"A-apa???" tanya Fiana shock.
Fiana menangis sejadi-jadinya, ia sudah tidak sanggup membendung kesedihannya sejak tadi. Orang yang ia sayangi sedang berjuang untuk tetap hidup.
Tidak mungkin!!! Itu yang dipikirkan oleh Fiana sejak tadi. Ia tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan. Ia merasa bahwa ini adalah ilusi, tipuan, atau apakah hari ini april mop?
"Gue gak percaya!!! Dan ini semua gak mungkin!!!"bantah Fiana mengelengkan kepalanya keras. "Riyan mengidap kelainan jantung?"gumam Fiana shock.
"Sejak kapan Dok?" tanya Yura pada Dokter membuat Fiana ikut menoleh pada sang Dokter.
"Sejak kecil... Ia sudah mengidap kelainan jantung sejak usia 5 tahun. Dan sampai saat ini ia kondisinya semakin lemah, ia membutuhkan pendonor jantung. Tapi untuk saat ini sangat sulit untuk mencari pendonor jantung dengan sangat cepat. Karena jika tidak segera menemukan pendonor. Maka kondisi Riyan tidak akan stabil." jawab Dokter tersebut membuat kaki Fiana semakin lemas dan seakan-akan tidak mampu untuk menopan tubuhnya.
Setelah menjelaskan semuanya sang Dokter pun langsung pamit untuk pergi memeriksa pasien yang lain. Sedangkan, semuanya sibuk dengan pikirannya masing-masing.
Manda yang sedang bersama orangtua Rio diruang rawat belum mengetahui tentang Riyan. Sedangkan, Fiana dan lainnya yang baru saja mengetahuinya merasa sedih dan tidak mampu mengatakan apapun. Semuanya serasa begitu cepat dan mendadak.
Baru saja ia merasakan kebahagiaan yang tidak pernah ia dapatkan didalam hidupnya. Tapi, mengapa dengan sangat cepat kebahagiaan itu hilang dan berubah menjadi kesedihan yang amat begitu dalam?
******
Fiana melangkahkan kakinya kedalam ruang rawat Rio. Kaki terasa sangat gemetar ketika mencoba untuk mendekat ke ranjang Rio.
Fiana menatap Rio dengan tatapan sendunya. Ia ingin menangis, namun ia tidak bisa. Dalam hatinya berkata bahwa ia harus terlihat kuat meskipun Rio tidak melihatnya. Sakit memang, tapi Fiana mencoba kuat akan semua itu.
Fiana mengulurkan tangannya dan mengelus wajah Rio yang sangat pucat itu. Matanya sudah memanas menahan air mata. Ia tidak sanggup melihat keadaan Rio saat ini. Didepan wajahnya Rio terlihat sangat menyedihkan. Ia jauh dari kata 'baik' saat ini.
Wajahnya yang semakin tirus dan pucat, dan tubuhnya yang semakin hari semakin melemah dan semakin kurus. Fiana tidak sanggup untuk melihatnya. Ia berpikir, mengapa selama ini ia mengabaikan Rio?
"Rio... Lo kenapa tega sama gue? Setelah gue pikir lo bahagia, tapi ternyata lo malah menderita. Lo berjanji buat bikin gue selalu bahagiakan? Tapi apa? Justru lo malah bikin gue sedih sekarang."ucap Fiana.
"Apa ini yang lo maksud harus bahagia? Enggak!!! Ini justru malah bikin gue menderita."ucap Fiana marah. "Gue mohon lo bangun yo. Dan lo harus sembuh yo. Apa lo gak mau ngeliat gue yang lainnya bahagia dengan kehadiran lo? Lo pasti maukan?" tanya Fiana lirih.
Fiana tidak mampu membendung tangisannya lagi. Ia menangis sejadi-jadinya dihadapan Rio. Ada sedikit kekesalan dalam dirinya terhadap Rio yang tidak kunjung sadar dan menjawab ucapan Fiana.
Fiana pun langsung pergi dan keluar dari ruang rawat Rio. Sedangkan, Manda yang baru saja kembali lalu berdiri disamping Rio dan menatapnya dengan tatapan sendunya.
"Lo seharusnya gak ngelakuin ini, Rio."lirih Manda.
******
Sudah 2 hari setelah kejadian tersebut, dan Rio masih belum sadarkan diri dari komanya. Sedangkan, Riyan yang masih dirawat dirumah sakit sesekali ia menjenguk Rio yang memang dirawat di kamar sebelah tepat disamping kamar Riyan.
KAMU SEDANG MEMBACA
BE ONE [COMPLETED]
Fiksi RemajaMungkin julukan Bad Girl tidak cukup untuknya. Gadis remaja yang selalu membuat ulah dan bersikap konyol. Dikenal tomboy tapi suka boneka barbie. Rajin bolos pelajaran tapi nilai paling tinggi. Yang hobbinya manjat pohon cerry tapi gk bisa turun. A...
![BE ONE [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/84541739-64-k300362.jpg)