Setelah tiga hari aku tidak masuk sekolah, alias meliburkan diri sendiri. Akhirnya aku bisa kembali menginjakkan kakiku di SMA Patimura, karena keadaan Noi yang sudah sembuh total.
Kangen. Itu yang ada di benakku sekarang, kangen akan keadaan kelas yang membuatku nyaman. Apa ada berita baru di kelasku?
Aku memasuki kelas yang pagi ini masih terlihat sepi, karena jam masih menunjukan pukul 06.10. Malam tadi Quella dan Sheren tidak menginap di rumahku karena ada Bang Gio, entahlah mereka malu katanya jika ada Bang Gio.
Aku duduk di bangkuku, sambil membuka novel. Melihat ke arah pintu masuk, ada seorang laki-laki yang wajahnya tidak aku kenali. Siapa dia? Setahuku saat terakhir aku masuk tidak ada dia.
Laki-laki tersebut menatapku, aku balik menatap lalu tersenyum. Dia menghampiriku, duduk di meja belakangku. Aku terlalu ge-er sampai berfikiran jika laki-laki tadi menghampiriku.
Sheren dan Quella memasuki kelas dengan tersenyum.
"Pagi Gia," sapa Quella. "Eh, ada Atha juga, pagi."
"Pagi," sapa laki-laki bernama Atha.
Sheren duduk di sampingku, setelah duduk aku langsung mengajukan pertanyaan.
"Dia siapa?" tanyaku dengan penasaran.
"Oh dia, namanya Atha pindahan dari Bandung. Atha pinter loh, Gi hati-hati lu dibalap sama dia," ucap Sheren menakut-nakutkan diriku.
"Enggak akan," kataku.
Tapi dalam aku berdoa agar omongan Sheren tidak terjadi. Aku jadi penasaran sepintar apa sih laki-laki bernama Atha itu. Ingin sekali aku berputar badan, mengajaknya berkenalan dan mulai mencari tahu sepintar apa dia.
Tapi aku nggak punya cukup keberanian untuk melakukan hal itu, payah. Ya, sebut saja aku payah. Karena nyaliku tidak sebesar siswi-siswi jagoan yang berani menantang laki-laki.
Kringggggg
Bel masuk berbunyi, membuat semua siswa-siswi memasuki kelas. Sekarang pelajaran Bu Vallen, guru termuda di SMA Patimura. Jika ada nominasi guru termuda serta tercantik, seratus persen Bu Vallen akan menjadi juara dinominasi tersebut ha ha.
"Selamat pagi anak-anak," sapa Bu Vallen lembut.
"Pagi, Bu," jawab siswa-siswi serempak.
Aku memperhatikan Bu Vallen yang terus melihat ke arah belakangku. Tepatnya melihat ke arah Atha, karena duduk Atha persis sekali di belakangku.
"Ada siswa baru ya?" tanya Bu Vallen, membuat semua tatapan tertuju pada laki-laki yang sedang menatap buku yaitu Atha.
"Coba dong siswa baru perkenalkan diri kamu," kata Bu Vallen.
"Atha," panggil Arzan laki-laki yang duduk di samping Atha.
"Kenapa?" tanya Atha santai.
"Itu lu disuruh ke depan sama Bu Vallen."
Aku menengok ke belakang. Atha berjalan ke depan dengan tersenyum ramah. Senyumnya punya khas yang berbeda.
"Hai, perkenalkan nama saya Atha Bintang Arbecio. Saya pindahan dari Bandung, semoga semua bisa menerima saya dengan baik," ujar Atha dengan tersenyum.
Namanya Atha Bintang Arbecio. Nama yang bagus, aku memilih membaca buku. Mengabaikan siswi-siswi yang mulai bergumam akan manisnya senyum Atha.
Iya aku akui senyum Atha sangat manis. Melebihi gula bahkan ha ha, beruntung saja tidak ada semut di kelas ini. Jika ada bisa dikerubungi oleh semut dia. Aku berlebihan? Tapi itu kenyataannya.
****
Jangan lupa vomentnya guys😊
KAMU SEDANG MEMBACA
Giandra [Completed]
Short Story(Perfect cover by @alphagraphic) Giandra Claretta, gadis pintar dengan wajah cantik. Dipertemukan dengan Atha, laki-laki yang menurut Giandra sangat asik. Giandra tidak mempercayai sebuah cinta dengan waktu singkat, tetepi bagi Atha itu semua bisa t...
![Giandra [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/133110706-64-k868274.jpg)