Enjoy🤗
DLDR!!
SiDers?Go Away😒
.
.
.
.
.
.
.
.Semua nya akan ia korbankan, yang terpenting saat ini adalah keadaan Wayo yang berada di dalam dekapan nya. Iya yakin saat ini tengah mengambil jalan yang benar menuju mobil nya yang terparkir jauh di dekat jalan sana.
Kaki dan tangan nya yang sudah seperti mati rasa tak sedikitpun ia hiraukan. Dengan melihat keadaan Wayo perasaan nya hancur seketika. Wayo nya terlihat begitu lemah saat ini.
" Bertahanlah Sayang.. "
Gun mengernyitkan alis nya melihat situasi di luar mobil nya. Mobil nya ia parkirkan sudah dekat dengan tempat yang ia ketahui disinilah Park akan menjemput Wayo, ia takkan salah dengan semua itu. Bahkan Phana sudah beberapa kali mengatakan lokasi ini padanya.
Tapi bukan itu masalah nya saat ini, Masalah nya kenapa jalanan ini begitu sepi dan matanya tak dapat menemukan keberadaan satu orang pun di sekitar sini.
" Ada apa ini ? "
Firasat nya tiba-tiba berubah dalam sekejap, Perasaan nya berubah menjadi tak karuan. Dengan cepat ia memutuskan untuk segera keluar dari mobil nya.
Jalanan ini begitu gelap dan dingin. Pandangan nya tidak menemukan apapun di sekitar tempat nya berdiri. Tapi, saat ia melangkah satu langkah kedepan, tiba-tiba ia kembali menghentikan langkah nya saat retina nya menemukan sesuatu di depan nya.
Sebuah tubuh seorang pria tergeletak tak jauh di depan nya. Dengan gerakan siaga ia berjalan menghampiri tubuh yang sepertinya sudah tak bernyawa itu. Dengan gerakan cepat ia sedikit menggeser tubuh itu hingga terlentang menghadap langit.
Gun kenal dengan wajah ini, Ya, ia sangat kenal dengan wajah ini. Bukankah lelaki ini yang telah menembak Adik nya pada malam itu?
Pistol yang berada di tangan nya ia masukan kembali kedalam saku celana nya, tubuh nya membungkuk untuk memeriksa keadaan pria di bawah nya. Tapi sebuah gerakan pada tangan pria itu menghentikan aksi nya, lengan pria itu tiba-tiba mencengkram lengan nya dengan tenaga yang tak berarti.
" Akhirnya.. k..kau datangh..akh "
Mata Gun melebar saat melihat kedua mata pria itu terbuka dan langsung menatap nya.
" Apa kau baik-baik saja ? Hey!! "
Bee tak menjawab, malah lengan nya semakin menarik lengan Gun seakan-akan menyuruh nya untuk terus mendekat
" A..ku.. Janganh..kau per..dulikan.. "
" Gu..nh .. "" Is..trih mu.. S..san telah mem..membawahnya..akh.. "
" Ph..ana dan.. Wa..yo dalam.. Baha..ya.. "
Dengan tersendat-sendat dan sekuat tenaga yang ia miliki,Bee harus mengatakan semua ini pada Gun. Bagaimana pun Gun harus mengetahui ini. Gun masih terdiam dengan sunyi. Ia masih mencerna perkataan pria yang saat ini masih menyentuh lengan nya itu.
" Ma..afkan aku.. "
" Hey!! Sadarlah..!! Hey!! Hey!! "
Percuma saja,Gun berusaha menyelamatkan pria itu dengan terus membangunkan nya, tapi Bee sudah tak memberikan respon lagi padanya.Tubuh nya terduduk di atas aspal yang begitu dingin dengan pandangan kosong.Jadi,Pria ini sedari tadi menahan rasa sakit nya karena menunggunga untuk datang ke sini dan memberitahukan semua yang telah terjadi sebelum nya di sini.

KAMU SEDANG MEMBACA
Gambling Love's
Fanfiction" Jika aku menang, aku tak ingin yang lain, kita taruhkan dia " Tunjuk Phana pada seorang pria bertubuh mungil yang sedang berdiri di bawah sana. " Ouw, Phana. Oke kita pertaruhkan dia, jika kau menang kau bisa memiliki dirinya, tapi jika kau kalah...