Semuanya Telah Membaik

1.9K 100 0
                                        

*Author's POV*

Debby mengadah menatap bunga tulip yang bermekaran indah seiring musim semi yang akan segera datang, taman di ujung komplek itu masih sama seperti satu tahun yang lalu, kenangan itu masih melekat di bangku kayu ini, saat-saat Justin menyatakan cinta padanya dulu benar-benar tak terlupa, Debby tak menyangka sudah hampir setengah tahun mereka bersama, enam bulan bukan waktu yang singkat apalagi mengingat bagaimana sikap Justin padanya, Debby menutup matanya sejenak merasakan semilir angin yang meniup lembut rambut panjangnya seperti membawa petikan memori indah itu kembali, Debby tersenyum, tertawa mengingat bagaimana dulu Justin menyatakan cinta, ralat bukan cinta melainkan 'suka' Justin tak pernah bilang

"aku mencintaimu"

Justin hanya sering mengatakan

"Aku menyukaimu"

Debby juga mulai ragu apakah Justin punya perasaan bernama cinta padanya, Debby takut kalau ia yang terlalu tinggi melambung lalu suatu saat akan terhempas jauh ke bumi, namun bukankah ia memang sudah terhempas? Tiga hari ia tak bicara dengan Justin, Mendengar Pria yang disayanginya berpacaran dengan gadis lain bukankah sudah cukup untuk menghempaskan Debby ke dalam lubang keterpurukan? Debby takut kalau ia akan merasakan perasaan itu, Debby takut, Debby tak mau kehilangan Justinnya

"I miss u my Mr.Know It All."

Debby meraih teddy bear berseragam cheers yang akhir-akhir ini selalu dibawanya, Justin pernah menggenggam boneka ini, pernah meletakannya di pelukan hangatnya, Debby hanya berharap aroma tubuh Justin masih tersisa disana, jadi setidaknya bisa untuk melepas rindunya akan pelukan hangat Justin, namun ternyata rasanya tak sama... Debby masih hafal hangat pelukan Justin, Debby tak akan lupa dan Debby ingin sekali merasakannya lagi, sekali saja......

Tapi angan tinggalah angan, Justin tak disini, tak akan memeluknya, kadang Debby berfikir apa mungkin ia yang terlalu bodoh? Mengharap gadis sebodoh dirinya dapat merasakan cinta lelaki sesempurna Justin, sudah seperti pungguk merindukan bulan saja.... Tapi Debby tak tahu mengapa bahwa si pungguk ini tak bisa melupakan bulannya juga

"I miss u so bad......"

"I miss u too.........."

Debby tercekat dan mengusap matanya tak percaya melihat sosok yang dirindunya itu berdiri beberapa meter di belakangnya dengan senyum manis terlukis di bibirnya, Debby ingin menangis sekarang, hari memang mulai senja tapi kenapa bulan telah muncul? Sudikah sang bulan meraih pungguk dalam dekapnya?

"Kemarilah, kau bilang kau merindukanku."

Justin meregup tubuh Debby membawanya ke pelukan hangatnya, Saat itu juga tangis Debby pecah, akhirnya.... setelah kering air matanya Justin muncul membawa dirinya ke pelukan hangatnya, Debby rindu sekali pelukan Justin, Debby rindu aroma tubuh Justin, Debby rindu segala sesuatu tentang Justin

"Maafkan aku Debby maaf..."

Justin bergumam lembut sambil sesekali tangannya terangkat ragu membelai rambut Debby.

Debby dan Justin asyik menikmati senja yang terpampang di depan mereka, warna merah kejinggaan bercampur arakan putih awan yang mengumpal, Debby meletakan kepalanya di pundak Justin dengan satu tangannya tertaut di gengaman pria itu, Debby bahagia sekarang saking bahagianya ia takut kalau ternyata ia hanya sedang bermimpi dan akan terbangun dengan melihat Justin menggenggam tangan gadis lain, gadis lain ahh.... membicarakannya membuat Debby teringat pada Selena, ia kan belum membahas yang satu ini dengan Justin

"Justin?"

"Hmm..."

"Kita butuh bicara serius."

My Arrogant BoyfriendCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang