Ollin berdiri di depan Hotel Harrads untuk kedua kalinya. Dia merutuki kebodohannya karena mau menemui Andra ditempat ini. Tempat yang memiliki sejuta kenangan manis bersama Rendra. Hatinya mencelos saat memasuki lobbi hotel, bayangan dia bergandengan tangan dengan Rendra tampak jelas dalam ingatannya. Tanpa ia sadari setetes air mata telah jatuh di pipinya. Menyadari hal tersebut, cepat cepat Ollin menghapus air matanya. Dan bergegas menuju bagian receptionis.
"Permisi mbak, saya ingin bertemu dengan Andra. Boleh saya tahu dimana ruangannya?".
"Maaf, apakah anda sudah membuat janji?"
"Belum mbak, tapi satu jam yang lalu dia meminta saya untuk menemuinya".
"Mohon maaf, anda tidak bisa menemui beliau. Beliau sibuk. Beliau sedang ada meeting penting dengan beberapa client.Kami tidak bisa membiarkan sembarang orang bertemu dengan CEO kami. Saya harap anda mengerti"
"Tapi mbak, ini sangat penting. Bolehkah saya menunggu sampai Andra selesai meeting?"
"Baiklah terserah anda. Anda boleh menunggu diruang tunggu. Mari saya antarkan"
"Terima kasih mbak"
"Ya sama, sama"
Sudah 3 jam Andra menunggu kehadiran Ollin di ruangannya. Tapi sampai saat ini dia belum menampakkan kehadirannya. Berkali kali Andra menghubungi Ollin, tapi nomornya tidak aktif. Andra semakin cemas, takut sesuatu terjadi pada Ollin. Mengingat hari ini dia keluar dari rumah sakit. Andra keluar dari ruangannya dan bertanya kepada sekertarisnya.
"Ana, tolong hubungi bagian receptionist. Tanyakan apa ada seorang perempuan yang mencariku", perintah Andra kemudian berlalu kembali ke ruangannya,
"Baik pak"
Tok tok tok
"Masuk"
"Kata bagian receptionist, ada seorang perempuan yang memaksa menemui bapak. Karena belum membuat janji temu, jadi dia tidak diperkenankan masuk menemui bapak"
"Shit!, kapan kejadiannya?"
"Kira kira tiga jam yang lalu"
Double Shit!!!!
"Dimana wanita itu sekarang?"
"Diruang tunggu di bagian lobby pak"
"Tapi pak, anda mau kemana? Tiga puluh menit lagi bapak ada tamu dari Harris Hotel sunset road"
"Tolong atur ulang pertemuan itu, dan batalkan semua scedule- ku hari ini"
"Tapi pak, saya...,"
"Saya menggaji kamu untuk melaksanakan perintah saya, bukan melawan saya. Kamu paham!", kata Andra kemudian keluar ruangannya dengan membanting pintu.
Andra berlari menuju arah lift, beruntunglah karena lift untuk seorang CEO bersifat khusus. Jadi Andra tidak perlu repot repot untuk menunggu lama.
Ting
Lift pun terbuka, Andra berlari menuju ruang tunggu. Beberapa karyawan yang melihat atasannya hanya diam dan menundukkan kepala saat berpapasan dengan Andra. Didalam ruangan 5x 4 meter persegi tersebut, terlihat seorang perempuan tertidur pulas sambil memeluk dirinya sendiri. Melihat hal tersebut Andra mendekat dan menyentuh tangan Ollin.
Dingin. Suhu tubuh Ollin begitu dingin, dia seperti berada di sebuah gunung es. Andra menggendong tubuh Ollin. Disandarkan kepala Ollin di dada bidangnya. Andra berjalan melewati orang orang. Dia akan membawa Ollin keruangannya. Melihat atasannya menggendong seorang gadis sendirian, membuat beberapa petugas security datang menghampiri dan menawarkan bantuannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
He is my student
RomanceDia siswa yang menyebalkan menurutku. Tapi nilai plusnya, dia tampan dan berkharisma. Semua orang membicarakannya. Dari kalangan guru, pengurus kantin, bahkan sesama siswa dan siswi membicarakannya. Bagiku, siswa seperti dia harus dibasmi layaknya...
