15

5.2K 230 0
                                        

Pukul 06.00

Seorang gadis yang masih berada di dalam balutan selimutnya, enggan membuka matanya. Matahari mulai muncul melalui celah jendela.
Tetapi gadis itu masih setia bersembunyi di balik selimutnya.

Tiba-tiba ia membuka selimutnya dan melihat ke arah jamnya, matanya terbelak. Ia segera melompat dari kasurnya, mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.

Tidak butuh waktu lama baginya untuk mandi. Karena setengah jam lagi ia harus sudah ada di sekolah.

Ia pun bergegas memakai seragam barunya. Ia menatap cermin, seketika tersenyum melihat penampilan, kucir 2 dengan warna pita merah putih. Dan tak lupa kaos kaki panjang sedengkul yang membuatnya seperti nerd. Seketika ia sadar waktu tinggal 15 menit.

Arletta segera turun ke bawah dengan membawa perlengkapan mosnya.

"Pagi mama." Sapa letta sambil mengambil sehelai roti yang di sediakan.

"Pagi sayang. Kenapa baru bangun? Kamu kan harusnya udah berangkat." Ucap seorang wanita itu sambil mengelus kepala letta.

"Iya nih mah, abis mama ga bangunin letta. Jadi letta kesiangan kan." Gerutu letta. Wanita itu tersenyum ramah.

"Ya kan biar kamu mandiri, sayang. Bangun sendiri. Jangan bergantung sama mama kamu dong." Sela seorang lelaki yang mengecup puncak kepala letta.

"Ya iya sih pah. Kalo gitu letta berangkat ya mah pah. Abang gojeknya udah nyampe di depan" Letta meraih kedua tangan itu bergantian dan mengecupnya. Letta berlari dan membawa barangnya.

"Hati-hati letta." Teriak wanita itu, letta berbalik dan tersenyum tanpa melihat jalan.

Brakkkk.....

Letta terhuyung kedepan saat badanya tertabrak pintu karena kesalahannya sendiri.

"Awww.." tapi letta langsung bangkit saat mama dan papanya mendekat ke arah letta menatapnya khawatir.

"Letta gapapa kok mah pah. Letta berangkat. Assalamualikum." Teriak letta dan keluar dari rumah.

Letta lalu menaiki motor yang sudah berhenti di depan rumahnya.

"Kebiasaan. Alarm nya di hidupin makannya." Protes Seseorang.

"Iya maaf kak Farel, letta lupa. Tadi malem letta nyiapin barang buat mos. Letta capek jad ketiduran." Ucap letta memeluk pinggang Farel.

"Udah ayo cepetan berangkat kak. Letta telat nih." Perintah letta.

"Itu salah lo." Lalu Farel menghidupkan motornya dan melaju dengan cepat. Agar gadis yang di belakangnya ini tidak terlambat. Letta tersenyum di balik punggung Farel.

Jakarta, 20 Juni 2018.

Hari-hariku berubah, semuanya berubah. Entah kapan itu, mungkin di saat Om dan Tante, adik dari papa datang dari Jerman. Mereka melihat ku menangis menunduk di kaki papa, akhirnya mereka membawa ku pergi dan menangkatku menjadi anaknya. Dan satu lagi yang pasti, selama beberapa bulan ini aku semakin dekat dengan Kak Farel. Itu sangat membuat hari ku menjadi makin berwarna. Terima kasih, tuhan.

"Duh kak, ini gimana caranya letta masuk kalo kayak gini. Letta pasti di hukum." Letta menatap ke dalam gerbang.

"Ya terserah, itu kan salah lo. Gue masuk dulu." Farel meninggalkan letta sendirian.

"Kak farell......" teriak letta.

"Duh mampus dah gue." Lalu letta memberanikan dirinya untuk masuk ke dalam. Dan masuk ke dalam barisan bagi siswa yang terlambat.

I Hate You but I Love You (Complete)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang