Jentaka Rasa

6.5K 264 83
                                        

"... tiba-tiba aku merasa takut, ketika mulai ada banyak  hal yang bisa menjadi alasan untuk aku pergi;"




Pagi ini, Keysa berangkat ke sekolah menaiki bis. Tepat pukul 06.38 bis berhenti di halte dekat sekolahannya. Saat dia hendak turun dari bis berwarna silver  itu, Keysa sudah melihat seorang laki-laki berdiri memperhatikannya di samping halte. Pandangannya juga terkuci ke arah Keysa, terlihat jelas laki-laki itu menunggunya.

Keysa menghampirinya, laki-laki itu tersenyum khas dengan menyodorkan sebotol susu kedelai rasa melon.

"Besok bareng gue aja, ga usah naik bis," ucap laki-laki itu, sambil memperhatikan Keysa yang kesusahan membuka botol. Melihat itu, dia langsung merebut botol sule dari Keysa untuk membukakannya.

"Gue mau naik bis aja, biar bisa liat beruang," ucap Keysa yang tak pernah laki-laki ini paham arti dari ucapannya itu, tapi meski begitu dia tidak banyak bertanya sebelumnya.

Laki-laki ini mengikuti Keysa yang sedang seru menghabiskan susu kedelai melonnya sambil berjalan ke arah kelas, sejenak dia memperhatikan setiap gerik Keysa. Perawakan laki-laki ini tinggi, Keysa anya sebatas kancing atas bajunya, dia berahang tegas dan beralis tebal. Matanya berwarna hazel, dan ada gelang paracord warna hitam di pergelangan tangan kirinya.

"Kalo Lo ga mau pakek mobil, gue bawa motor," ucap laki-laki itu dengan tutup botol warna putih yang masih digenggamnya, dia mencoba menawar.

"Tiap pagi ituuu mulu yang lo ucapin."

"Mama Lo kawatir kalo Lo naik bis sendiri, Key."

"Ya udah temenin, lo ikut aja naik bis" sahut Keysa dengan sedikit kesal.

"Ga gitulah Keyyy."

"Ya udah kalo ga mau ga usah maksa," ucap Keysa dengan melangkah pergi membawa botol susu kedelai tanpa tutup itu.

Laki-laki itupn berhenti, menatap langkah Keysa yang ngibrit. Dia menghela napas, dan melempar tutp botol pagi tadi ke arah tong sampah tak jauh di sampingnya.

Roy Alden Beval, teman kecil Keysa yang sudah seperti ikan remora. Kemanapun Keysa pergi pasti tak sedikit akan melibatkan Roy di dalamnya, seperti tom and jerry atau kadang seperti nemo dan dori. Apalagi rumah mereka berdekatan, hanya beda kompleks dan itupun karena Roy pindah. Selama masa SD mereka bahkan pernah tukeran tempat tidur, Roy tidur di rumah Keysa dan sebaliknya. Keluarga keduanyapun akhirnya masih berhubungan baik sampai sekarang.

Suasana kelas Keysa belum begitu ramai, Shinta dan Ulfa sahabatnyapun juga belum datang. Beberapa teman sekelasnya sepertinya juga ke kantin sarapan karena tas mereka ada, dan dikesempatan ini Keysa membuka tasnya perlahan. Lalu dia mengeluarkan sekotak kue kecil dengan perlahan, kotak bewarna karmin itu berisi cupcake red velvet dengan strawberry dan sprinkle bintang warna warni. Cantik.

" Lagiii?" Ulfa yang baru datang langsung mendekatkan wajahnya ke Keysa.

"Gue yakin Shinta bakal jadi sumala lagi,Key!"

"Ya udah," jawab Keysa cuek.

"Kalau lo ketahuan, malu sendri lo nanti," tukas Ulfa lagi.

"Terakhir doang."

"Kemaren-kemaren juga lo bilangnya terakhir mulu Keyy."

"Terakhir apa??" Sahut Shinta yang baru datang, kedua wajah mereka sedikit menegang. Karena Shinta satu-satunya yang menentang ide konyol ini.

ANANTATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang