Pagi-pagi aku sudah berangkat ke sekolah. Berharap Atha sudah datang, dan aku bisa menjawab pertanyaannya lebih cepat. Agar tidak merusak konsentrasiku saat belajar nanti.
Dan beruntung, Atha sudah ada di kelas. Hanya ada aku dan Atha di dalam kelas, Atha tersenyum padaku dan aku balas dengan senyuman kikuk.
"Pagi, Gi," sapa Atha dengan senyum sumringah.
"Pa-pagi," jawabku gugup.
"Tha," panggilku.
"Iya kenapa?" tanya Atha, dan aku menundukan kepala.
Menyusun tiap kalimat yang terlintas, agar menjadi kata-kata yang tidak menyakitkan saat aku menjawab pertanyaan Atha. Karena aku tidak mau ini akhir dari pertemananku dengan Atha.
"Kamu kenapa?" tanya Atha yang mungkin mengerti gerak-gerikku.
Aku menarik nafas, lalu mengembuskannya perlahan.
"Tha, soal kemarin. Maaf gua nggak bisa," kataku, dan tidak berani menatap Atha aku tahu pasti Atha kecewa karena jawabanku.
Tapi itu lah yang hatiku katakan, aku tidak mau menerima Atha hanya karena rasa kasihan atau lainnya yang bisa menyakitkan Atha lebih dalam dari sekarang.
"Nggak papa, saya paham," jawab Atha, suaranya mengecil tidak seperti tadi.
Dengan penuh keberanian aku mendongak, raut wajah Atha pun berubah seketika tidak sebahagia saat menyapaku beberapa menit lalu.
"Maaf," ucapku.
"Nggak papa, tenang aja," jawab Atha dengan tersenyum. "Kalau kita ditakdirkan untuk bersama, entah besok atau kapan kita akan bersatu lagi kok."
Ucapan Atha membuatku sedikit lega, karena Atha tidak marah kepadaku.
"Makasih, lu udah mau ngertiin gua," ucapku dengan tersenyum.
"Sama-sama," ucap Atha.
Setidaknya status teman lebih baik dari status pacaran.
****
Kasian Atha, sabar ya Tha.
KAMU SEDANG MEMBACA
Giandra [Completed]
Cerita Pendek(Perfect cover by @alphagraphic) Giandra Claretta, gadis pintar dengan wajah cantik. Dipertemukan dengan Atha, laki-laki yang menurut Giandra sangat asik. Giandra tidak mempercayai sebuah cinta dengan waktu singkat, tetepi bagi Atha itu semua bisa t...
![Giandra [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/133110706-64-k868274.jpg)