Ayat, Akun, dan Air Mata

5.4K 298 4
                                        

Laboratorium Komputer – Siang Hari

Kipas angin tua di langit-langit berputar pelan. Suara klik mouse dan keyboard terdengar samar dari beberapa santri yang sedang mengetik laporan atau tugas keagamaan. Dinda duduk di ujung kanan ruangan, dengan layar komputer menyala terang di depan wajahnya yang tampak serius.

Dia menuliskan kata kunci di mesin pencarian:
"Kultum remaja tentang hidayah dan perubahan hati."

Beberapa artikel muncul. Ia mulai membaca satu per satu. Sesekali dia mencatat poin-poin penting di buku kecilnya. Topiknya kali ini akan tentang "menemukan arah baru dalam hidup", sangat pas dengan apa yang ia rasakan selama berada di pesantren.

Namun, setelah hampir satu jam menghadap layar... pikirannya melayang.

Gimana kabar anak-anak di Jakarta, ya?

Gama. Sarah. Vania. Fila. Fara. Bahkan teman-teman sekelasnya yang dulu suka mbolos bareng.

Entah kenapa, jarinya gatal. Ada keinginan kecil, yang pelan-pelan tumbuh menjadi keputusan.

"Sebentar aja..."

Dia membuka tab baru. Login ke Instagram-nya. Untung akun IG-nya gak pernah logout dari browser waktu terakhir buka minggu lalu.

Masuk.

Notifikasi langsung membanjiri:
🟣 Sarah updated her story.
🟣 Gama updated a post.
🟣 Vania tagged you in a comment.

Jantung Dinda berdetak lebih cepat dari biasanya.
Tangannya gemetar saat membuka story pertama — milik Sarah.

Dan—

🎵 Lagu dugem keras-keras
🎉 Lampu disko yang kelap-kelip
📹 Sarah selfie di klub malam, bibirnya merah menyala, dikelilingi teman-teman cewek... dan di sampingnya—

Gama.

Gama.

Dengan kemeja putih terbuka dua kancing, tangan melingkar ke pundak Sarah. Mereka tertawa. Mereka menari.

Dan tepat di detik terakhir video itu... mereka saling pandang dan—

Dinda langsung menutup layar.

"Astaghfirullah..." bisiknya pelan, tapi penuh getaran.

Hatinya seakan diremas. Tenggorokannya tercekat. Napasnya pendek-pendek.

Baru kemarin Gama bilang kalau dia kangen.
Baru kemarin Gama bilang ingin ketemu.
Baru kemarin Sarah mengiriminya sticker lucu di grup chat.
Dan sekarang?

Mereka dugem bareng.

Mereka senyum-senyum.

Dan mereka... gak mikirin Dinda.

Tangan Dinda masih menggantung di atas mouse, napasnya belum stabil usai menutup story Sarah dan Gama yang tadi dilihatnya. Tapi tiba-tiba...

📩 "Vania sent you a message"

Dinda mengerjap.

Perlahan ia klik ikon DM. Pesan dari Vania muncul.

Vania:

"Din..."
"Lo dan Gama masih bareng?"

Dinda menatap layar, jantungnya kembali berdegup cepat.

Pesan berikutnya muncul, kali ini disertai screenshot.
Sebuah tangkapan layar dari story Gama — bukan yang baru saja ia lihat, tapi satu story yang ternyata dia lewatkan.

Di sana: Gama duduk di sofa merah. Sarah bersandar dengan kepala di bahu Gama. Tangannya menggenggam tangan Gama sambil tertawa, wajah mereka berdua buram karena efek filter... tapi cukup jelas untuk menghancurkan isi hati siapa pun yang melihatnya.

SEMESTER TANPA PILIHAN.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang