Hari Penampilan

2.1K 74 12
                                        

 Pagi ini tak seperti pagi biasanya. Aku berangkat ke sekolah membawa kemeja untuk tampil di pagelaran Pentas Seni. Akhirnya, dari beberapa kali latihan di kelas, di rumahku, dan pernah juga latihan di masjid, kami merasa siap untuk tampil. Sejujurnya, aku sendiri merasa siap tak siap, disebabkan ini adalah pengalaman pertamaku tampil di depan umum, ditonton banyak orang.

"Kalem, bre..." ujar Dani sambil menepuk pundakku. Dia sudah pakai kemeja dan rapi. Azis dan Fahmi sedang mengganti seragam di kelas. Sedangkan Faisal dan Akbar baru datang dari sambutan di area utama.

Sekolah sudah ramai, saat itu. Terdengar suara Ali yang menjadi MC nya. Dari kelas sebelah yang sudah menjadi langganan menjadi MC acara angkatan kami. Dia sedang melawak dengan penuh percaya diri.

"Tampil jam berapa?" aku bertanya pada Akbar. Akbar melirik jam.

"Kita tampil keempat, sekarang sedang tampil yang pertama," jawabnya. Semua personel sudah kumpul. Aku semakin gugup.

"Latihan lagi sekali sebelum tampil?" Dani meminta saran.

"Boleh..." Faisal setuju, yang lain juga.

"Ya udah kita latihan..."

"Di mana?"

"Di toilet, sekalian ada kaca..."

"Oke..." aku hanya ikut saja. Sementara aku berjalan, suara riuh di atas panggung membuatku semakin degdegan.

"By the way... nama grup kita apa Bre?" Dani nanya ke Akbar. Akbar cengengesan. Kami sedang berjalan di lorong kemudian sampai di toilet.

"Sholedat Voice...hehe" jawab Akbar sambil cengengesan. Aku mengerutkan dahi sembari melihat ekspresi kawan-kawan.

"Haha.. naon eta?" Fahmi tertawa.

"Heuh, itu nama grup atau yang jatoh?" Azis menimpal.

"Atuh da bingung, jadi pilih Sholedat we, sholeh dan taat. Sementaun...." Akbar berargumen.

"Atuh teu keren bre euy ngaranna..." kata Fahmi.

"Heuh bre..." Azis mendukung.

"Geus lah, teu nanaon, ngaranna lucu... geus kagok didaftarkeun... teu nanaon kan ya Ram, Fai?" Dani menengahi. Aku hanya senyum, dan Faisal menyetujui. "oke, sekarang mending maksimalin dulu, kita coba sekali, terus kita tampil dengan maksimal..."

"Oke..."

"Solmisasi dulu..." pimpin Dani.

"Doooo....." Akbar membuka latihan pemanasan. Aku hendak masuk.

"Punten..." adik kelas menyelah kerumunan kami, hendak ke toilet. Azhar menutup mulut.

"Euh... moal baleg latihan di dieu mah..." kata Fahmi.

"Pindah ke masjid aja..." aku memberi saran.

"Di sini aja, biar menggaung suaranya... dan gak ngebuang waktu..." kata Fahmi. "Sok bar, ulangi..."

"Oke.. ehem.. ehem... doooooo....."

"Brrrt.... pluk!" sudara di balik toilet memotong.

"eeeuuuhh...."


Bersambung...

Aku Bukan DilanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang