Aku tak begitu paham dengan bagaimana cinta bekerja. Termasuk aku tak tahu bagaimana aku bisa suka padamu sesuka yang aku mampu. Namun, dari banyak definisi tentang cinta, dari bagaimana orang berbicara tentang itu, aku hanya bisa merasakannya.
Yaitu ketika saat orientasi dulu, saat aku baru saja lulus SD. Di sekolah yang sama, saat materi orientasi, duduk putra dan putri dipisah. Aku duduk berseberangan denganmu. Kamu kuingat terlihat pendiam dan malu. Aku hanya suka saja saat itu, dengan bagaimana kamu tersenyumm, memerhatikan materi, kemudian tatapan kita bertemu. Maka saat hal itu terjadi, aku memalingkan muka, berpura-pura menatap hal lain di sekeliling.
Aku tak tahu, bagaimana cinta bekerja. Yang aku tahu adalah bahwa kutemukan diriku saat jam pelajaran akan ijin sejenak untuk bisa melihatmu yang sedang olahraga, atau sesekali berpapasan tanpa sengaja. Untuk kemudian, aku akan merasa senang bukan kepalang. Aku akan kembali ke kelas dengan senyuman melengkung di wajah.
"Kunaon?" tanya si Dani saat melihatku senyum-senyum sendiri.
"Henteu..." aku menjawab sambil sedikit tertawa. Oh, mungkinkah begitu cinta itu bekerja? Membuatku seperti orang gila—yang senyum sendiri tak mengajak sesiapa. Entahlah.
Yang jelas, aku masih tak paham, bagaimana cinta bekerja. Pastinya, yang kulakukan adalah untuk bisa menjadi lebih 'terlihat' oleh banyak orang dengan melakukan yang biasa orang lain lakukan. Aku merasa bahwa dengan bergabung tim acapella, tampil nanti di acara pensi adalah salah satu hal yang bisa membuatku lebih terlihat olehmu.
Aku tak tahu apa-apa, dan masih bingung bagaimana cinta itu bekerja. Bila cinta itu bekerjanya bermain sulap, itu bisa menjadi mungkin karena itu adalah Cinta anaknya Uya Kuya.
Bila cinta bisa membuatku lebih baik, aku ingin jatuh cinta. Bila sekarang aku menjadi berusaha menjadi lebih baik, barangkali aku sedang jatuh cinta.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku Bukan Dilan
RomantikDear Viora, aku tahu, aku bukan Dilan yang bisa mengungkapkan perasaannya dengan terang-terangan. Mungkin tak seberani Dilan, tapi biarlah, setiap orang punya caranya sendiri untuk mencintai, bukan?
