Semua udah berubah.. Jangan anggap masih seperti dulu. Kita sudah bukan pasangan. Mengerti, lah..
-----------------
Gue udah selesai mengerjakan tugas Geografi. Gue merapikan tempat pensil dan buku cetak gue ke dalam tas. Buku tulisnya sengaja gue pegang supaya gue gak lupa untuk mengumpulkan ke ruang guru.Gue mengeluarkan handphone yang sedari tadi gue taruh di tas. Masih ada 15 menit lagi sebelum bel pulang.
Di notifikasi handphone gue, udah ada 20 notif line. 3 dari Reyhan, 13 dari Viana, dan 4 dari official accounts.
Gue kaget melihat notif line Viana. Gue mengernyitkan dahi.
Devon melihat gue yang tampak bingung. Dia pun bertanya.
"Sha, liat apaan sih lo sampe kayak gitu dahinya?" tanya Devon penasaran.
"Gak liat apa apa," jawab gue singkat.
"Cewe ngomong gitu tuh bohong kan, ya artinya," ujar Devon. Dia menarik lengan gue kearah kasur.
"Liat apaan sih?" tanyanya lagi.
"Ih, main tarik tarik aja lagi," balas gue.
"Ya abis penasaran sih," dia berkata sambil mengambil handphone yang gue pegang. Dia mencoba membuka password line gue.
"Password line nya apa, Sha. Udah diganti ya?"
"Udahlah, udah lama banget kali kita putus masa gue tetep gak move on sampe masih pake password yang dulu," jawab gue.
"Oh, jadi lo udah move on dari gue. Secepet itu ya, lo move on. Seinget gue sih, Reysha itu tipikal cewe yang susah mencintai dan susah melepaskan. Atau mungkin gue terlalu menyakitkan untuk dicintai sampe sampe lo secepat itu melepaskan gue."
Dia berkata begitu tajam. Gue segera merampas handphone gue kembali.
"Bisa bisanya lo masih inget perkataan gue yang dulu, Dev," kata gue.
"Bisa gak sih, kita jadi temen yang bener bener aja tanpa harus ngomongin masa lalu?" gue meminta.
"Kayak gue sama Jovi. Dulu gue pernah pacaran tapi gue jadi sahabatan sama dia sekarang. Menurut gue dengan gak membahas masa lalu itu kita jadi bisa fokus ke depan," tambah gue lagi.
"Kalo gue sih gak bisa, Sha. Menurut gue dengan membahas masa lalu kita jadi bisa memperbaiki diri kita buat masa depan," jawabnya.
Jawaban itu seperti boomerang untuk gue. Gue hanya membalas dengan senyum simpul.
"Gue kumpulin buku geo dulu, ya. Nanti gue kesini lagi. Gak usah kemana mana. Tas lo sama tas gue ada disini."
Gue pun segera pergi ke ruang guru, gue juga membawa handphone gue. Sambil berjalan menyusuri koridor untuk ke ruang guru, gue membuka pesan line Viana.
Viana: Woy
Viana: jawab line nya ka reyhan dong lo
Viana: astaga
Viana: jangan bilang lo lagi berduaan doang di uks sama si ganteng
Viana: yatuhan
Viana: tadi ka rey ngeline gue bilang minta tolong suruh lo jawab line nya
Viana: gue diemin
Viana: gue diemin 20 menit doang
Viana: terus gue gak tahan buat jawab
Viana: eh kepencet deh
Viana: kejawab
Viana: terus gue panik kan
Viana: gue jawab gini "hehe iya kak😀"

KAMU SEDANG MEMBACA
Antara Mantan dan Pacar
Teen Fiction***** Reysha, tipe cewe yang susah jatuh cinta tapi sekalinya suka dan cinta sama seseorang bakal setia dan susah move on. Ketika Reysha udah mulai move on dan menyukai kakak kelasnya, bayang bayang mantan mengikutinya. Apa yang akan terjadi selanj...