"Dim, bolos kuy." Ucap Devi.
"Hah?"
"Yaelah malah hah! Kalo lo gamau yaudah gue sendiri aja."
"Lo baru duduk disini satu menit yang lalu, dan lo langsung ngajak bolos? Amazing, gue suka gaya lo Dev."
Devi hanya menatap Dimas dengan tatapan yang seakan berkata, "inilah diri gue yang sebenarnya."
☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆
Sudah hampir seminggu Devi bersekolah di SMP Pertiwi. Dan hampir setiap hari Devi keluar masuk ruang BK bersama dengan Dimas.
Kali ini Devi mengantar Dimas untuk mengambil sepatu dilokernya.
"Dim, loker lo kok banyak bunga sama coklatnya sih?" Tanya Devi.
"Jelaslah, gue kan The Most Wanted Boy"
"Haha? Serius? Masa sih? Perasaan, lo biasa aja kagak ada cakep-cakepnya."
"Itu karna lo tiap hari, tiap jam, tiap menit, tiap detik deket gue bego. Lo juga kan baru seminggu sekolah disini tapi udah nyandang predikat The Most Wanted Girl. Padahal menurut gue, lo juga gak cantik-cantik banget."
"Mulutnya kurang pedes pak!!"
Devi langsung pergi meninggalkan Dimas sendirian. Memang sudah menjadi kebiasaan Devi jika dia selalu mudah tersinggung.
Devi berjalan sendiri menuju kantin, saat itu pula semua mata tertuju padanya.
Hello Devii...
Devi lo gak bosen cantik mulu???
Ya ampun wajah lo mulus banget Dev...
Apaan sih perasaan biasa aja..
Gatau, suka lebay tuh cowo..
Cantikan juga gue..
Seperti biasa Devi selalu mendengar ocehan para fans dan haters-nya. Namun tak pernah sekalipun Devi menanggapi jika tidak terlalu mengganggunya.
Tapi beda urusannya jika ada Kevin. Devi selalu merasa risih sekalipun dia hanya sekedar menatapnya. Kevin Antonio, si ketua kelas yang super bawel suka marah-marah tapi selalu bersikap alay ketika berada didekat Devi.
"Deviii!!!!!!!! I love you!!!!!!!!!" Teriakan Kevin sukses membuat semua penghuni sekolah tertawa.
Sudah menjadi kegiatan sehari-hari Kevin selalu menyatakan cinta kepada Devi, tapi seperti biasa Devi selalu menolaknya.
Mendengar teriakan Kevin, membuat Devi merinding, dia langsung balik badan dan mengambil langkah seribu sebelum Kevin mendekatinya.
Brukk!!!
Saat tengah asik berlari tiba-tiba Devi menabrak Dimas.
"Vi, lo kenapa lari-lari?"
"Biasa, Kevin! Kalo lo kenapa lari juga?"
"Lo tau sendirilah, biasa Tiara."
Tiara Venesia, sama halnya seperti Kevin, Tiara juga salah satu fans yang Dimas takuti. Dia juga selalu berteriak-teriak sambil menyatakan cintanya kepada Dimas.
"Oh God, kenapa kita bisa dikelilingin sama orang aneh ini." Devi sudah sangat lelah dengan sikap Kevin dan Tiara. Berkali-kali dia dan Dimas harus berlari-lari agar bisa terjauh dari mereka.
"Vi, gawat mereka makin deket. Kita harus gimana nih?" Dimas sangat takut jika melihat Tiara, karna bukan hanya menyatakan cinta tapi Tiara selalu memeluk Dimas sampai dia kehabisan nafas.
"Oh my God!! Si Kevin juga menuju kesini, Dimas peluk gue!!!!!!!!"
Saat jarak Kevin dan Tiara yang hampir dekat, Dimas pun refleks memeluk Devi. Membuat Kevin dan Tiara berhenti mendekat, bukan hanya mereka bahkan satu sekolahan menatap Dimas dan Devi dengan tatapan tak percaya.
"Ayang Dimas kenapa lo peluk si Devi?" Tanya Tiara.
"Karna dia pacar gue!!!!!!!" Bentak Dimas.
Devi menatap Dimas dengan tatapan tajam, tapi Dimas tidak mempedulikannya. Tiara dan Kevin sangat kaget mendengar jawaban Dimas, seluruh siswa pun mulai ricuh membicarakan ucapan Dimas barusan.
Cieeee cieeee...
Jangan lupa PJ nya bro...
Yaaah, gak nyangka si Devi pacarnya Dimas, sakit neng hati abaang....
Bidadari gue diambil orang, patah hati nih gue.....
Gagal deh kesempatan gue buat deketin Dimas...
My prince, lo jahat. Belum jadian aja lo udah selingkuh sama Devi....
Aaaaaaa Dimas don't leave me alone....
Sebelum keadaan semakin kacau, Dimas bergegas membawa Devi sambil merangkulnya menjauh dari semua orang. Setelah dirasa aman Dimas pun mencoba menjelaskan semuanya.
"Awwwwwwww sakit bego." Belum sempat menjelaskan apapun, Dimas sudah mendapat cubitan dari Devi.
"Itu belum seberapa. Lo tau kesalahan lo apa?"
"Maaf Vi, abis cuman itu yang terlintas di otak gue."
"Gampang banget yah lo ngomong maaf! Akibat dari ulah lo, bisa-bisa satu sekolahan heboh bego!!"
"Emang udah heboh kali Vi."
"Au ah, pokoknya lo harus beresin semuanya."
"Ini juga beres kali Vi."
"Maksud lo?"
"Gini Vi, lo pengen jauh dari Kevin kan? Gue pun sama pengen jauh dari Tiara. Lo gak liat tadi ekspresi mereka berdua pas tau kalo kita pacaran? Mereka kaya yang kaget gitu, bahkan yang tadinya mereka pengen deketin kita jadi mikir dua kali. Jadi, gimana kalo kita pura-pura pacaran? Udah nanggung juga kan, lagian kita sama-sama diuntungkan. Kita bisa terjauh dari orang yang ngeganggu kita terus."
"Lo bener juga Dim, tapi inget yah lo jangan baper inikan cuma PURA-PURA!" Devi sengaja menekankan kata pura-pura, membuat Dimas mendengus kesal.
"Iya iya gue inget. Jadi fix ya, kita pura-pura pacaran. Deal?"
"Deal."
Tbc
Vomment guys 😌

KAMU SEDANG MEMBACA
WHY ALWAYS HIM?
Teen Fiction" KAPAN TOBAT? " Hanya kalimat itu yang selalu ingin dia tanyakan. " PELAMPIASAN " Hanya kata itu yang menggambarkan dirinya. " TINGGALKAN " Hanya tindakan itu yang harusnya dia lakukan. Berawal dari sebuah perjanjian yang mereka sepakati, maka ber...