Twenty-Seven

2.1K 312 68
                                    


Enjoy🤗

DLDR!!

SiDers?Go Away 😒

.
.
.
.
.
Maaf ingkar janji lagi, abis aku bandel kemaren,Segala hp di sita Dokter ..

Maaf ya, Makasih banyak buat semua do'a kalian..
Makasih juga udah terus support FF ini 🤗🤗🤗

Sekali lagi, Maafkan Aku ya 🙏


Wayo terus berlari sembari memegang perut nya yang sudah terasa sakit lagi,Walaupun ia tak tau saat ini ia tengah berada di mana, Tapi ia harus pergi jauh sebelum Park menemukan nya.

Ia sangat bersyukur setidak nya Bee masih memeliki hati nurani dan mau membebaskan nya, Ia takkan pernah melupakan jasa pria itu selamanya.

" Haaah..Haahh..Dimana aku?"

Wayo menepikan tubuh nya ke arah sebuah pohon yang tak jauh berada di dekat nya,ia sungguh lemas tak kuat menahan topangan tubuh nya lagi.

" P'Pha.. Tolong aku.."

Perut nya sungguh terasa nyeri,kepala nya begitu pusing, Wayo jatuh terduduk di atas tanah basah itu dengan tangan yang masih mencengkram perut nya yang masih terasa menyakitkan.




Bee menepikan mobil nya pada sebuah trotoar di samping jalan. Tangan nya masih terkepal di kemudi mobil yang sedang ia kendarai,
Wayo,
Kali ini ia berfikir,Ini adalah keputusan yang tepat untuk nya. Bagaimana pun, kali ini ia harus teguh dalam pendirian nya, Untuk Park ia akan memikirkan cara untuk mengatasi pria itu.

" Tuhan..aku memang bukan lah pria baik-baik, Tapi.. Kumohon selamatkanlah pria kecil itu."






Phana menginjak pedal gas agar mobil nya dengan sangat kencang. Jam di tangan nya sudah menunjukan pukul 22.30. Tapi ia masih di perjalanan sampai saat ini, Ia belum bisa menemukan Wayo nya.

" Forth di mana kau ?!"

" Tunggu aku, Dalam 5 menit aku akan sampai.!! "

Mobil itu membelah jalanan yang sudah gelap di malam hari. Tidak ada yang Phana pikirkan selain Wayo saat ini. Entah kenapa hati nya sungguh tidak tenang sedari tadi .

Tuhan..

Kumohon..

Selamatkan Wayo ku ..








Park berdiri di samping jalan dengan pistol di kedua tangan nya, ini sudah lebih dari jam yang telah Bee janjikan padanya, Tapi sampai saat ini anak tangan kanan nya itu belum juga menampakan dirinya bersama dengan Pria kecil yang telah menjadi obsesi nya.

" Tuan..? "

Tangan kanan Park terangkat menghentikan ucapan salah satu anak buah nya itu.

" Diam. kita tunggu 10 menit, Jika dia belum sampai juga, Kau cari mereka. "
Anak buah itu hanya mengangguk dan kembali berjaga-jaga di dekat tubuh Park.



" Song kau tinggalah disini bersama Ming, Pulanglah lebih dulu, Aku akan baik-baik saja." Gun menyentuh tangan Song saat tubuh keduanya berdiri di samping mobil. Ming berdiri tak jauh sedang memerintahkan beberapa anak buah Ayah teman nya untuk membereskan semua kekacauan yang telah terjadi.

" Tapi.. Biarkan aku ikut, Kau tidak tau P', Lelaki brensek itu telah merencanakan sesuatu dengan pria yang telah menculik Wayo, Kumohon, aku hanya ingin tau keadaan Wayo.. "

Gambling Love'sTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang