"Aku tau....
Aku tak sesempurna dia
Tapi aku memiliki cinta untuk menyempurnakan kata kita.
Karena ketulusan ini benar adanya"
Bella
***
Karena ulahnya rizal mendapat hukuman dari kepala sekola, karena arini melapor, memang sudah sepatutnya rizal untuk di laporkan pada guru.
Ia yang mendapatkan tugas mencuci piring dari pak samsul sang wali kelas, rizal tak henti hentinya menggerutu,karna selain lelah nilai yang telah ia dapatkan dengan susah payah, hanya keberuntungan yang bisa membuat dia mendapat petingkat satu.
"sial sekali aku ini, bahkan dia juga menjauhiku, apa dia sekarang membenciku?"ujar rizal masih sibuk dengan busa busa di tangannya.
Dia yang dimaksud rizal adalah bella... Sepertinya rizal mulai menyadari perasaannya.
"tapi kenapa dia menjauhiku?,
bukankah dia mengatakan kalau dia menyukaiku?" ujar rizal masih sibuk dengan gerutuannya.
"argghhh aku bingung." teriaknya prustasi.
Tanpa ia sadari ada satu piring yang terlepas dari genggamannya sehingga piring itu sukses mendarat ke lantai putih itu.
"aduh bodohnya aku"ujar rizal menyesali perbuatannya.
Saat rizal tengah memunguti pecahan piring, tangannya tak sengaja tergorek pecahan tersebut.
"sial nya....aduh kenapa aku hari ini sial sekali sih! ini semua karna kecerobohanku,seharusnya aku tak mendengarkan si bodoh itu,ck..."lagi lagi rizal berdecak kesal.
Rizal berusaha mengobati tangannya sendiri tapi ia sedikit kesulitan menggunakan satu tangan untuk menghapus darah itu.
Rizal yang awalnya masih sibuk dengan lukanya menatap sepatu yang ada di hadapannya, ia mendongkakan agar melihat siapa pemikik sepatu yang tengah berdiri di hadapannya.
"kamu?"ujar rizal sedit kaget melihat orang yang mempunyai tatapan teduh itu.
Bella tersenyum, senyum tulus.
Tanpa ada pembicaraan bella dengan telaten mengambil alih tugas rizal, ia sungguh piawai mengobati luka rizal, rizal menatap bella lekat,tapi bella sama sekali tak terpengaruh ia masih telaten mengobati rizal.
"kenapa dia diam? Dia cantik walau tak secantik arini, tapi kenapa dia sangat baik, aku sudah mencampakannya tapi dia masih baik padaku"ujar rizal dalam hati.
Rizal terus bertanya dalam hati,hatinya terenyuh melihat bella yang sangat baik padanya, sikapnya sudah sangat keterlaluan kepada bella,tapi bella tetap saja bersikap baik.
Rizal tersenyum menatap bella.
Aku menemukanmu.
"jangan mengobati sendiri, jika kamu kesulitan.
Ada hal yang tidak bisa kamu lakukan sendiri." ujar bella lembut.
Rizal terpaku dengan perkataan bella.
Tanpa menghiraukan rizal bella segera mencuci sebagian piring yang belum di cuci.
"terimakasih"ujar rizal berniat mengambil alih tugasnya kembali.
"tidak usah biar aku yang melakukan, setidaknya aku bisa membantu walau sedikit."ujar bella tersenyum manis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Andra dan Arini
Teen Fictioncinta yang terlalu banyak pertentangan dan pengorbanan. mengisahkan tentang 2 remaja yang bersekolah di sebuah sekolah asrama yang terkenal dengan peraturan yang ketat dimana mereka mengerti akan arti persahabatan,keluarga,cinta dan kebersamaan... ...
