Tampil Acapella

1.7K 67 0
                                        

Maka karena suasana di sana tak kondusif, kami putuskan untuk pindah tempat latihan ke masjid. Suasana di sumber acara sayup-sayup terdengar. Di masjid itulah kami duduk melingkar.

"Oke, sebelum kita mulai latihan, mari berdoa dulu..." Dani mengusulkan, "oke, Bar, pimpin doa..."

"Euh, sugan teh ente nu bakal mimpin..." Akbar aga protes. Dani malah cengengesan. "Mari, untuk kelancaran latihan dan tampil, kita berdoa ya. Berdoa dengan cara... Islam dimulai,"

Aku senyum dulu mendengar itu, kemudian berdoa. Maka latihanlah saat itu, sambil berdiri, latihan cukup baik. Lumayan. Uyuhan.

***

Kemudian Akbar mengeluarkan sarung dari tasnya dan beberapa tali rapia. Masjdi saat itu sedang kosong, hanya ada kami duduk melingkar di pojok masjid. Beberapa saat lagi sepertinya giliran kami.

"Keur naon ieu?" Azis bertanya, mewakili kami.

"Kostum..." jawab Azhar.

"Kostum kumaha?"

"Kita lingkarkan di sini..." Akbar berdiri sambil memberi contoh dimana sarung dilipat menjadi setengah ukuran kemudian dilingkarkan di pinggang dan diikat dengan rapia.

"Oh kitu... kumaha mun morosot?" Dani mengambil satu, kemudian mencoba memasangnya.

"makanya ada rapia, biar gak merosot..." Akbar meyakinkan. Maka semua mengambil sarung dan memasangnya. Termasuk aku.

***

Suasana acara pensi sudah ramai. Penonton duduk dengan rapi. Beberapa panitia sibuk berlalu lalang. Ada juri di tengah-tengah, yaitu mereka dari guru kesenian. Sementara Ali, sang MC sedang bercuap-cuap mengarahkan pembicaraan untuk memanggil grup kami.

Aku dan kawab-kawan sudah siap di pinggir panggung. Dani di depan diikuti Akbar bagian bass, kemudian aku dan disusul oleh Fahmi dan Faisal sebagai vocal dan di belakang Azis yang paling tinggi.

"Inilah dia... SHOLEDAT!!!" panggil MC bergemuruh. Kami naik disambut oleh riuh tepuk tangan penonton.

"A Fasisaaaaal!!!" ada beberapa siswi memanggil nama Faisal. Fans dia banyak.

"A Bismaaaa...." ada juga yang memanggil begitu, bermaksud memanggiku. Aku salting.

Kemudian kami mengambil mik yang sudah tergeletak dan mencoba mengeceknya, dan mencoba cek sound.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh.... kami Sholedat, sholeh dan taat, dari kelas sebelas akan membawakan lagu dengan acapella..." Dani memimpin untuk perkenalan. Sementara kami yang lain mengecek mik masing-masing. Setelah semua dirasa siap, tampillah kami dengan membawakan sepenggal lagu untuk check sound.

Suara tepuk tangan memeriahkan acara saat itu. Membuat saya semakin gugup sekaligus semangat. Maka masuklah lagu utama. Dari sekian banyak lagu yang dicoba saat latihan, entah kenapa kami lebih memilih lagu Steven Coconut Treez – Serenada. Lagu reggea yang kami cover secara acapella.

Kamu tahu apa yang terjadi ketika kami tampil? Semua orang menikmati lagu. Akbar bermain bass dengan asyik, Dani beatbox yang asyik dan juga Fahmi dan Faisal yang berbagi vocal satu dan dua dengan asyik. Saking asyiknya di atas panggung, kami bergerak ke kiri dan kanan dengan riang gembira. Dan semua menjadi semakin meriah ketika salah satu dari kami, sarungnya melorot. Petjah!

***

Dan, kami terus melanjutkan menyanyi hingga selesai—dengan seru, dan malu!


Aku Bukan DilanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang