Hadiah Spesial

2.7K 149 0
                                        

*Debby's POV*

"Kenapa pakai acara tutup mata segala? Bodoh."

Aku membuka mata saat merasa satu jitakan mendarat di kepalaku, huh Justin ini menyebalkan sekali

"Apa?"

tanyanya sok bodoh atau memang sudah bodoh dari sananya, aku merengut kesal padanya

"Aku kira kau akan menciumku tadi."

Oh my God, aku keceplosan! Aku langsung membekap mulutku sendiri dan menunduk malu dapat kulihat Justin tersenyum penuh arti di depanku lalu melangkah pergi sebentar, lalu kembali dengan menenteng sebuah kemoceng yang entah dari bulu apa dibuat, hah tapi dia bawa kemoceng untuk apa?

"Untuk apa itu just? Kita mau bersih-bersih?"

"Ya, kita memang mau bersih-bersih, tapi membersihkan otak kotormu itu!"

aku menjerit panik saat Justin mengusa kemoceng bulu aneh itu di rambutku

"Kau menyebalkan sekali!"

umpatku kesal dan berusaha membalasnya, namun ia terlalu cekatan untukku, alhasil aku tak pernah berhasil membalasnya

"Sudah... sudah kita mau belajar atau main india-indiaan? Stop mengejarku Debby."

Justin mencengkram kedua tanganku dan memaksaku duduk kembali di kursi dan berkutat dengan rumus matematika yang aku bersumpah akan menjadi orang yang pertama mengutuk pada orang yang menciptakan mata pelajaran ini.

"Aku tidak mengerti Justin!"

keluhku frustasi, Justin menghela nafas panjang dan menatapku lama, entah sudah berapa kali Justin menerangkanku rumus dan entah berapa kali juga otakku menolak untuk mengingatnya

"Kau harus lebih serius Debby, katanya mau masuk Abraham?"

"Iya tapi aku tidak suka matematika, fisika, bahasa jerman, trigonometri, biology."

"Itu namanya kau tidak suka semua mata pelajaran Debby, dasar malas"

Justin memang mengucapkan kata tadi dengan nada datar tanpa emosi, namun menusuk sekali kata-katanya barusan.

"Kau jahat!"

aku merengut kesal dan berbalik dan memunggunginya aku tak ingin melihat wajah dinginnya itu sekarang, aku kesal sangat kesal malah dengan serigala berbulu kuning ini.

"Hey, kau ngambek?"

Justin memutar pelan tubuhku dan sedetik kemudian tawanya pecah, aneh sekali apanya yang lucu coba?

"Wajahmu lucu sekali dan harusnya tanpa kau gembungkan seperti itu pipimu memang sudah seperti bakpao."

Aku meninju keras lengan Justin, enak saja ia mengatai pipiku seperti bakpao, dasar pria aneh

"Kau menyebalkan!"

"Hey sudahlah jangan marah, dan sekarang kembali belajar agar kau sedikit pintar gadis bodoh."

"Tidak mau!"

"Lho bagaimana bisa masuk Abraham kalau begitu?"

aku terdiam sejenak mendengarkan pertanyaan Justin, benar juga bagaimana mau masuk Abraham jika belajar saja aku malas, habis dia menyebalkan sih.

"Kau tahu jika kau bisa masuk Abraham, mungkin aku akan memberimu hadiah spesial."

Justin kembali berbisik pelan di telingaku, jarak tubuhnya denganku sangat dekat hingga aku dapat mencium aroma mint nafasnya, hadiah spesial! Apa dia akan memberiku ciuman?

My Arrogant BoyfriendCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang