*Author's POV*
Dua sejoli itu saling memeluk satu sama lain, menghangatkan diri dari dinginnya udara akibat hujan yang turun mengguyur deras jalanan New York tanpa henti, Ketika subuh menjelang pun hujan masih turun rintik-rintik menimbulkan embun di pagi buta yang membasahi tiap-tiap kelopak daun maupun kaca-kaca rumah.
Justin dan Debby masih sangat lelap dalam tidur mereka, tanpa mereka ketahui di bawah sana pintu pagar berdecit terbuka diiringi sosok Anne dan Austin yang mulai memasuki rumah mereka, Wajah Austin Nampak kentara menahan kantuk, bagaimana tidak? Ia berangkat tengah malam dari rumah bibinya dan di pukul lima pagi ini baru sampai dirumahnya, Ia sangat mengantuk sekarang walaupun sedari tadi ia terus tertidur di kereta.
"Austin bangunkan kakakmu, beritahu dia kita sudah sampai."
"Tapi mom aku ngantuk"
"Austin!"
"Mom..."
Rengek Austin malas, Anne hanya menggerutu kecil saat diketahuinya anak laki-lakinya sudah terlelap di sofa, Anne menghembuskan nafas panjang dan akhirnya mengalah mendatangi kamar putrinya
-
*Debby's POV*
Samar-samar aku mendengar orang berbicara yang pada akhirnya membuatku harus membuka mataku yang masih berat ini, aku masih ngantuk.... aku masih ingin tidur dalam pelukan Justin, ahh.. aku beruntung sekali hari ini aku bisa melihat wajah Justin yang tertidur di hadapanku, lihatlah ia lucu sekali jika tidur, wajahnya polos.... lembut, tapi kalau sudah bangun keluarlah sifat-sifat menyebalkannya
"Debby mom sudah pulang."
Teriakan itu! Suara mom! Gawat ia sudah pulang bahaya jika ia melihat Justin disini, bisa-bisa ia mencincang Justin dengan pisau daging atau merebusku dan Justin dalam kuali besar! NOOOOO
"Justin bangunlah hey Jus... bangun!"
aku terus mengguncang-guncang bahu Justin sambil menepuk keras-keras pipinya untuk saat ini hal seperti itu memang diperlukan
"Ada apa sih?"
serunya kesal masih dengan suara parau, aku memelototinya sambil menuju kea
rah pintu
"Jadi..."
"Iya momku datang!"
"Debby!"
Knop pintu kamarku terputar, mom pasti sudah di balik pintu, aku dan Justin saling melempar tatapan bak maling ketahuan.
"Debby buka pintunya.."
Mom terus mengetuk pintu kamarku dan fiuh....... untung tadi malam aku sudah mengunci pintunya
"Cepat pergi Just cepat!"
saking paniknya aku sampai mendorong tubuh Justin dan 'brugh' suara dentuman keras terdengar apa lagi kalau bukan suara Justin yang terjatuh di tempat tidur
"Kau..."
Justin meringis sakit sambil menatapku tajam, aku langsung membantunya berdiri dan memasang puppy faceku
"Maaf Just aduh maaf."
Aku membantu Justin berdiri
"Debby suara apa itu, cepat buka pintunya atau mom akan memanggil pemadam kebakaran."
Heh apa lagi itu? Mom kau ada-ada saja!
"Just cepat!"
"Baiklah."
Justin membuka pintu balkonku dan melompat ke pohon marple
"Justin..."
Gerakan Justin yang hendak merambati batang-batang marple terhenti ia menatapku penuh tanya
KAMU SEDANG MEMBACA
My Arrogant Boyfriend
Teen Fictioncinta itu tidak memandang seberapa buruk pasangan kita, bukankah kekurangan dan kelebihan akan menjadi sempurna? WARNING!! THIS STORY IS BY NINDYA KARTIKA NOT BY ME
