Cinta bersemi diHalte

1.4K 106 14
                                    

Bismillah.

Vote sebelum atau sesudah membaca.

Nb: typo bertebran

******

"Ify, lo bisa temenin gue, sebentar?" Ify menghentikan pergerakkannya, sebelum akhirnya ia kembali duduk di samping Mario.

"Apa gue boleh cerita?" Ify menoleh mantap Rio sebentar lalu  mengangguk.

"Cerita aja!"

"Gue dan Sion sebenarnya Adik kakak!" Ify tercengang mendengar perkataan Rio, ternyata Rio dan Sion adalah adik kakak mungkin semua orang pun terkejut jika tau, secara Sifat mereka berbanding terbalik 360, dan selama ini juga tak ada tanda jika mereka berdua adalah kakak adik, keduanya pun acuh tak acuh saat bertemu seperti tak ada hubungan apapun.

"Adik kakak?" Ulang Ify.

Mario mengangguk, "Gak ada yang tau hanya sahabat gue dan elo yang tau hal ini!"

"Gue emang gak pernah akur sama Sion, dari kecil karena dia selalu ngerasa bokap gue lebih sayang ke gue dari pada sama dia, mungkin sebelum nyokap gue gak ada gue sama Sion masih bisa akur, tapi setelah nyokap gue gak ada Sion jadi makin hancur sering gak pulang kerumah, tawuran dan sekarang semuanya makin runyam gue sama Sion makin gak akur masalah nya satu, Perempuan!"

"Sion ngira gue ngerebut pacar dia, padahal gue sama sekali gak ada niat untuk ngerebut apapun!" Ify diam mendengarkan semua cerita dari Rio, ternyata latar belakang Rio cukup menyedihkan.

"Apa lo beranten sama Sion tadi karena Cewek?" Tanya Ify hati hati.

"Iya, dia ngira gue deketin pacarnya untuk ngerebut dia dari Sion!"

"Lo tau pacarnya Sion?"

"Sangat tau, dia gak baik buat Sion, gue cuma gak mau kakak gue jadi lebih buruk dari ini!"

"Mau gimana pun juga dia tetap kakak gue!" Ucap Rio.

"Kalo gue di kasih alat pemutar waktu, gue akan gunain untuk mutar waktu dimana nyokap gue masih ada dan gue akan berusaha untuk memperbaiki semuanya!" Ify menatap ibah Rio, dengan lembut Ify mengusap pelan pundak Rio untuk menenagkan laki laki itu.

"Yo, setiap masalah dalam hidup itu pasti ada hikmahnya, rencana manusia itu gak akan lebih idak dari rencana Tuhan, gue yakin masalah lo sama Sion pasti akan membaik!"

"Makasih, lo udah mau jadi pendengar!" Ify mengembangkan senyumnya.

"Makasih juga lo udah percaya sama gue untuk cerita ini!"

******

 tentang perkelahian Rio dan Sion tadi juga sampai ke kantin semua siswa dan siswi langsung berlari menuju lapangan untuk melihat, Sivia juga antara percaya atau tidak Mario terkait perkelahian dengan Sion, setelah membayar makanan ia dan Dayat juga menuju lapangan untuk melihat apa yang terjadi sebenarnya.

Saat tiba dilapangan Sivia langsung mendekat dengan sahabat sahabatnya
"Ada apa?"

"Sion biasa, tapi yang jadi lawanya sekarang Rio!"

"Kenapa bisa, bukanya tim basket lagi latihan ya?"

"Aduh Vi, gue juga rada kaget Sion yang tiba tiba ketengah lapangan mukul Rio!" Arah pandang Sivia langsung ketemgah lapangan, anak tim basket putra masih ada dilapangan tapi ia tak melihat ada Rio lagi disana.

"Terus, Ify kemana?" Tanya Sivia, pasalnya ia tak melihat sahabatnya yang satu itu.

"Gue gak tau, tiba tiba ilang!" Jawab Acha.

"Nyusul Rio mungkin!" Sambung Olivia, Sivia menganggukkan kepalanya wajar saja jika memang Ify menyusul Rio karena ia juga tau, sahabatnya itu memang mungkin sedang dekat dengan Rio, tapi belum mau berterus terang dengan mereka.

"Yaudah lah, kita kekelas aja!" Ajak Sivia, sahabatnya hanya mengangguk lalu mereka pergi menuju kelasnya.

Diarah yang berlawanan saat ingin kekelas mereka melihat ada Rio dan Ify sedang berjalan seperti juga ingin kekelas, bukan hanya Sivia tapi yang lainya juga tersenyum simpul melihat dua orang yang berada cukup jauh di depanya, Ify yang belum mau mengaku jika ia mempunyai rasa dengan si kapten basket.

"Uhuyy, kayak nya ada bau bau new couple ni di PB!" Ujar Olivia, saat Ify dan Rio sudah ada di hadapan mereka.

Rio hanya tersenyum "Bisa aja lo!" Ujar Rio.

"Bisa dong, kenapa enggak!" Ify hanya menatap kesal Okivia, kenapa sahabatnya itu selalu saja menggoda dirinya.

"Apaan sih Liv!"

"Kenapa sih Fy, cocok tau sama Rio!" Jawab Acha, Sivia, Agni dan Shilla hanya terkikik geli.

"Iyalah, cocok kan sama gue!" Jawaban Mario yang diluar ekspetasi Ify, Ify langsung melihat kearah Rio pria disampingnya itu bersikap biasa saja, karena senarnya ia juga senang menggoda Ify apa lagi melihat pipi gadis itu memerah karena ulahnya.

"Cocok banget, makanya buruan jadian heboh pasti PB, kapten basket udah gak jomblo lagi!"

"Ify banyal yang suka, lo lambat dikit aja di tikung sama yang belakang!"

"Yo, mending lo kekelas aja deh, gak usah di dengerin kata mereka berdua gak jelas semua!" Ujar Ify cepat, jika tidak entah apa lagi yang akan dikatakan oleh Acha dan Olivia.

Rio tertawa pelan "Gapapa Fy, bener kata mereka kalo gue lambat sedikit gue akan kehilangan lo!"

Acha dan Olivia langsung menutup mulutnya dengan telapak tangan mereka, sedangkan Ify gadis itu terdiam mendengar ucapan Mario, katakanlah jantungnya sekarang sedang berdebar sangat kencang.

'Ini tu baru romantis bukan kayak si tokek, pliss sisain satu kek dia'

"Gue berasa nonton drakor live part 2!" Ujar Olivia.

"Gue kekelas dulu, sekali lagi Thankyou Fy!" Ify hanya mengangguk kan kepalanya saja, ia melihat punggung Mario yang kian menjauh hingga benar benar hilang di balik pintu.

Ify langsung menangkup pipinya dengan kedua tangan nya, mungkin sekarang pipinya sudah benar benar memerah, lalu tanganya ia letakkan di dada ia merasakan jantungnya berdebar dua kali dari biasanya.

"Kalo lo jadian sama Rio, lo harus kasih gue pajak jadian!"

"Jantung gue hampir berhenti berdetak!" Lirih Ify.

"Ciee Ify, jadi fiks ni cinta bersemi di halte?" Agni yang dari tadi hanya menyimak ikut juga menggoda sahabatnya itu.

"Apaan sih, gak lucu tau nggak gue malu banget di depan Rio!" Dumel Ify.

"Tapi Fy bersyukur lo bisa dapet Rio romantis orangnya, gue juga mau satu yang kayak Rio!" Ujar Olivia.

"Lo udah ada kok!" Ujar Sivia.

"Bener, si Ray kurang romantis apa dia Liv?"

"Oh ya bener Ray juga romantis tau Liv, gue rasa kalo sampe lo berdua jadian akan jadi hot news!"

"Enak aja, Enggak!" Tolak Olivia.

"Hahaha.."

*****

Bersambung....

Rify comeback

A Piece of HeartTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang