27

4.7K 232 5
                                        

Setelah tragedi hujan-hujan tadi. Letta, mengeluh kepalanya sangat pusing. Dan itu sangat membuat Farel khawatir.

"Aku udah bilang jangan hujan-hujan. Kamu ngeyel. Kalau gini siapa yang susah?" Ucap Farel sambil memijit kepala letta.

Letta terdiam, ia hanya menikmati pijitan di kepalanya.

"Letta, istirahat disini aja dulu. Kasihan badan kamu, kalau kamu harus pulang sekarang." Ucap bu marni yang menyeduh teh hangat dan mengambil obat.

"Gak bunda, besok letta sekolah. Letta gapapa." Ucap letta serak.

"Gapapa gimana,badan anget gini." Ucap farel yang sejak tadi masih marah-marah.

Bu marni datang dengan membawa nampan berisi teh dan obat. Dengan sigap Farel mengambilnya dan memangkunya.

"Minum dulu obatnya." Ucap farel seraya memegang obat dan tehnya.

Letta menegak obatnya lalu farel memberikan tehnya.

"Yakin, kamu gak mau nginep? Ada kok kamar kosong." Ucap bu marni sambil mengelus kepala letta.

Letta memegang tangan bu marni.

"Letta gapapa, bunda. Maaf bikin bunda khawatir gini. Hehehe, tapi serius letta gapapa." Ucap letta mengelus tangan Bu marni.

Bu Marni tersenyum, ia  sudah menganggap letta sebagai anaknya. Letta pun sudah menceritakan seluruh masalahnya kepada Bu Marni, sungguh orang tua letta akan menyesal setelah mengetahui keadaan yang sebenarnya. Seharusnya mereka bangga punya anak seperti letta, bukan malah menyia-nyiakannya begini.

"Ya sudah kalau begitu, ingat sampai rumah istirahat. Gak boleh ngelakuin hal-hal yang bikin kamu tambah sakit. Ngerti?" Ucap Bu marni.

Letta mengangguk dan tersenyum.

"Mau pulang sekarang?" Tanya Farel.

"Mau, letta pengen istirahat." Ucap Letta lesu.

"Yaudah, bunda kita pamit ya. Terima kasih untuk hari ini." Ucap farel sambil menyalimi tangan bu Marni.

"Iya nak Farel. Jaga letta baik-baik."

"Bunda, letta pamit. Maafin letta ya kalau ada salah sama bunda, makasih ngertiin letta selama ini." Ucap letta.

Bu Marni dan Farel mengerenyitkan keningnya. Mengapa letta mengucapkan hal itu? Seperti akan berpisah lama saja.

"Iya letta. Hati-hati ya." Ucap bu marni menghilangkan pikiran buruknya.

Farel dan letta lalu meninggalkan panti asuhan itu. Tak lupa, letta melambaikan tanganya kepada Bu Marni, serta anak-anak disana.

Setelah sudah tidak terlihat lagi. Letga merapatkan lengannya.

"Dingin ya?" Tanya Farel. Hanya di balas anggukan kepala oleh Letta.

Farel memberhentikan mobilnya sebentar.

"Kenapa berhenti?" Bingung letta.

Farel melepas jaketnya dan memakaikan nya ke letta.

"Biar kamu anget." Ucap Farel dan letta tersenyum.

Letta tidak tau, bahwa di balik dinginnya farel. Tersimpan secuil keromantisan di dirinya.

"Terima kasih kak."

Farel menjalankan mobil nya lagi. Hanya, bunyi radio yang menemani perjalanan mereka. Asal kalian tau, letak panti asuhan itu berada di bandung.

"Jangan bandel lagi, jangan buat aku khawatir. Aku takut kamu kenapa-napa, aku sayang sama kamu. Kalau kamu tau."  Ucap farel.

Tidak ada jawaban yang di berikan oleh letta. Farel menengoknya, ia menghembuskan nafasnya. Hanya wajah damai letta yang terlihat. Ia sedang tertidur.

"Dasar letta, percuma gue bilang tadi." Ucap Farel terkekeh.

Malam tiba,tapi mereka belum sampai. Farel lapar, ia memutuskan untu mencari tempat makan. Ia berhenti di warung pecel lele, tempatnya ramai. Mungkin memang enak.

"Ta, makan dulu. Bangun." Farel mengusap pipi letta. Gadis itu mengerang dan membuka matanya.

"Udah sampai kak?" Ucap letta.

"Belum, aku laper. Kita makan dulu." Ucap Farel. Letta mengangguk, ia juga sangat kelaparan.

"Di sini gapapakan?" Tanya farel,ia takut letta tidak menyukai tempat ini.

"Gapapa." Letta tersenyum lalu membuka pintunya. Disusul dengan Farel.

"Pak, pecel lele nya 2 teh anget 2 ya." Ucap Farel.

"Iya den, di tunggu ya." Ucap penjual itu.

Letta dan farel mencari tempat duduk. Setelah mereka melihat tempat yang kosong. Mereka langsung menempatinya.

Farel mengulurkan tangannya menuju dahi letta.

"Syukur, panas kamu udah turun." Ucap farel menghela nafasnya.

Letta menahan nafasnya. Entah perhatian yang di berikan tiba-tiba oleh farel. Sangat membuatnya melayang.

Ia berharap, akan tetap begini. Dan tidak akan berubah.

"Ini pesanannya, selamat menikmati." Ucap penjual itu mengantarkan makananya.

Letta menikmati pecel lele itu dengan senyum. Enak, itu yang di rasakan letta.

"Makan yang banyak, kalau kurang nambah. Gausah sungkan." Ucap farel di sela makannya.

"Boleh?" Ucap letta.

"Boleh dong, mau pesen lagi?"

Letta mengangguk semangat.

"Pak, saya pesen 1 lagi ya" teriak Farel.

Selang berapa menit pesanan letta datang. Dan ia langsung melahapnya.

"Ternyata, kecil-kecil makan udah kayak porsi kuli ya." Ucap farel tertawa sambil mencuci tangannya.

"Ih kak farel mah, jangan gitu. Letta kan jadi malu." Ucap letta malu-malu.

"Gausah malu. Sama pacar sendiri malu, cepet abisin. Keburu tambah malem, ntar orang tua kamu khawatir." Ucap farel yang memperhatikan letta makan.

Setelah selesai makan. Mereka melanjutkan perjalanannya. Setelah 1 jam berlalu akhirnya mereka sampai di depan rumah letta.

"Makasih kak, udah nemenin letta. Maaf ya ngrepotin." Ucap letta.

"Sama-sama, makasih juga udah ngasih pelajaran baru buat aku." Ucap farel tulus.

"Aku masuk dulu, selamat malam. Hati-hati kak." Pamit letta dan ia berbalik, melangkahkan kakinya.

Langkah nya terhenti dan berbalik berlari kecil ke farel.

Farel menaikan alisnya ketika letta di depannya.

"Kenapa?? Ada yang ketinggalan?" Tanya farel.

Letta menggelengkan kepalanya. Ia berjinjit dan mencium pipi farel.

Farel mematung dan memegang pipinya. Sedangkan letta berlari meninggalkan farel sambil melambaikan tangannya.

Farel tersenyum dan berbalik.

"Sial, gue deg-degan." Ucap farel memegang dadanya.

Happy wekeend. Author kembali.

Kembali menunggu komen-komen kalian. Gimana nih farel sama letta? APA FEELNYA DAPET?

Happy reading ❤

I Hate You but I Love You (Complete)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang