Semua orang berkumpul di kamar inap Letta. Ia sudah 2 minggu tidak sadarkan diri.
Farel menatapnya dengan sakit. Hatinya sangat sakit. Entah, ia harus apa agar letta sadar.
"Letta. Maafkan mama, mama terlalu takut mengakui bahwa mama yang sebenarnya mengakibatkan kecelakaan itu."
Semua orang menatapnya iba, Semua orang berkumpul karena dokter menghubungi mereka semua.
Dokter menyarankan agar alat bantu Letta di lepas, karena semakin hari tubuhnya semakin melemah.
"kita semua mengharapkan kamu bangun, Letta. Please wake up, Arletta." ucap Papa Kandung letta.
brakk..
pintu terbuka dengan keras, semua orang menoleh ke arah pintu. Pria itu berjalan berkaca-kaca menatap gadis yang sedang berjuang melawan komanya itu.
"Aldo." lirih Mama
"Letta." lirih Aldo meraih tangan dingin Letta. Tangannya bergetar.
"Maaf, Kakak baru dateng. Kakak emang brengsek, Letta. Don't leave me. Please, stay beside on me. Kakak gak punya siapa-siapa lagi. Bangun, letta. Biarin kakak nebus semuanya, nebus semua rasa sakit yang pernah kakak berikan ke kamu. Give me a chance, Arletta."
Aldo berlutut di samping letta, bibirnya mencium jari jari letta. Bunyi detak jantung letta yang berasal dari mesin EKG itu mmebuat semuanya tercengang.
Farel yang sedari tadi berada di ruangan ini langsung histeris.
"LETTA STAY HERE. WAKE UP PLEASEE. NO, NO YOU DONT. STAY HERE .DONT LEAVE ME." teriak Farel mengguncang tubuh letta dengan wajah penuh air mata.
"pliss Letta, wake up now. I love you, I need you." lirih Farel memeluk tubuh letta.
Aldo bergeming. Matanya penuh air mata. Tubuhnya terguncang hebat.
Alat-alat defribillator yang di dorong oleh perawat itu langsung di persiapkannya.
"Saya harap, kalian keluar. Sya akan berusaha semaksimal mungkin." ucap dokter.
Semua nya pun keluar ruangan.
"LIHAT,LIHAT APA YANG MAMA PERBUAT. KENAPA MAH, KENAPA? KENAPA MAMA BIARIN ALDO NYALAHIN LETTA SELAMA INI. MAMA NYALAHIN LETTA DAN BIARIN SEMUANYA HANCUR KAYAK GINI. MAMA SENENGKAN LIHAT LETTA SEKARANG, ALDO GAK HABIS FIKIR. MAMA JAHAT." teriak Aldo. Suara beratnya memenuhi lorong rumah sakit.
"kamu tenang aldo. Semuanya sedih, Kamu jangan membuatnya semakin rumit." ucap papa.
Aldo tersenyum sinis.
"Semakin rumit, papa bilang. Semua nya sudah rumit pa, semenjak mama nyalahin Letta. Aldo gak bakal maafin mama, kalau terjadi apa-apa sama Letta." ucap Aldo.
Mama nya hanya menangis mendengar teriak dan bentakan dari anaknya itu. Ia memegang dadanya yang terasa sesak.
Farel terdiam dengan tubuh yang sudh merosot ke lantai. Ia memegang kepalanya. Ia melihat ke ujung lorong. Lettanya sedang melambai kepadanya dengan senyuman yang manis itu.
"Aku mohon, Ta. Jangan tinggalin aku. Aku gak mau kehilangan kamu. Ini bukan akhir kan, Arletta?" batin Farel menatap bayangan itu.
****
Jakarta, 15 Desember 2015.
Kak Aldo, andai kakak tau. Letta main ke sini kak, tempat kita bersenang-senang dulu. Di sini banyak anak kecil yang tertawa dengan girangnya. Kayak kita dulu kan kak. Mungkin jika gak ada kecelakaan itu, kita bertiga di sini. Menghabiskan banyak waktu dengan bahagia. Letta pengen seperti adik kecil itu. Kakaknya membelikan permen kapas, kak. Letta pengen banget kayak gitu, kak. Tapi kapan ya kak? Letta fikir, itu gak akan terjadi. Mungkin hanya 1% itu akan terjadi. Letta inget banget kak, Kak Aldo nolongin Letta jatuh dari ayunan. Kita kejar-kejaran disini. Dan Kak Aldo selalu di marahin Kak renald, kalau nakal sama Letta. Iya kan kak? Lucu deh muka ngambek Kak Aldo. Aku sayang kalian.
****
Jakarta, 17 April 2016.
Mama dan Papa, dua orang yang paling Letta sayang melebihi diri Letta sendiri. Letta selalu tersenyum melihat kalian bahagia. Ya, meskipun tanpa Letta. Letta seneng lihat senyuman manis mama. Letta seneng lihat Papa pulang kerja dengan sambutan mama dan kak Aldo. Maaf letta, belum bisa memberikan kebahagian untuk kalian. Tapi, letta punya kabar gembira untuk kalian. Letta juara 1 Olimpiade Matematika ma, pa. Kalian senengkan. Ya, pasti kalian bangga sama letta. Letta tau itu. Letta bisa membayangkannya, Mama pasti akan histeris dan menerjang tubuh letta dan menghadiahi wajah letta kecupan kecupan kecil itu. Dan papa, pasti bakal mengacak- acak rambut letta. Kalau Kak Aldo, dia pasti cubit pipi Letta yang katanya tembem ini. Hahaha, bayangin aja Letta udah seneng apalagi kalau itu nyata. Oh ya, Letta ketemu cowok mah, pah. Dia ganteng kayak papa. Dia calon kakak kelas Letta, namanya Farel. Letta yakin kalau kalian ketemu dia, pasti kalian suka. Ya, meskipun dia cuek sama letta. Letta lagi usaha kok, tenang aja. Setiap hari letta gangguin dia, dan berharap dia suka juga sama letta. Doain ya ma, pa. Hehe, peace.
Eh tunggu, Mama kemarin ulang tahun ya, Letta ucapin Happy birthday for my mom my wonder woman. Semoga mama sehat selalu ya, di berikan kebahagian. Maaf letta ga bisa ngrayain ulang tahun mama. Mama pasti tau letta sayang sama mama. Dan HAPPY ANNIVERSARY, MY MOM MY DAD.
I LOVE YOU.
NAH AKHIRNYA AUTHOR UPDATE THIS STORY. MAAF BARU MUNCUL KARENA AUTHOR KEMARIN MASIH SIBUK MENATA MASA DEPAN HAHA.
DONT FORGET TO COMMEN AND VOTE. KARENA LAGI DAN LAGI, KOMEN KALIAN ITU SEMANGAT AKU. KASIH KRITIK DAN SARAN. OKE. IM WAITING FOR THIS.
#1-2part menuju ending
HAPPY READING
KAMU SEDANG MEMBACA
I Hate You but I Love You (Complete)
Teen FictionArletta Maharani, gadis kelas 3 smp yang selalu mengejar Farel Aditama Xander, kakak kelas 11 sma. Ya mereka berbeda tingkat tetapi masih dalam 1 gedung sekolahan. "Ini coklat dari letta, dimakan ya" ucap letta Tapi letta di hiraukan oleh farel. Let...
