kesayangannya Pak Mahmud yang kumisnya tebel nan panjang udah kayak sapu ijuk."
Semua siswa mendengarkan Fiana yang menceritakan tentang kehidupannya atau biasa di sebut biografi hidupnya. Ya semua siswa akan mendapat giliran untuk membacanya dan sekarang adalah giliran Fiana.
KAMU SEDANG MEMBACA
BE ONE [COMPLETED]
Подростковая литератураMungkin julukan Bad Girl tidak cukup untuknya. Gadis remaja yang selalu membuat ulah dan bersikap konyol. Dikenal tomboy tapi suka boneka barbie. Rajin bolos pelajaran tapi nilai paling tinggi. Yang hobbinya manjat pohon cerry tapi gk bisa turun. A...
![BE ONE [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/84541739-64-k300362.jpg)