PROLOUGE

8.7K 468 4
                                    

"Saranghae " tutur seorang wanita yang berdiri di samping pintu mobil bersiap untuk masuk ke dalamnya.

Di depannya berdiri seorang lelaki yang sudah babak belur di pegangi oleh para pria berbadan kekar.

"Jangan pergi,ku mohon!" pinta lelaki itu.

Wanita itu menggeleng
"Maafkan aku, selamat tinggal"

"Kau tidak boleh pergi!" sergah lelaki itu ketika tubuh wanita itu memasuki mobil.

Lelaki itu memberontak ingin mengejar mobil di depannya yang sudah melaju, ia tak peduli pada bodyguard yang menahannya.

"Lepaskan aku brengsek!" makinya berusaha melepaskan diri dari pegangan pria berbadan kekar itu.

Wanita dalam mobil itu tak kuasa untuk bertahan, tangannya mencengkram erat drees biru mudanya.

"Hentikan mobilnya!!" titahnya pada sopir.

"Tapi nona,"

"HENTIKAN!" tegasnya.

Sedangkan lelaki itu terduduk di atas tanah saat mobil wanita tadi sudah hilang dari pandangannya.

Air mata sudah turun dari kelopak matanya. Dadanya seakan terhimpit sangat erat hingga dirinya tak sanggup bernafas lagi.

Sebuah tangan terulur di depannya. Ia mendongak dan menemukan wajah teduh yang sangat ia cintai, dia wanita tadi.

Lelaki itu langsung berdiri dan menarik wanita itu dalam pelukannya.

Wanita itu membalas pelukan lelaki itu erat, berharap pelukan itu mampu membayar rasa rindunya kelak.

Lelaki dan wanita itu sedang berada dalam mobil sekarang. Wanita itu meminta waktu untuk bersama lelaki itu.

Wanita itu mengobati dengan terampil luka luka yang terdapat di wajah tampan lelaki itu karena berkelahi.

Lelaki itu tampak muram dan terus mengamati wajah wanita yang mungkin akan sangat di rindukannya nanti.

"Jangan melihatku seperti itu, aku merasa risih" ujar wanita itu merapikan kotak P3K dan menaruhnya di kursi depan.

Ia kemudian menghadap lelaki itu lagi dan memberinya senyuman.

"Kapan kau kembali?" tanya lelaki itu sedih.

"Entahlah, yang pasti aku akan kembali untukmu"

"Aku menunggumu"

"Tidak usah"

"Kenapa?!"

Wanita itu hanya tersenyum.

Dan dengan gerakan cepat mengecup bibir lelaki itu singkat.

"Hei, seharusnya pria yang melakukan itu!" protes lelaki itu.

"Memangnya kau pria?, cara berciuman saja kau tidak tahu!" cibir wanita itu.

"Akan ku tunjukkan nuna!" serunya kemudian mencium bibir wanita itu.

Semoga ciuman itu bisa menggantikan rasa rindu yang akan menusuk jantung mereka kedepannya.

A/N

-Saranghae~aku cinta padamu.
-Nuna~panggilan adik laki laki kepada kakak perempuan.

Honesty Kim HanbinTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang