Gangguan Kencan Sedikit

1.9K 126 0
                                        

*Author's POV*

Debby menahan nafasnya ketika wajah Justin semakin mendekat, dapat di rasakannya nafas hangat Justin menerpa lembut wajahnya yang sudah kian bersemu memerah, Justin memiringkan wajahnya ketika jarak wajah mereka hanya seinci saja, kini Debby memejamkan matanya menunggu sesuatu yang hangat dan lembab menerpa lembut bibirnya, tapi tiba-tiba...

'Brakk' Pintu bianglala terbuka sempurna dan refleks Debby dan Justin saling menjauhkan diri hingga kepala keduanya saling berbenturan. Debby meringis sakit dan Justin sudah mengomel tak karuan

-

*Debby's POV*

Tadi Justin akan menciumku! Kugaris bawahi MENCIUMKU! Aaaaaa tapi kenapa saat masa-masa indah itu akan datang kenapa bianglala sialan itu malah mengganggu? Dasar! Takdir memang tak ramah denganku!

"Debby."

"Aww..."

Karena Justin berhenti berjalan tiba-tiba aku yang berjalan dibelakangnya pun sukses membentur punggungnya, ugh!

"Debby.."

"Iya, kenapa?"

Aku menatap lekat mata hazel Justin yang kalau tak salah mengarah padaku, dan kalian tahu ia semakin dekat... dekat dan dekat, hingga tanpa sadar ia sudah menghimpitku di pohon akasia yang menjulang tinggi di taman yang sepi, ada apa lagi ini? Apakah ia akan mengulang yang di bianglala? Aaaaa semoga saja yang kali ini jadi, ayolah first kiss dengan Justin itu pasti LUAR BIASA!

"Debb..."

"Emm... i... iya Justin."

aku merutuki diri sendiri karena mendadak menjadi makhluk gagap begini, Justin semakin merapat menghimpitku, aku sudah memejamkan mata dan untuk kedua kalinya menunggu sensasi luar biasa yang akan terasa di bibirku 1........2........3........

"Kembalikan I-phoneku."

Eh? Aku membuka mata dan melihat Justin yang berjalan menjauh dengan I-phone hitam yang telah berhasil ia rebut dari tanganku, kok jadi begini? Sial! Aku kan sudah siap! Sudah memejamkan mata pula aaaaa Justin kau keterlaluan! Huhuhu

"Justin."

"Emm..."

"Kita akan naik wahana apa lagi?"

"Terserah."

jawabnya acuh yang sukses membuatku ingin menggetok kepalanya dengan palu raksasa

"Kita naik perahu yuk"

"Tidak"

"Justin....."

aku merengek sambil terus menarik-narik t-shirtnya, Justin memandangku sekilas dan mendengus

"Baiklah nona, terserah kau saja."

aku memekik girang dan dalam hitungan detik sudah berhasil menyeret Justin naik perahu. Selanjutnya kami banyak menaiki wahana menyenangkan yang tidak dapat kujabarkan satu persatu saking banyaknya dan Justin tak banyak protes! Keajaiban!

"Justin aku mau photobox."

Aku menyeret Justin ke bilik berukuran kecil yang tak lain adalah tempat photobox, Justin mendesah panjang pendek tapi seperti yang ku katakan ia tak banyak protes hari ini, my good boy

"Senyum."

perintahku saat photo pertama di ambil, dan kalian tahu pria arrogant ini sama sekali tak tersenyum memandang kearah kamera pun tidak, ekspresi macam apa itu! Mana ada laki-laki memasang wajah suram ketika berfoto dengan pacarnya, hanya Justin yang begitu

My Arrogant BoyfriendCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang