Part 35 (New Season)

69.2K 2.7K 154
                                        

Diyo POV

Aku mulai melangkahkan kaki masuk ke dalam unit apartemenku setelah 3 jam aku duduk terdiam memikirkan apa yang diinginkan Tifa dan maksudnya apa

Dan mengapa aku sama sekali tak bisa mencegah dan mengejarnya, aku malah pasrah dan membiarkan dia pergi tanpa mengucapkan perpisahan

Saat ia mengatakan bahwa ia tak mencintaiku lagi, saat itu pula aku memilih diam dan membiarkan dia pergi dengan laki laki yang dulu pernah ia bilang bahwa ia lebih mencintaiku daripada orang itu.

"Aaarrrggghhh..." Teriakku sambil menendang kursi sofa di unitku

Aku pun berjalan masuk ke dalam kamarku dan berharap bahwa ini adalah sebuah mimpi buruk yang seharusnya tak pernah terjadi

Dengan harapan ini bukan sebuah kenyataan yang pernah aku alami

***

Pagi yang buruk yang pernah aku alami, saat dirumah semua orang berdebat akan hal ini

Sedangkan aku, aku hanya diam dan lebih baik pergi ke kamar setelah memakan makananku

"Kan Farel udah bilang sama papa-mama, kak Diyo itu gak mau dijodohin. Jadi liat sekarang" ucap Farel yang terdengar jelas di telingaku

"Iya Papa tau, papa gaktau kalau jadinya seperti ini" jawab papa seolah menyesali perbuatannya

Sedangkan Kakekku, dalang dari semua perbuatan ini hanya diam menatap kepergianku dari meja makan itu.

Aku langsung bersandar disofa kamarku, aku tak mengerti apa yang dikatakan Tifa hingga sekarang

Dan tiba-tiba Kakek masuk dan memperhatikanku dengan senyuman

Mendekatiku dengan langkahnya yang tidak sempurna sambil dibantu oleh sebuah tongkat

Lalu duduk pelan disebelahku dan memegang pundakku

"Diyo, Maafin Kakek ya" ucapnya padaku sambil mengusap pundakku

Aku hanya membalas dengan senyuman karna memang itu bukan salah Kakekku. Karna itu salah dirinya sendiri

"Diyo, kamu kuliah ya di jerman. Setelah pulang dari jerman, kamu balik ke Indonesia teruskan perusahaan kakek. semua jadi milik kamu. Jangan pikirkan dia lagi" ucap Kakekku dan membuatku menatapnya

anjay

"iya" jawabku pelan

"besok kamu berangkat" ucap kakekku lalu berdiri dan pergi meninggalkanku

apa boleh buat, jika ini yang terbaik maka aku harus melakukannya seperti puisi seorang Kahlil Gibran

Apabila cinta tidak berhasil

Bebaskan dirimu

Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya

Dan terbang ke alam bebas lagi

Ingatlah bahwa kamu mungkin menemukan cinta

Dan kehilangannya

Tapi ketika cinta itu mati

Kamu tidak perlu mati bersamanya…

Itulah puisi yang sampai sekarang hanya ada didalam pikiranku.

Dan akhirnya, setelah Tifa yang meninggalkanku. Aku yang kini pergi meninggalkannya lagi

***

Married High School Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang