Subuh masih gelap saat suara cewek dan cowok dari arah aula terdengar saling senggol.
"Aduh Ririn! Lu ngapain bawa ember isinya kayak mau mandi sapi!?"
"Itu ember isi air bunga buat dekor lomba hadroh, Rizky! Lu yang nginjekin kaki gue duluan!"
Rizky maju beberapa langkah, mulutnya nyengir. "Ya salah sendiri jalan kayak robot!"
"WOI, UDAH!" Karina langsung nahan mereka berdua dari arah tangga.
Meysha: "Baru juga hari Rabu, udah berantem. Nih orang kalau nikah pasti kayak Tom & Jerry tiap hari."
Ririn merengut sambil nenteng ember ke arah tempat wudhu. "Cuma cowok kayak Rizky yang bisa bikin subuh-subuh rusak mood!"
Rizky cuma cengar-cengir lalu lari ke gerbang cowok.
⸻
Algi yang berdiri gak jauh dari aula cuma bisa geleng-geleng. Biasanya, keributan kecil kayak gitu diselingi satu suara yang selalu muncul...
Suara Dinda.
Tapi sejak dua hari lalu, Dinda hilang dari radar. Gak ada di aula, gak di kamar depan, bahkan gak ikut pengajian sore. Akhirnya Algi dekati Shafira yang lagi jalan sendiri sambil bawa buku tafsir.
"Fir, lo liat Dinda nggak?"
Shafira diam beberapa detik. Lalu jawab tanpa melihat Algi, "Tanya sendiri aja."
Algi narik napas. "Dia gak ngabarin ke siapa pun?"
Shafira pergi tanpa komentar lebih lanjut.
⸻
Algi akhirnya nyamperin Furqon dan Ilham di perpustakaan sore itu, ketika mereka lagi nginput data kegiatan tahunan ke komputer sekolah.
"Bro, lu punya info gak... Dinda ke mana?"
Furqon ngangkat alis. "Katanya sih pulang dia ke rumah nya di Jakarta. Tapi... coba deh lu cek IG-nya."
Algi kaget. "Lah, kan gak ada HP?"
Ilham: "Ada aja caranya, namanya juga anak baru. Yaudah, buka aja Instagram di komputer sekolah. Kan IG bisa dibuka dari web."
Algi pun nyalain komputer sekolah. Setelah nunggu loading lama, akhirnya masuk ke IG. Ngetik: @dindaraynan
Lalu muncullah foto-foto pesta semalam.
Dinda berdiri di antara Fila, Raynan, dan... Gama. Bajunya elegan banget. Bahkan... Dinda pakai bunga di tangan. Mawar merah.
Caption: "Tonight was wild. I'm home."
Disukai oleh... Sarah.
Algi terdiam. Tangannya mengepal pelan.
"Bro?"
"Gak apa-apa," jawab Algi singkat. Tapi matanya masih terpaku.
Dia di Jakarta... dan dia gak bilang-bilang?
⸻
Sementara itu di kamar putri...
Meisya heboh banget muter-muter sambil bawa kertas print-an.
"HEY! GUYSSSS! ADAA BERITA PANASS!!"
Karina: "Lo lagi dapet? Kenapa berisik?"
Meisya joget-joget. "ANAK PAK USTAD MAU BALIK DARI JAKARTA!! Yang lulusan Luar Negeri! Yang jenggotnya tipis dan katanya wangi!"
Ririn: "Plis Meis, jangan ngarep dulu. Dia bisa aja udah tunangan, atau mungkin nikah online."
Shafira senyum tipis di sudut ruangan, tapi matanya masih suram. Sejak tadi, dia juga tahu... Dinda gak di sini. Tapi dia terlalu gengsi buat tanya.
Karina: "Eh btw, lo ngerasa gak sih... Algi akhir-akhir ini lebih banyak diem?"
Ririn: "Yaiyalah, yang biasanya satu tembok saling ledek, sekarang kayak tembok Berlin dingin banget."
Meisya: "Tapi... gue curiga, jangan-jangan... ada yang baper."
Semua saling pandang.
Mereka diam dan pura pura nggak tahu bahwa Algi suka Dinda, tapi Dinda jaga perasaan nya karena Shafira suka.
⸻
Malam itu, pondok hening. Tapi hati-hati remaja yang tinggal di dalamnya sedang riuh dengan teka-teki dan rasa.
Di luar sana, Dinda tertawa di pelukan dunia lamanya.
Di dalam sini, Shafira menatap kosong ke arah langit-langit.
Dan Algi?
Menatap IG Dinda dari layar komputer sekolah... sambil menahan napas.
---
Btw, ekspresi mereka kayak nya menggambarkan perasaan mereka masing masing. Ada apa sih sama dinda? Kenapa juga sama shafira yang keliatan nya seneng banget?jangan lupa baca lagi ya cerita selanjutnya!😊
---
-maaf ya kalo update nya lama, maaf juga kalo masih jelek apa gimana karna masih amatir. Dan maafkan terkadang saya lama update juga karna saya harus sekolah, mencari inspirasi untuk cerita ini. Dan terimakasih buat yang udah baca,dan vote. Buat kalian semua jangan rugi ya baca cerita aku. Makasih😊-.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEMESTER TANPA PILIHAN.
Teen FictionBACA GUYS TEMBUSIN 500k PEMBACA HEHE Dinda, gadis SMA asal Jakarta yang terbiasa hidup bebas, mendadak dipindahkan ke pesantren oleh ibunya tanpa pemberitahuan. Semua kenyamanan hidupnya: mobil pribadi, uang jajan, dan kebebasan, tiba-tiba direnggut...
