"Kalian sahabat ku dan akan terus menjadi sahabatku.
Apapun yang terjadi,walaupun masalah itu rumit... Kalian akan selalu berarti dalam hidupku..."
Arini azkia
***
Bella melihat rizal di ujung sana, senyumnya merekah, baginya melihat rizal seperti melihat separuh jiwanya..
Bella masih mengikuti langkah rizal yang tanpa arah. Rizal menyadari kehadiran bella.
Menurutnya bella memang bisa di bilang cantik, ralat sangat cantik, tapi bukan bella incarannya melainkan arini, ia harus menjalani misi ini sampai berhasil, sekarang rizal merasa risi dengan kehadiran bella.
"kenapa terus mengikutiku?"tanya rizal yang membuat bella terdiam.
"apa kamu marah jika aku mengikutimu?,aku tidak mengganggu hanya mengikuti saja. "tanya bella lirih.
Rizal melanjutkan langkahnya tanpa memperdulikan bella lagi,bagi rizal bella hanya mengganggu hidupnya, tujuannya cuma satu yaitu arini azkia.
Mata rizal berbinar kala ia menangkap sosok yang sedang ia kagumi tengah berjalan dengan membaca buku, sungguh cantik menurut rizal, sosoknya yang dingin membuat aura wanita itu semakin meluluhkan hati rizal.
Tanpa ragu rizal melangkah mendekati wanitanya,lebih tepatnya memaksa menjadi wanitanya.
"hay... "sapa rizal.
Arini mendongkakan wajahnya sekedar melihat orang yang menyapanya, lalu perhatiannya terfokus pada bella yang menatap sedih rizal.
Arini mendengus kesal,ia tak habis pikir mengapa bella rela mengejar laki laki yang bahkan tak mengharapkannya.
"nih ada roti buat kamu."ujar rizal
yang membuat arini semakin kesal dibuatnya,karna arini tau roti itu dari bella ia melihat sendiri bella membelinya,dan lagi lagi arini mendengus kesal.
Lagi lagi arini melihat bella juga sedang memegang roti yang sama.
"sudah ku duga...ini roti yang tadi bella beli"dalam hati, dan kali ini arini semakin yakin bahwa rizal memang bukan pria yang baik.
Tanpa menjawab atau menerima permberian rizal arini berlalu meninggalkan mereka berdua, tapi pandangannya tak pernah luput dari bella sahabatnya yang jelas terlihat sedih.
"jika kamu tidak menyukainya,buang saja"ujar bella berlalu meninggalkan rizal.
"kenapa dengan dia, sudahlah. Sekarang aku harus berpikir bagaimana langkah selanjutnya mendekati arini"ujar rizal percaya diri.
Bella berdiam diri di taman merenungkan semua yang baru saja terjadi.
"dia menyukai sahabatku, tapi kenapa harus arini?, apa mungkin aku harus bersaing dengan sahabat yang paling aku sayangi?,kenapa harus salah satu dari sahabatku rizal?"bella meratap mengenai nasibnya.
"tidak aku tidak boleh menyerah... Arini sahabatku dan rizal aku harus merebut hatinya dari arini"ujarnya menyemangati diri sendiri.
***
Arini tengah menikmati hidangan makan siang yang sudah di sediakan oleh sekolah elit itu,dan sesekali memainkan notebooknya.
Tak lama sarah datang dengan napas yang terengah engah, arini menatap sarah heran.
"pria bodoh itu hampir saja membunuhku.. Oh tuhan lelahnya."keluh sarah setiba di hadapan arini
"aku rasa dia cocok untukmu"ujar arini tersenyum dan memberikan minuman pada sarah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Andra dan Arini
Teen Fictioncinta yang terlalu banyak pertentangan dan pengorbanan. mengisahkan tentang 2 remaja yang bersekolah di sebuah sekolah asrama yang terkenal dengan peraturan yang ketat dimana mereka mengerti akan arti persahabatan,keluarga,cinta dan kebersamaan... ...
