"Deviiiiiiiiiiiiiiiii, bangun!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"Ini sudah ke sepuluh kalinya Sarah berteriak-teriak untuk membangunkan putrinya. Tapi, sudah sepuluh kali juga putrinya tidak kunjung bangun.
Sarah Agustina, ibu dari seorang putri yang bernama Devicha Lorensa Wijaya, dan istri dari seorang pengusaha bernama Hadi Pratama Wijaya.
"What's wrong baby? Apa yang membuatmu mengawali pagi dengan berteriak seperti ini?" Tanya Hadi.
"Oh, come on! Coba liat putri kesayanganmu, dia selalu tidur seakan tidak pernah ingin bangun lagi."
"Ternyata kebiasaanku menurun padanya. No problem, biar aku yang membangunkannya, kamu siapkan saja sarapan."
Mendengar perintah suaminya membuat Sarah dengan cepat berlalu untuk menyiapkan sarapan.
"My lovely, please wake up. Kalo kamu gak bangun juga, nanti Papi potong uang jajan kamu."
Seketika mata Devi langsung membulat, dia tau kalo ucapan Papinya tidak pernah main-main. Dia langsung meloncat dari kasur, lalu bergegas ke kamar mandi.
Setelah tugas untuk membangunkan putrinya selesai, Hadi pun bersiap-siap pergi ke kantor.
°°°°°
.
.Devicha POV
Ini hari pertama gue masuk ke sekolah baru. Sekolah yang bernama SMP Pertiwi. Gue sekarang baru kelas 8, tapi ini ketiga kalinya gue pindah sekolah. Kalian pasti bertanya kenapa gue selalu pindah sekolah? Jawabannya gak lain karna gue emang termasuk kedalam Bad Girl.
Walaupun gue termasuk kedalam kategori Bad Girl, tapi bukan berarti gue orang yang bodoh atau jelek yah.
Asal kalian tau, gue selalu dapet peringkat pertama disekolah, sekalipun gue suka berpindah-pindah. Dan kalo soal wajah, gausah ditanya. Selain menyandang predikat Bad Girl, gue juga selalu menyandang predikat The Most Wanted Girl. Nah, bisa kalian bayangin tuh tingkat kecantikan gue kaya gimana.
"Shit!!!! Gue telat dihari pertama sekolah."
Pas gue nyampe, gerbang udah tertutup rapat. Kalo udah kaya gini, gimana caranya gue masuk.
Bahkan saat baru nyampe gerbang aja, gue udah bikin masalah dihari pertama.Help me God!!!!!!!!!!!!!!!!
.
."Hey lo ngapain jongkok didepan gerbang? Lo pengemis?"
"Wtf! Siapa nih dateng-dateng ngatain gue pengemis." Batin Devi.
Devipun langsung berdiri dan menoyor kepala orang yang ada didepannya.
"Apaan sih! Lo gila?"
"Lo yang gila!!! Dateng-dateng bilang gue pengemis."
"Abis lo ngapain jongkok didepan gerbang?"
"Gue kesiangan bego!"
"Lo sekolah disini? Kok gue baru liat?"
"Murid pindahan gue. Dan sialnya dihari pertama gue udah kesiangan. Lo juga kesiangan kan? Kenapa lo nyantai-nyantai aja?"
"Oh, gue udah biasa kesiangan. Ngomong-ngomong nama lo siapa?"
"Devicha Lorensa Wijaya, panggil gue Devi. Kalo lo?"
"Dimas Praditya Sandika, gue biasa dipanggil Dimas. Yaudah sekarang kita masuk kuy."
"Masuk gimana sih? Lo gak liat ini gerbang udah digembok?"
"Gue liatlah, karna gue gak buta. Kita masuk lewat halaman belakang, biasa manjat tembok. Lagian temboknya gak tinggi-tinggi amat kok. Lo bisa kan?"
"Jangan panggil gue Devi, kalo manjat tembok aja gue gabisa."
Dimas yang melihat sikap Devi langsung tersenyum. Sepertinya dia akan mendapat teman baru yang sepemikiran dengannya.
"Kita pisah disini ya, gue harus cepet-cepet ke kelas Vi."
"Siapa Vi?"
"Lo lah! Abis kalo Devi kepanjangan. Kalo manggil Dev kesannya kaya manggil cowo, jadi Vi aja deh ya."
"Serah lo dah. Gue juga harus nemuin kepsek dulu. Thanks ya, udah bantuin gue masuk terus nganter ke ruang kepsek."
"Sip! Bye!!"
"Bye!!!"
.
.Tok tok tok
"Masuk."
"Permisi bu, saya Devi murid pindahan dari SMP Harapan Bangsa."
"Kenapa jam segini kamu baru masuk? Jangan-jangan kamu kesiangan?"
"Jangan suudzon bu, saya ke toilet tadi."
"Yasudah, sekarang ibu antar kamu ke kelas."
"Baik bu."
.
."Kelas 8 C."
"Kalo diliat dari namanya pasti ini bukan kelas unggulan." Batin Devi.
"Selamat pagi anak-anak."
"Selamat pagi bu."
"Sekarang kalian mendapat teman baru, pindahan dari SMP Harapan Bangsa. Devi, perkenalkan diri kamu."
"Nama saya Devicha Lorensa Wijaya, kalian bisa panggil saya Devi." Devi memperkenalkan diri sambil mengeluarkan senyum manisnya.
Gila ini cewe cantik banget..
Udah kaya bule coy..
Kayanya kelas kita bakal terkenal nih kalo ada dia..
Senyumnya itu bro, mantap jiwa....
"Eh Vi, lo masuk kelas ini. Sini lo, duduk bareng gue." Teriak Dimas.
Semua penghuni kelas keheranan dengan sikap Dimas, mereka berfikir bagaimana bisa Dimas mengenal Devi lebih dulu. Dan tanpa fikir panjang, Devi langsung duduk disamping Dimas.
"Dim, bolos kuy." Ucap Devi.
"Hah?"
"Yaelah malah hah! Kalo lo gamau yaudah gue sendiri aja."
"Lo baru duduk disini satu menit yang lalu, dan lo langsung ngajak bolos? Amazing, gue suka gaya lo Vi."
Devi hanya menatap Dimas dengan tatapan yang seakan berkata, "inilah diri gue yang sebenarnya."
Tbc
Jangan lupa vote and comment 😍
Sorry kalo ceritanya masih kurang menarik -_-"

KAMU SEDANG MEMBACA
WHY ALWAYS HIM?
Teen Fiction" KAPAN TOBAT? " Hanya kalimat itu yang selalu ingin dia tanyakan. " PELAMPIASAN " Hanya kata itu yang menggambarkan dirinya. " TINGGALKAN " Hanya tindakan itu yang harusnya dia lakukan. Berawal dari sebuah perjanjian yang mereka sepakati, maka ber...