Para pemain spesial part mulai berdatangan dan memasuki area pres conference. Aizawa Rina, Shania Gracia, Shimazaki Haruka tidak hadir lantaran kepentingan pribadi masing-masing.
Kilatan cahaya dari setiap kamera wartawan menerpa wajah para pemain Di bawah langit berwarna sakura itu. Riuh sorak sorai penonton juga terdengar menggema dalam ruangan yang tak begitu luas itu. Tsurugi beserta pemain lainnya memberikan senyuman manis dan juga lambaian tangan kepada para fans.
"Se..no!" Tsurugi memberi aba-aba lalu kemudian ia dan pemain lainnya membungkukkan badan secara bersamaan. Tak lama setelah itu mereka kembali berdiri dengan tegak dan menuju meja yang bertuliskan nama masing-masing.
"Selamat datang kepada para pemain Di Bawah Langit Berwarna Sakura." sapa MC yang akan memandu acara hari ini.
"Bagaimana perasaan Watanabe-san dan Matsui-san dipilih sebagai pemeran utama di cerita ini?" tanya MC memulai wawancaranya.
"Senang pasti. Job baru setelah super sentai. Aku juga sempat berpikir, kan ceritanya Arata ini orang Indonesia. Tapi, kenapa aku yang dipilih begitu, tapi mungkin emang cocok ya. Atau wajahku yang ke-Indonesia-an. Haha." jawab Watanabe Tsurugi dengan diakhiri tawa.
"Senang pasti. Karna, Alina kan orang Indonesia. Jadi, merasa tertantang." jawab Matsui Airi.
"Kira-kira kesulitan apa yang kalian dapat selama proses shooting?" tanya MC.
"Kalau aku pribadi sih, dari bahasa ya. Soalnya belum begitu paham bahasa Indonesia. Jadi, emang agak sulit sih. Tapi ada Watanabe-kun yang pernah menetap di Indonesia satu bulan lebih, jadi bisa belajar dari dia juga." jawab Airi.
"Tsurugi tidak ada kendala dengan bahasa?" tanya MC.
"Ee.. kendala pasti ada. Tapi, bahasa Indonesia cukup mudah untuk dipelajari. Jadi, waktu tau dapet peran orang Indonesia, langsung belajar." jawab Tsurugi sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Aku waktu di Indonesia. Musim di Jepang dan Indonesia 'kan berbeda, ya? Jadi agak shock juga tubuhnya, sempet drop. Pas nyoba makanan pedas juga langsung sakit. Jadi itu paling berat sih. Tapi itu sangat menyenangkan. Pengen kesana lagi." ucap Nakao Masaki yang berperan sebagai Ren.
"Peran. Karna disini aku menjadi orang yang tegas. Berwibawa. Ya pokoknya mendekati perfect lah. Sedangkan aku 'kan orangnya agak gesrek." ucap Watanabe Shu yang berperan sebagai Hiroto.
"Bukan agak, emang gesrek." sahut Tsurugi diakhiri tawa. Para pemain yang lain juga ikut tertawa.
"Kalau nggak salah, Watanabe-san juga pernah kolaborasi dengan artis Indonesia, ya?" tanya MC.
"Iya. Jadi sudah mulai terbiasa dengan bahasa Indonesia dan juga makanannya." jawab Shu tertawa.
Ichimichi Mao yang berperan sebagai Yuka mengambil mic-nya dan mulai berbicara. "Dua tahun terakhir 'kan disibukkan dengan pemotretan, jadi waktu mulai shooting agak gugup. Karna sudah lama nggak akting. Dan disini perannya jadi cewek yang tergila-gila sama cowok cakep. Agak susah sih." jawab Mao.
Mendengar perkataan Mao. Ryusei Ryo yang berperan sebagai Sousuke langsung menyambar mic-nya yang ada diatas meja.
"Sebenarnya Mao itu pemalu orangnya." sahut Ryo.
"Benar. Waktu tahun lalu, ada prescon, dia megang mic itu sambil gemetar." sahut Masaki.
"Nakao-kun, jangan bahas itu!" ucap Mao dengan pipi yang merona merah karna malu.
"Pantas waktu awal shooting, dia cuma diam aja. Sebelum ada Ryo-kun." sahut Tsurugi.
"Padahal dia sudah lama loh jadi artis." ucap Ryo.

KAMU SEDANG MEMBACA
Di Bawah Langit Berwarna Sakura
Ficțiune adolescențiKehidupan di Jepang itu keras, benarkah? Ada istilah 'Kalau kamu tidak punya sesuatu yang menguntungkan. Maka kamu tidak akan memiliki teman.' Alina Putri. Anak seorang pengusaha yang selalu berpindah tugas dari satu negara ke negara lain. Dan pada...