"Biasa kalle makannya Fi..." ucap Rio memperingati Riyan.
Fiana tak memperdulikannya. "Bodo ah..ini pelampiasan namanya."
"Ckckck... Kalo pelampiasan lo ke makanan terus adanya lo bisa gendut, terus gimana tuh ketos bakalan mau ngelirik lo?" ketus Yura.
Fiana cemberut mendengarkan ucapan Yura. "Eh mak siput..Biarin aja sih.. Bilang aja lo mau makanan gue kan?" Sahut Fiana sarkatik.
"Siapa kali yang mau makanan lo.." Balas Yura dengan wajah gelinya.
"Ih lo yah ribut aja." Lerai Gendis. "Fiana.. Udah ah lo abisin aja tuh bakpianya. Ribet amat... dan Yura udah sih biarin aja dia mau makan apa kek, dia udah abis 3 puck bakpia aja gue gak repot kok. Mungkin dia efek jones." Ucap Gendis tanpa rasa bersalah.
Fiana yang merasa jones langsung mendelikkan matanya ke arah gendis.
"Eh gua gak jones yah!!!" sahut Fiana.
"Terus apa?" tanya Yura dengan nada mengejek.
"Ya gue cuman belum laku aja.... alias jodoh gue masih jalan-jalan yeee.... kan jodoh gue Riyan huu..." ucap Fiana percaya diri.
"PD banget lo." Sahut Yura.
"Ngarep banget lo." Timpal Gendis.
"Bodo." Jawab Fiana cuek.
"Hmm btw Rio kok lo tumben aja sih? Terus dari tadi maenannya handphone aja lagi. Kayak orang punya pacar aja. Joneskan lo?" tanya Fiana sambil melirik handphone yang sedari tadi di genggam oleh Rio.
Rio menoleh ke arah Fiana. "Kata siapa gue jones? Lo kalle yang jones.. hahaha" ejek Rio.
"Gila.. gak waras lo pada kata ngatain gue jones." Ketus Fiana membuat semuanya tertawa.
Fiana yang dibuat kesal oleh ketiga sahabatnya langsung melanjutkan memakan bakpia buatan Mbok Yem tanpa memperdulikan mereka yang menertawakannya. 'Untung makanan bisa jadi pelampiasan gue kalo lagi baper—Laper kali' batin Fiana.
Tiba-tiba tawa mereka terhenti. Dan Fiana merasa bingung dan langsung mengadahkan wajahnya. Ia melihat Manda sedang berjalan ke arah meja makan mereka.
"Eh Manda tuh." Ucap Yura sambil menyenggol lengan Gendis.
"Iyah gue tau." Sahut Gendis. Sedangkan Fiana hanya mengerutkan keningnya.
Setelah sampai di meja kami Manda langsung menyapa kami semua dan terutama Rio. Entah kerasukan setan dari mana. Manda tersenyum manis ke arah Rio, dan ia memegang lengan kekar Rio seakan-akan Rio adalah kekasih Manda.
"Ehem.." Fiana berdeham mencairkan suasana. "Oh ya Man, ada apa? Mau ikut gabung?" tanya Fiana tersenyum manis.
"Oh enggak. Gue kesini mau nyamper Rio. Ya kan Rio?" Jawab Manda.
Dan itu membuat Fiana,Yura dan Gendis mengerutkan keningnya bingung. Mereka bingung bagaimana Manda dan Rio bisa se akrab bahkan sedekat itu.
"Gue sama Manda udah jadian." Ucap Rio to the point.
Seperti di sambar petir. Kenyataan itu membuat mereka terkejut. Entah kenapa Fiana merasa sesak saat mendengar pernyataan itu. BUKAN!! Bukan karena Fiana mencintai Rio. Namun, entah kenapa rasa kehilangan itu ada pada dirinya. Fiana hanya takut jika Rio akan perlahan menjauh darinya. Dan ia tidak lagi bisa menemukan seorang sahabat sepertinya.
Ya Fiana berpikir perasaannya hanya sebatas rasa sayang terhadap sahabat. Namun, di sisi lain rasa itu mulai muncul secara perlahan meskipun tidak menyeluruh.
KAMU SEDANG MEMBACA
BE ONE [COMPLETED]
Подростковая литератураMungkin julukan Bad Girl tidak cukup untuknya. Gadis remaja yang selalu membuat ulah dan bersikap konyol. Dikenal tomboy tapi suka boneka barbie. Rajin bolos pelajaran tapi nilai paling tinggi. Yang hobbinya manjat pohon cerry tapi gk bisa turun. A...
![BE ONE [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/84541739-64-k300362.jpg)