11. Nonton Bioskop

105 3 0
                                    

Teet... Teet
Bel pulang berbunyi.

Setelah semua buku telah dimasukkan ke tas, Viana langsung menggadeng tangan gue.

"Jadi nih, ya nonton?" Viana memastikan.

"Jadi. Eh jadinya nonton apa?" tanya gue.

"Adam gak mau Despicable Me. Dia bilang nonton The Conjuring 2 aja."

Gue langsung menggigit bibir bawah gue. Gue aja takut film horror. Terakhir kali gue nonton film horror itu pas masi pacaran sama Devon. Itu aja gue ketakutan setengah mati.

"Gila lo, ya kali gue nonton horror," kata gue.

"Ayolah. Sekali kali lo rasain gimana nonton horror lagi. Gue ngajak kayak gini juga biar lo lupa sama Reyhan," balasnya.

Benar juga sih, kalo gue nonton horror siapa tau bikin gue gak kepikiran Reyhan sampe seminggu ini biar gue cukup tenang kalo gak liat Reyhan seminggu ini.

Gue pun memberanikan diri menerima tawaran Viana. Devon yang terbiasa nguping pembicaraan gue sekarang melakukannya lagi.

"Sha, gue bisa temenin lo nonton sebagai temen dan sebagai mantan," kata Devon.

Gue memikirkan tawaran Devon.

"Gak usah. Gue gapapa, kok," tolak gue. Dia hanya tersenyum. Entah apa arti senyumannya itu.

"Reysha, ayo! Adam udah didepan kelas."

Gue dan Viana berjalan keluar kelas.

"Hai, kak Adam! Gue jadi nyamuk ya, nanti pas nonton," sapa gue ke Kak Adam didepan kelas.

"Iya iya. Santai aja kalo sama kita," balas Adam. Sepertinya Viana sudah bercerita masalah mengenai gue dan Reyhan.

"Lo serius naik mobil sendiri?" tanya Kak Adam ketika melihat gue memegang kunci mobil.

"Gue bawa tadi soalnya. Masa mau gue tinggal disekolah," jawab gue.

Sesampainya di parkiran gue melirik kearah mobil Reyhan. Masih ada. Tandanya dia belum pulang. Mungkin ada rapat atau apapun itu yang berhubungan dengan OSIS. Gue pun membuka pintu mobil gue.

"Gue jalan ke mall duluan ya. Nanti ketemu di parkiran aja," usul gue. Viana hanya mengacungkan jempol. Kemudian pasangan itu masuk ke mobilnya Kak Adam.

Gue melihat ke spion mobil, jarak antara mobil gue dan mobil Adam gak beda jauh.

Setelah sampai di mall, gue memarkirkan mobil gue di basement. Gue keluar dari mobil dan mencari dimana mobil Kak Adam di parkirkan. Setelah terlihat, gue pun mendatanginya.

"Ayo," ajak gue. Adam mengunci mobilnya dan kita pun segera menaiki elevator.

"Vi, kamu mau makan apa?" tanya Kak Adam.

"Aku mau makan udon, hehe," Viana menjawab sekaligus dengan cengar cengirnya.

"Lo mau makan apa, Rey?" tanya Kak Adam ke gue.

"Ikut aja gue mah," jawab gue santai.

"Yaudah. Kita beli tiket dulu tapi ya," kata Kak Adam. Kita pun berjalan kearah bioskop. Agak ramai tapi kita tetep membeli tiketnya.

Antara Mantan dan PacarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang