20 - Duduk Bareng Atha

3.3K 156 2
                                        

"Gi, gua duduk bareng Sheren ya. Kasian dia sendirian," ucap Quella dan aku hanya mengangguk, membiarkan Quella duduk bersama Sheren. Akupun sudah terbiasa ditinggal seperti ini, duh kok aku jadi baper ya.

Aku memperhatikan siswa-siswi kelasku yang mulai berhamburan masuk.

"Saya duduk di sini boleh?" tanya Atha, yang sedang berdiri di samping mejaku.

"Duduk aja," kataku seraya mengeluarkan novel dari tasku.

Sedangkan Atha memilih duduk dan diam memperhatikan papan tulis di depan, yang belum ada coretan apa pun dari guru. Sepertinya bu Ane, akan telat hari ini.

"Tha," panggilku.

"Hm," gumam Atha membuatku menengok, Atha hanya berfokus pada papa tulis. Menyebalkan.

"Lu marah?" tanyaku yang tidak terbiasa dengan sikap diamnya Atha.

"Nggak," jawab Atha cepat.

Dahiku berkerut, "Tapi lu ngediemin gua, itu tandanya lu marah," ujarku dengan menatap Atha.

Atha menengok menatapku, "Saya bukan perempuan yang kalau diem berarti marah."

Aku memberenggut kesal mendengar jawabannya.

"Ya, terus lu kenapa?" tanyaku lagi yang belum puas akan jawabannya.

"Kenapa apanya? Saya nggak harus bilang 'nggak' kan untuk membuktikan saya marah atau tidak," jawab Atha dengan penekanan disetiap katanya.

"Nyebelin," cibirku dengan kesal.

"Pasti lu lagi pms ya," celetukku asal, dan membuat Atha menengok menatapku sinis.

"Saya laki-laki mana ada yang namanya pms, aneh kamu," ucap Atha dengan cepat dan bu Ane pun masuk ke dalam kelas.

Pelajaran dimulai, aku dan Atha hanya diam. Tidak mengeluarkan suara apa pun.

****

Hola💓 selamat hari Rabu. Pendek? Sambung besok ya, hehe.

Salam manis
Fadillah A😚

Giandra [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang