Belajar Bersama Pria Arrogant

4.4K 175 1
                                        

Debby mengucek pelan matanya saat terpaan hangat sinar mentari pagi mengenai matanya lewat celah-celah jendela kamarnya yang terbalut tirai berwarna pink, gadis itu sedikit mengeliat hingga akhirnya dua matanya itu terbuka sempurna.

"Selamat pagi dunia.."

Debby mengeliat kecil dan membuka perlahan jendela kamarnya lebar-lebar, membiarkan udara pagi bersirkulasi di dalam kamarnya yang terkesan 'girly' itu.

"Wah sepertinya hari ini cerah.."

Debby kembali mengeliat di balkon kamarnya merentangkan tangannya lebar-lebar menghirup udara pagi. Tiba-tiba matanya tertuju pada jendela besar di sebrang balkonnya, kamar Justin, dan jendela itu tidak tertutup, namun tak ada tanda-tanda Justin di dekatnya.

Debby menghela nafas kecewa padahal ia ingin menatap wajah Justin di pagi hari begini, agar harinya lebih semangat, baru saja dipikirkan tiba-tiba sosok rambut coklat madu menyembul di antara kamar bernuansa biru itu, Debby menajamkan matanya dan hampir saja jantungnya jatuh melihat Justin dengan shirtless dan rambut acak-acakan yang sedikit basah menandakan bahwa si pemilik mata hazel itu baru saja selesai mandi.

Debby terpaku di tempat menatap bagai freeze ciptaan Tuhan di depannya, mata Debby sibuk menelusuri dan merekam erat-erat pemandangan di depannya.

"Oh My God aku bisa mimisan lama-lama."

Keluh Debby masih asyik memandangi dada Justin yang terbilang bidang, walaupun perutnya belum menjadi six pack sempurna tapi tetap saja lekuk tubuh Justin berhasil membuat jantung Debby berdetak lebih cepat, sudah seperti genderang yang di tabuh heboh.

"Aaaaa...."

Tanpa sadar Debby memekik histeris saat Justin melakukan hair flip, mengibaskan rambut coklat madunya yang sedikit basah itu, kini Debby benar-benar merasa jantungnya bisa tidak pada tempatnya lagi.

"Gawat!"

Umpat Debby saat menyadari pekikan girangnya itu membuat Justin menoleh, menatap gadis itu yang masih mengenakan piama angry birds dengan rambut pirang acak-acakan dan yang paling utama wajah kucel belum mandi sedang mengintip dirinya, bak seorang psikopat.

Justin menatap aneh pada Debby, sedangkan gadis itu hanya memasang cengiran bodoh salah tingkah dan sedetik kemudian sudah ambil langkah seribu, membanting keras-keras pintu kaca balkonnya yang untung saja tidak pecah.

Justin masih menatap heran gadis di hadapannya lalu sedetik kemudian memasang senyum tipis

"Lucu sekali dia..."

guman pria itu kembali tersenyum.

-

Debby menuruni tangga dengan sedikit bersenandung menuju meja makan tempat kedua orangtuanya dan adik semata wayang yang tiga tahun di bawahnya, Austin Ryan sudah menunggunya bergabung untuk sarapan.

"Wah aku mencium bau omelet pagi ini."

Debby menatap berbinar menu di meja makan mereka, di sebelahnya Austin, adiknya menatap kakaknya seolah ingin menelannya hidup-hidup

"Apa kau bocah?"

Ketus Debby saat di sadarinya tatapan Austin yang begitu menghujam.

"Kau lama sekali turunnya, kami semua menunggumu tau! kau tak lihat aku nyaris menjadi mumi mendadak gara-gara menunggumu? aku sudah hampir mirip korban kelaparan ethiopia tau!"

Omel Austin nyaring, Debby menjitak kesal kepala adiknya yang berbalut topi hitam NY itu.

"Kau berlebihan sekali, kau kan baru telat sarapan beberapa menit sudah di bandingkan dengan rakyat ethiopia yang sepanjang hidupnya hampir kelaparan!"

My Arrogant BoyfriendCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang