Diyo POV
Aku mulai melangkahkan kaki masuk ke dalam unit apartemenku setelah 3 jam aku duduk terdiam memikirkan apa yang diinginkan Tifa dan maksudnya apa
Dan mengapa aku sama sekali tak bisa mencegah dan mengejarnya, aku malah pasrah dan membiarkan dia pergi tanpa mengucapkan perpisahan
Saat ia mengatakan bahwa ia tak mencintaiku lagi, saat itu pula aku memilih diam dan membiarkan dia pergi dengan laki laki yang dulu pernah ia bilang bahwa ia lebih mencintaiku daripada orang itu.
"Aaarrrggghhh..." Teriakku sambil menendang kursi sofa di unitku
Aku pun berjalan masuk ke dalam kamarku dan berharap bahwa ini adalah sebuah mimpi buruk yang seharusnya tak pernah terjadi
Dengan harapan ini bukan sebuah kenyataan yang pernah aku alami
***
Pagi yang buruk yang pernah aku alami, saat dirumah semua orang berdebat akan hal ini
Sedangkan aku, aku hanya diam dan lebih baik pergi ke kamar setelah memakan makananku
"Kan Farel udah bilang sama papa-mama, kak Diyo itu gak mau dijodohin. Jadi liat sekarang" ucap Farel yang terdengar jelas di telingaku
"Iya Papa tau, papa gaktau kalau jadinya seperti ini" jawab papa seolah menyesali perbuatannya
Sedangkan Kakekku, dalang dari semua perbuatan ini hanya diam menatap kepergianku dari meja makan itu.
Aku langsung bersandar disofa kamarku, aku tak mengerti apa yang dikatakan Tifa hingga sekarang
Dan tiba-tiba Kakek masuk dan memperhatikanku dengan senyuman
Mendekatiku dengan langkahnya yang tidak sempurna sambil dibantu oleh sebuah tongkat
Lalu duduk pelan disebelahku dan memegang pundakku
"Diyo, Maafin Kakek ya" ucapnya padaku sambil mengusap pundakku
Aku hanya membalas dengan senyuman karna memang itu bukan salah Kakekku. Karna itu salah dirinya sendiri
"Diyo, kamu kuliah ya di jerman. Setelah pulang dari jerman, kamu balik ke Indonesia teruskan perusahaan kakek. semua jadi milik kamu. Jangan pikirkan dia lagi" ucap Kakekku dan membuatku menatapnya
anjay
"iya" jawabku pelan
"besok kamu berangkat" ucap kakekku lalu berdiri dan pergi meninggalkanku
apa boleh buat, jika ini yang terbaik maka aku harus melakukannya seperti puisi seorang Kahlil Gibran
Apabila cinta tidak berhasil
Bebaskan dirimu
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
Dan terbang ke alam bebas lagi
Ingatlah bahwa kamu mungkin menemukan cinta
Dan kehilangannya
Tapi ketika cinta itu mati
Kamu tidak perlu mati bersamanya…
Itulah puisi yang sampai sekarang hanya ada didalam pikiranku.
Dan akhirnya, setelah Tifa yang meninggalkanku. Aku yang kini pergi meninggalkannya lagi
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Married High School
Romance[PROSES REVISI] "Ya apa? Kasih aku 5 alasan yang masuk akal dan buat aku bertahan disini karna alasan kamu" ucap Diyo "Alasan pertama, aku cuma mau sama kamu, alasan kedua aku cuma mau tinggal sama kamu, alasan ketiga aku mau hidup sama kamu, alas...
