Replica Es Atau Pria Berwajah Timur?

2.3K 105 0
                                        

*Author's POV*

Justin menghantam keras dinding lorong hingga sedikit retak plus terkena bercak darah yang mengalir deras dari tangan Justin, tentu saja rasanya sakit, perih, namun tak sebanding dengan apa yang dirasa hatinya kini, hancur berkeping-keping, retak dimana-mana itulah apa yang terjadi pada hatinya

Justin kesal.. marah, cemburu dan juga merasa miris, ia sadar ia adalah pria paling bodoh di dunia ini, benar kata Austin, Justin tidak gentle, Justin mengaku masih mencintai Debby namun sama sekali tak berjuang mendapatkan hati gadisnya kembali

-

Debby melepas rangkulannya dan tersenyum penuh pada Zayn, pria timur itu balas tersenyum padanya dan mengacak pelan rambut Debby

"Terima kasih Zayn, kau sudah menguatkanku."

"Sudah kubilang Debby, tak apa-apa berhentilah berterima kasih terus."

Zayn menjitak pelan kepala Debby membuat gadis itu meringis kesal. Sejenak hening menyelimuti Zayn dan Debby, mereka sibuk dengan pikiran masing-masing yang entah melayang kemana

"Debby..."

"Hmm?"

Debby menoleh saat Zayn menyebut namanya

"Kau masih mencintai Justin?"

tanya Zayn terkesan hati-hati, benar saja ditanya begitu Debby mendadak diam sorot mata coklatnya yang sempat bersinar redup kembali, Debby merasa hatinya mencelos, ia bingung sendiri meladeni pertanyaan Zayn, disudut hatinya rasanya untuk Justin memang masih tetap ada, tapi sakit itu juga masih mendominasi, Justin belum juga berubah, Debby tahu Justin yang sekarang masih searrogant dulu, masih Justin yang cuek, tak peduli dan juga tak mau ambil pusing tentangnya, Debby lelah.... buat apa ia bersama Justin jika ujungnya hanya tersakiti? Lagipula Debby sadar ia dan Justin dua pribadi yang berbeda, Debby begitu ceria, Justin begitu dingin, Debby suka tertawa riang, Justin bertahan dalam diamnya, Debby bodoh, Justin bisa dibilang berotak jenius dan Debby sangat mencintai Justin sementara pria itu tak tertebak isi hatinya.

Debby tak mau kembali dengan Justin jika akhirnya hanya akan berakhir sama dengan yang sekarang, Debby tak mau terluka lagi

"Debby?"

panggilan Zayn kembali menyentakkan Debby pada dunianya, gadis itu tersenyum masam

"Entahlah Zayn, aku tak tahu akan perasaanku tapi aku belum mau kembali pada Justin."

Debby membuang pandangannya ke sembarang arah, Zayn menatap gadis itu sekilas lalu menghembuskan nafas berat, jika Justin ingin kembali pada Debby ini tak akan semudah kelihatannya

-

Abraham di pagi hari sudah terlihat ramai dengan siswa-siswinya yang mulai memadati tiap sudut-sudut wilayah sekolah yang termasuk 'the most wanted' di New York itu, Justin membuka lokernya jengah, tangan kananya terbalut perban akibat perbuatannya kemarin namun Justin tak menyesal, baginya rasa sakit ditangannya benar-benar tak berefek dibanding sakit di setiap relung hatinya

"Justin!"

Jasmine berlari kecil kearah Justin dengan cengiran lebar di wajahnya, begitu sampai di depan Justin gadis latin itu langsung bergelayut manja di lengan Justin

"Menyingkirlah, aku tak mau diganggu."

dengan satu tangannya yang bebas Justin menghentakan kasar lengan Jasmine yang bergelayut di lengannya, Jasmine mengkerucutkan bibirnya kesal namun matanya kembali melotot sempurna melihat tangan Justin yang terbungkus perban putih di telapak sampai pergelangannya

My Arrogant BoyfriendCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang