Awal Pembuktian

2.6K 129 0
                                        

*Debby's POV*

Aku melangkah ke kelasku yang selanjutnya dengan lesu dan rasa malu yang tiada tara, hingga rasanya aku ingin pulang ke rumah mengambil panci dan menutupi wajahku dengan itu, kelasku yang kali ini tidak sama dengan Justin, tadi aku sudah menyabotase jadwalnya dan setelah ku amati Justin satu kelas denganku di biology, kimia, seni, bahasa inggris dan perancis, serta kelas yang lainnya kami berbeda.

well... so far sepertinya tak akan ada masalah dengan itu asalkan tak ada Jasmine Villegas disana, kelas Matematika tak jauh dari kelas biology, hanya terhalang oleh perpustakaan dan lab computer.

Sesampainya di kelas matematika aku melihat Bella thorne, gadis manis teman Weronika yang kukenal saat MOS dan ternyata ada juga Dakota disini

"Hai guys.."

sapaku dan mengambil tempat di dekat Dakota

"Hei Debby, wah kita sekelas"

Celoteh Dakota senang, sementara Bella hanya tersenyum manis menarik sudut -sudut bibir indahnya

"Angket ekstrakulikuler..."

Seorang anak lelaki yang biasa di panggil John membagikan selembar kertas kepadaku dan kedua gadis yang sedang asyik merumpi bersamaku ini , Aku memekik girang, inilah yang aku tunggu dari Abraham, daftar kegiatan ekstrakulikulernya yang terkenal itu

"Kau akan ikut apa Dakota?"

"Mungkin club Renang dan Jurnalis."

aku hanya menganguk-anguk mendengarnya, dua bidang itu kan memang dikuasai olehnya

"Kalau kau mau ambil apa?"

Dakota mencondongkan badannya, berusaha melirik kertas angket yang sebenarnya belum kuisi ini

"Aku masih bingung, mungkin club Drama, dan basket.."

Kataku riang, Tapi aku kembali menarik sudut bibirku mendatar begitu melihat ekspresinya yang sepertinya terkejut

"Kenapa wajahmu begitu, apa yang salah?"

sungutku kesal

"Tak ada yang salah dengan drama, yang salah adalah basket! Hey maksudku sejak kapan kau main basket, tidak ingat dulu kau itu mendribel saja tidak bisa! Bahkan saat ingin men-shoot bola ke ring malah kau mengarahkan bola basketnya ke kepala guru olahraga kita hingga pingsan, dan sekarang kau bilang kau mau bergabung di club basket? Kau ingin membuat satu club basket Abraham pingsan kena lemparan ababilmu?"

Aku mendengus kesal dan dengan senang hati menjitak keras kepala Dakota, kenapa sih dia harus menyangkut pautkan ini dengan kenangan memalukan di kelas 8? Iya aku tahu aku tak bisa bermain basket, aku tahu aku pernah membuat guru olahraga pingsan kena lemparanku, tapi kan aku mau mencoba ikut club basket!

"Hey sahabat macam apa dirimu? Harusnya kau mendukungku bukan mematahkan niatku"

"Lagipula aku heran denganmu, apa yang membawamu ingin masuk ke club basket? Tunggu... jangan bilang kalau..."

Dakota menggantungkan kalimatnya sambil memasang wajah curiga, aku tahu sekali maksud ucapannya bak maling ayam yang ketahuan, aku hanya nyengir bodoh sambil mengaruk pelan tengkukku

"Mmmm kan Justin pasti akan bergabung di tim basket, sebagai pacar yang baik aku akan mengikuti setiap dia kemana saja."

aku tersenyum bodoh makin lebar, Dakota menjitak pelan kepalaku

"Anak bodoh!"

cibirnya sadis, aku hanya merengut pelan. Bella yang memperhatikan hanya tersenyum geli lalu berdehem

My Arrogant BoyfriendCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang