Hai aku kembali lagi, sebelumnya aku minta maag karena telat update.. Dan makasih juga yang udah baca dan komen.. Thank u soo much 😘😘
Enjoy!!
DLDR!!
Setiap pertemuan pasti selalu ada perpisahan. Begitulah istilah itu selalu di sebutkan oleh Orang-orang. Tapi tidak seperti ini yang Phana ingin kan.
Ia bahkan belum bisa bersama dengan Wayo dalam waktu yang lama. Lalu bagaimana bisa ia berpisah begitu saja dengan Wayo.
Ia kadang selalu berfikir, Kenapa ayah nya melakukan semua ini padanya dan juga kakak nya. Apa salah nya jika ia mencintai laki-laki?
Untuk apa ia berhubungan dengan seorang wanita jika hatinya tidak bahagia? Sedangkan ia dengan Wayo, ia merasa begitu bahagia, itulah yang saat ini ia inginkan.
Laki-laki mungil itu, ia menarik paksa Wayo dalam kehidupan nya, dengan alasan ingin menghancurkan mantan sahabat nya itu. Tapi memang, karma itu selalu datang kepada orang yang telah membuat sebuah kesalahan.
Ya, Bukan nya ia menggunakan Wayo untuk menghancurkan Park, ia malah berbalik ingin memiliki nya dan tidak pernah ingin sedikitpun melibatkan Wayo dengan Park lagi.
Tapi mana? Setelah ia berjuang dengan keras, dan mengorbankan segalanya di bangkok untuk pergi ke sini, ia malah kembali bertemu dengan ayah nya.
Phana di paksa duduk oleh salah satu anak buah ayah nya. Sedangkan matanya tidak bisa lepas dari sang ayah yang kini tengah duduk dengan kaki yang menyilang di hadapan nya.
Jika ia bisa memilih, bisakah ia membenci ayah nya?
Phana melihat Ming yang saat ini tak jauh darinya sedang berdiri di samping Forth. Sedari tadi ia tak melihat sedikitpun ciri-ciri keberadaan Wayo dan Beam.
" Kau benar-benar keras kepala Phana " Atensi nya teralih saat suara ayah nya terdengar di telinga nya.
" Kau pikir ayah tidak akan menemukan mu bukan. ?"
Forth dan Ming bisa melihat saat ini Phana tengah menahan kekesalan nya pada sang ayah, tidak sulit untuk mengetahui itu.
" Aku keras kepala karena menurun dari sifat mu "
Tuan Kong awalnya terkejut mendengar ucapan putra bungsu nya ini, bahkan sekarang Phana berani berbicara padanya." Ya.. Kau benar, kau memang mirip dengan ku, sangat mirip, "
Tuan Kong berdiri dari tempat duduk nya kemudian berjalan ke arah Phana dengan matanya yang tak lepas dari putra bungsu nya itu." Aku dulu mungkin lebih parah darimu," Phana terheran melihat ayah nya yang kini duduk di samping kirinya, Apa yang tengah ayahnya bicarakan saat ini? Pikirnya.
" P' Pha..? "
Suara itu, bukan kah itu suara Wayo? Ya, Phana sangat mengenal suara ini, ini suara seseorang yang sangat ingin ia lihat saat ini.
Phana segera berdiri untuk mencari arah sumber suara itu. Ia terus mengalihkan pandangan nya kesegala arah, sampai matanya menemukan pria kecil itu berdiri di samping seorang wanita yang sangat ia kenal.

KAMU SEDANG MEMBACA
Gambling Love's
Fanfic" Jika aku menang, aku tak ingin yang lain, kita taruhkan dia " Tunjuk Phana pada seorang pria bertubuh mungil yang sedang berdiri di bawah sana. " Ouw, Phana. Oke kita pertaruhkan dia, jika kau menang kau bisa memiliki dirinya, tapi jika kau kalah...