Waktu nya kembali

3.9K 212 9
                                        

📍Rumah Dinda – Pagi Hari

Dinda bangun dengan mata sedikit bengkak. Semalam cukup emosional, tapi pagi ini ia ingin memulai harinya dengan ringan. Harus. Ia membuka tirai jendela kamarnya, membiarkan matahari pagi masuk dan menyapa dirinya yang masih mengenakan kaos kebesaran warna abu-abu.

Tak lama kemudian, suara Mamanya terdengar dari bawah.

"Diiin! Sarapan yuk, panggil temen kamu juga itu yang nginep semalem!"

Dinda nyengir. "Temen kamu." Gaya Mama emang gitu kalau lagi 'kode'.

Dinda turun ke bawah dan mendapati Algi sudah duduk di meja makan, rambutnya acak-acakan tapi justru bikin dia makin kelihatan... well, cute.

"Udah bangun? Gue kira lo bakal kesiangan," kata Dinda sambil duduk di seberang Algi.

"Gue tuh selalu bangun kalau yang manggil suara hati," jawab Algi santai sambil nyuap nasi goreng. Dinda mengangkat alis, geli.

"Ceilah, lo bangun gara-gara nasi goreng buatan nyokap gue."

"Ya, itu juga sih," kata Algi sambil ngakak.

Suasana jadi cair. Dinda ngambil sosis goreng dan memotong kecil-kecil. Algi nyomot satu pake garpu, langsung nyender ke sandaran kursi dengan ekspresi puas.

"Enak banget ya... tinggal di rumah kamu, bisa sarapan sama kamu tiap pagi."

"Yakin? Tiap pagi lo bakalan gue suruh angkat jemuran dulu baru sarapan."

"Nggak jadi deh."

Mereka tertawa bareng. Mama Dinda hanya senyum-senyum dari dapur sambil memperhatikan mereka.

📍Di Tempat Lain – Sekolah Fila dan Fara

Sementara itu, Fila dan Fara yang sudah kembali ke sekolah tampak berjalan santai di koridor sekolah.

Hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang dan drama panjang.

Fila mengenakan rok plisket abu-abu yang ngepas, sementara Fara malah pakai celana kulot warna hitam. Mereka tampak kece seperti biasa, tapi hari itu... si OBLOL (nama aslinya Dodol, tapi semua orang manggil dia Obdol—temen sekolah yang genit, ceplas-ceplos, dan flamboyan banget) langsung nyamperin mereka dari belakang.

"Eh. EH. Liat siapa niiihh—dua kakak berpantat bule udah balik ke sekolah!"

Fila dan Fara noleh bersamaan.

"Obdol..." Fila melotot kecil. "Apaan sih lo?"

Obdol langsung ngelilingin mereka kayak presenter acara gosip.

"Gue tuh kangen banget, sumpah. Tapi lo berdua tuh kayak makin gede aja deh. Kayak—"

"Lo mau lanjut gak?" potong Fara sambil ngangkat alis.

"Gue maksudnya makin gede auranya, wibawanya... pantatnya... eh eh EH bercanda dong!" Obdol mundur-mundur sendiri sambil ngakak.

Fila nyengir, "Lo tuh ya, belum berubah."

"Tapi sumpah, kalian jadi kayak... hmm, lebih matang. Lebih... trauma kayaknya. Habis ngelewatin sinetron episode berapa tuh kemarin?"

Fara dan Fila saling pandang.

"Kami lulus dari drama, Obdol."

"Aku bangga. Tapi... sarah mana?" tanya Obdol, kali ini agak serius.

Obdol masih ngelilingin Fila dan Fara kayak wartawan infotainment yang kelamaan nganggur.

"Eh tapi serius, Sarah mana sih? Tumben nggak bareng kalian bertiga?"

Fila dan Fara langsung saling lirikan. Fara cepet-cepet jawab duluan.

SEMESTER TANPA PILIHAN.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang