5 - Jawaban dari perasaan

11.6K 744 21
                                        

Sudah seminggu ini Kakashi tidak melihat gadis bersurai merah muda itu. Apa ia sedang menghindarinya? Atau gadis itu sekarang membencinya karena kesalahpahaman saat di tempat latihan seminggu yang lalu.

Kakashi terus memikirkan kemungkinan yang membuat gadis itu menghindarinya.

Pria itu merasa ada yang hilang saat Sakura menghindarinya. Tapi ia tidak ingin mengakui bahwa pikirannya saat ini dipenuhi oleh gadis bersurai pink itu.

Tidak masuk akal kalau ia mencintai gadis itu. Ia tidak mungkin mencintai muridnya sendiri. Itu sangat tidak masuk akal.

Bagaimana pandangan orang-orang terhadapnya kalau ia mencintai muridnya sendiri?

Kakashi merasa dilema dengan perasaannya sendiri. Ia harus menyadarkan dirinya sendiri untuk tidak mengakui perasaannya terhadap Sakura.

Siang ini, ia memilih untuk makan di Ichiraku Ramen bersama Yamato atau yang lebih akrabnya adalah Tenzo.

"Kau terlihat banyak pikiran, senpai?" Tanya Yamato membuyarkan Kakashi dari pikiran-pikiran yang terus menyerbunya tentang Sakura.

"Hn."

"Apa kau ada masalah?"

"Tidak ada." Jawab Kakashi singkat seraya menyingkirkan tirai kecil dari hadapannya dan masuk ke Ichiraku Ramen.

"Sakura?" Yamato yang melihat satu-satunya gadis bersurai pink di dunia itu langsung mengenali Sakura saat melihatnya duduk dan memakan ramen pesanannya.

Merasa namanya dipanggil seseorang. Gadis itu berbalik untuk melihat orang yang memanggilnya.

Ia terkejut saat melihat Yamato. Bukan karena wajah pria itu yang menyeramkan, tapi karena pria yang berdiri tegap di sampingnya. Kakashi.

"Uhukk.. uhukk.." Seperti ada mie yang menyangkut di kerongkongannya. Ia butuh minum sekarang.

"Tidak usah terburu-buru makannya." Ucap Sai.

Sakura mengambil gelas airnya untuk menyegarkan kerongkongannya.

Sesuatu melintas dipikiran Sai. Ia mengusap-usap punggung Sakura lalu memukul punggung gadis itu dengan keras. Alhasil, Sakura makin tersedak saat meminum air untuk menyegarkan kerongkongannya.

Gadis itu menatapnya tajam.

"Apa-apaan kau, Sai? Kau mencoba membunuhku, ya?" Bentak Sakura.

"Dibuku yang pernah aku baca, jika seseorang sedang tersedak maka punggungnya harus dipukul agar makanan yang tersangkut bisa keluar." Ucap Sai dengan polos.

"Hahaha.. kau melihatku sampai tersedak begitu. Apa ada sesuatu di wajahku?" Tanya Yamato yang mengambil kursi di samping Sakura.

"Wajahmu terlalu seram, tau!"

Yamato membulatkan matanya saat Sakura membentaknya. Apa salahnya sampai ia ikut dibentak oleh gadis itu?

Sakura menyelesaikan makannya dengan sekali suapan. Ia bangkit dari kursinya dan meninggalkan tempat itu setelah membayar pesanannya.

"Sakura, tunggu." Teriak Sai lalu dengan cepat menyelesaikan makannya juga.

Tangan kekar menahan pundak Sai saat ia hendak berdiri menyusul Sakura.

"Tidak usah. Aku saja." Ucap Kakashi lalu meninggalkan Yamato yang memanggilnya tapi tak ia hiraukan.

Saat ini ia harus menemukan jawaban dari semua pertanyaan yang terngiang di kepalanya.

"Sakura." Panggil Kakashi. Ia mengejar Sakura yang mempercepat langkahnya saat tau kalau Kakashi mengikutinya.

"Oi." Kakashi berhasil menggapai tangan Sakura dan ditariknya gadis itu hingga menghadapnya.

SERENDIPITYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang