Twenty Four

5.2K 283 0
                                        


Life isn't perfect, you must be stronger than before.

-------

Aku sedang berjalan menuju parkiran karena bel pulang sudah berbunyi sejak 10 menit yang lalu. Aku memakai helm dan menaruh ponselku di box depan motor agar gampang jika ada yang menghubungi.

Aku pun melajukan motorku. Ketika di jalan aku merasa ada sebuah motor di belakangku yang sepertinya mengikutiku.

Aku pun menambah kecepatan motorku namun motor itu malah semakin kencang dan sudah berada disampingku dengan cepat orang yang di boncengnya mengambil ponselku di box depan.

"Woy berhenti lo" teriakku sambil menambah kecepatan motorku.

"Tolonngggg!!!! Maling!!!" Teriakku.

Akhirnya aku bisa mencegat motornya. Mereka pun turun dan aku melepas helm ku.

Mampus, gue sendirian mereka berdua batinku sambil menelan ludah berkali kali.

Akhirnya aku pun lawan mereka dan sempat kewalahan tiba tiba datang seorang perempuan membantuku.

Aku melawan 1 dan perempuan itu melawan 1. Tak lama warga pun datang dan menangkap mereka, tak lupa mereka memberi ponselku kembali.

Aku pun mengucapkan terimakasih kepada warga dan menghampiri perempuan itu.

"Makasih ya" ucapku sambil tersenyum.

"Sama sama" ucapnya.

"Gimana kalo kita ke kafe dulu, itung itung ucapan terimakasih" ucapku dan dia pun mengangguk.

Ternyata dia tidak membawa motor dan jadilah kami kesana menaiki motorku.

Sesampainya di sebuah kafe kami pun memesan makanan.

"Oiya lo mau kemana kok jalan kaki?" Ucapku.

"Gue lagi cari alamat rumah om gue" ucapnya.

"Oh, ada alamatnya gak? Siapa tau gue bisa bantu" ucapku.

"Ada nih" ucapnya sambil menyodorkan kertas berisi alamat.

"Perumahan Griya Permata blok E no. 06" ejaku.

"Oh ini sih gue tau, gue di blok B nya" lanjutku.

"Oh ya? Asik punya tukang ojek" ucapnya.

"Gue ojek mahal lohh" ucapku sambil terkekeh.

"Berapa sih berapa?" Tantangnya.

"Bisa sampe jual diri loh" ucapku bercanda.

"Haha ada ada aja, eh daritadi kita ngobrol tapi gak tau nama kan parah banget" ucapnya.

"Maksudnya kode mau kenalan atau gimana nih?" Ucapku jahil.

"Sialan, gue normal" ucapnya.

"Haha kenalin gue Alyssa" ucapku sambil mengulurkan lenganku.

"Gue Vanya" ucapnya.

Tak lama waiters pun datang dan kami pun melahap makanan kami. Sedari tadi aku memang belum makan karena tidak mood dan ketika pulang sekolah tak jadi ke warung teteh.

Setelah selesai aku pun membantu Vanya mencari alamat rumah om nya. Kebetulan rumah ku juga berada di perumahan tersebut jadi tak terlalu susah bagiku untuk menemukan rumah tersebut.

Tak berapa lama aku pun sampai di depan gerbang sebuah rumah bercat abu abu. Disana terpampang tulisan blok E no. 06.

Aku pun memencet bel rumahnya dan keluar lah seorang laki laki paruh baya yang ku yakini om Vanya.

"Hay Vanya, kamu nyasar ya? Lama banget" ucap orang itu.

"Om sih pake pindah segala kan aku pusing om" ucap Vanya.

"Kan tempat kerja om dekat sini jadinya om pindah deh"

"Oiya om kenalin ini Alyssa, dia yang bantuin aku nyari rumah om" ucap Vanya.

Aku pun hanya tersenyum ramah.

"Wah terimakasih ya Alyssa" ucap om Vanya.

"Iya om sama sama. Eh Van sorry nih udah sore gue harus pulang" ucapku sambil melirik jam yang melingkar di lenganku.

"Oh oke deh, gue minta kontak lo deh biar bisa main bareng" ucapnya sambil menyodorkan ponselnya.

Aku pun memberi kontakku padanya dan mengembalikan ponselnya.

"Gue pulang ya, assalamualaikum" ucapku.

"Waalaikumsalam"

Aku pun melajukan motorku dengan pelan menikmati suasana senja.

Sesampainya dirumah aku pun membersihkan diri, mengerjakan tugas rumah, menonton televisi dan yang terakhir pergi ke alam mimpi.

***

Hay semoga suka ya.

Jangan lupa vote & comment.

Salam author🐼

Double-You [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang