Part 25 - pergi tanpa harus meninggalkan

63 7 0
                                        

----

"Hello Tia!"

"Eh, hii! Albert."

"Are you okay?"

"Of course. Ehmm, I think I must go now. Bye Albert."

Saat ini Tia benar-benar tidak ingin di ganggu oleh siapapun. Dia akan menerima resiko karena dia berhasil kabur dari Reyhan dan Farhan. Tia tidak habis fikir kenapa mereka jadi over kek gitu tapi Tia juga senang di perlakukan seperti itu.

"Eh, lintah darat. Lo kenapa ninggalin kami huh?"

Tia meringis kesakitan, dia berdecak bagaimana mungkin dia di temukan secepat itu. Dia bahkan belum menemukan tempat yang cocok untuk menyegarkan pikirannya.

"Sakit eh, lepasin itu banyak orang."

"Jangan di lepas! Salah sendiri lo ninggalin kita."

Reyhan juga menjewer telinga Tia yang satu lagi. Tia semakin meringis karena jeweran itu. Sebenarnya jeweran itu tidak terlalu kuat tapi karena fisiknya masih lemah jadi kulitnya masih sensitif.

"Lepasin ih, sakit!"

Akhirnya Farhan dan Reyhan melepaskan jeweran mereka. Sungguh, melihat Tia yang kesakitan juga membuat mereka tidak tega.

Tia mencebikkan bibirnya pertanda dia kesal. Tia mengelus telinganya yang memerah itu berharap sakitnya mereda.

----

Reyhan POV

Anak itu, bisa-bisanya dia mengambil kesempatan. Dan kami juga mau-mau saja di perdaya olehnya.

"Adeh, gue bilang apa! Dia bakal kaburkan. Anak itu emang kebangetan eh."

"Udah, mending cariin paling dia masih dekat-dekat sini."

Gue dan Farhan pun keluar dari apartement untuk mencari Tia dan keberuntungan berpihak pada kami saat ini.

"Tuh, si Tia lagi ngomong sama orang."

Gue mengarahkan jari telunjukku ke arah Tia dan seorang pemuda. Mungkin hampir seumuran dengan kami.

"Dia lagi ngomong, tunggu kesempatan. Pas dapat liat aja! Gue bakal ngasih pelajaran ke dia."

----

Farhan POV

Siapa pria itu? Sepertinya gue ngak pernah sekalipun ngeliat dia deh. Kenapa pria itu seakan ingin dekat dengan Tia? Apa dia...
Ah.. tidak mungkin. Mungkin mereka hanya kenal dan mengobrol sebentar.

Astaga, bisa-bisa kepala gue pecah karena pikiran-pikiran bodoh itu.

Ketika gue ngeliat Tia mulai menjauh dari pria itu gue pun pergi menemuinya dan tentu saja dia tidak tau.

Ketika gue udah bisa ngejangkau dia, gue ngak mungkin buang kesempatan itu untuk tidak membuatnya jera. Gue langsung saja menjewernya tanpa ada ampun sampai gue rasa hukuman itu udah cukup buat dia.

Dia mencebikkan bibirnya pertanda kesal. Uhhh... betapa menggemaskannya dia. Gue senang ngeliat dia ngambek walaupun gue tau itu cuman bentaran but I think it so funny to see that.

Gue pikir dia emang lagi butuh sendiri, tapi gue ngak akan bisa ngebiarin itu. Gue bakal selalu ada di samping dia apapun yang terjadi.

Gue ngak tau sejak kapan gue bisa segitu peduli dengan dia tapi gue rasa dia adalah tanggung jawab gue. Tidak akan ada yang boleh nyakitin dia termasuk gue.

Gue ngak akan segan untuk ngelakuin hal apapun guna ngelindungin dia. Gue akan selalu ada dan tidak akan pernah ninggalin dia.

Sejak pertama kali gue ketemu sama dia, bahkan mendengar suaranya saja itu sudah cukup ngebuat gue senyaman ini.

Gue emang belum tau semuanya tentang dia tapi gue akan berusaha agar dia bisa lebih terbuka sama gue.

Sekarang dia udah jadi prioritas gue, dia udah jadi saudara perempuan gue, dia udah jadi sahabat gue. Dan itu semua tidak akan pernah terputus karena apapun.

----
Akan ada masanya engkau menemukan seseorang yang benar-benar peduli padamu. Tapi akan ada juga orang yang akan berkhianat dan melakukan hal yang bodoh hanya karena hati yang kotor
----

Reyhan
Gue ngak akan pernah bisa buat ngelupain lo, meskipun gue ngak ada kesempatan lagi tapi setidaknya lo selalu ada di samping gue. Itu udah lebih dari cukup.

Tia Alexandra

Farhan
Gue tau gue ngak bakal selalu ada buat lo! Tapi lo harus tau kalo doa gue selalu ada buat lo dan gue akan selalu ngelindungin lo meskipun jarak dan waktu akan memisahkan kita. Gue tau bukan gue satu-satunya yang peduli dan sayang sama lo tapi banyak orang di luaran sana yang mungkin lebih dari gue. Tapi setidaknya gue salah satunya yang dapat kesempatan emas itu.

Tia Alexandra

Tia
Gue tau, tidak selamanya orang akan selalu berada di samping gue. Tapi apa gue ngak boleh berharap! Gue pengen kalian semua selalu ada buat gue. Tapi gue ngak boleh egois. Kalian semua punya impian yang juga ingin kalian capai. Kalian juga punya dunia sendiri. Jadi pergilah tapi kalian harus menepati syarat dari gue! Pertama, pergilah dan datang kembali. Kedua, pergilah dan kalian harus kembali lagi. Dan ketiga, jangan pergi untuk selamanya.

Family, Reyhan, Farhan

***

DestinyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang