Play audio
Farel terdiam dengan tubuh yang sudah merosot ke lantai. Ia memegang kepalanya. Ia melihat ke ujung lorong. Lettanya sedang melambai kepadanya dengan senyuman yang manis itu.
"Aku mohon, Ta. Jangan tinggalin aku. Aku gak mau kehilangan kamu. Ini bukan akhir kan, Arletta?" batin Farel menatap bayangan itu.
"Kakak langsung pergi waktu itu, itu kata papa." Ucap letta yang merapatkan selimut nya pada tubuhnya.
"Aku terlalu takut. Kamu pergi dan aku gak mampu denger hal buruk dari dokter. Dan aku pergi, harusnya aku di situ dan tau semuanya. Dan gak akan nungguin kamu selama ini." Ucap Farel merangkul Letta.
"Anggep aja itu semua ujian."
"Lanjutin ceritanya yang baca penasaran tuh." Canda Farel.
Dokter pun keluar seraya melepas sarung tangannya.
"Bagaimana dok?" Gusar aldo.
"Berterima kasihlah kepada Tuhan. Letta selamat, tetapi dia masih membutuhkan perawatan intensif, tubuhnya menolak semua obat." Jelas dokter.
Semua orang menghela nafas lega.
"Terima kasih dok, menyelamatkan putri kami. Terima kasih." Ucap papa kandung letta (author lupa lagi namanya :( )
"Baik pak, saya permisi." Pamit sang dokter.
"Maafin saya, saya tau saya salah. Maafkan saya." Ucap Mama kandung letta kepada semuanya.
"Sudahlah ini semua sudah berlalu. Yang penting semua sudah jelas." Ucap Renata (mama angkat Letta)
"Aldo, maafkan mama." Lirih mama. Ia menunduk tak berani menatap anaknya.
Aldo menatapnya iba. Ia lalu berjongkok dan memeluk ibunya.
"Aldo yang minta maaf ma, aldo ngebentak mama. Aldo jahat sama mama, mama gak pernah bentak aldo kayak gitu. Tapi aldo nyakitin hati mama. Maafin aldo ma." Ucap aldo memeluk perut mamanya.
Mamanya menangis, karena nya. Aldo merasa bersalah.
"Bangun, Aldo. Mama yang minta maaf, buat kamu nge benci adek kam sendiri. Maafin mama, sayang." Ucap mama.
Semua disitu menitikan air mata. Mereka berpelukan, hatinya melega dengan kenyataan ini.
"Kita bawa letta ke luar negeri. Papa punya teman dokter yang bagus di Jerman. Papa mau letta sembuh." Ucap Papa.
"Aku setuju, demi kebaikan Letta. Aku ingin Letta mendapat perawatan yang baik." Ucap suami Renata.
Semua orang menangguk setuju. Lalu 2 hari kemudian, letta di bawa ke Jerman. Renata ingin sekali memberitahukan kabar ini kepada Farel. Tapi Farel menghilang, dan membuatnya sedikit kecewa. Seharusnya di saat seperti ini, dia disini. Memberi semangat Letta.
Setelah mendapat penangan. Akhirnya letta tersadar. Ketika ia membuka matanya, samar samar ia melihat sekitarnya.
"Letta." Panggil Mama sambil memegang tangannya.
Letta mengerutkan keningnya.
"Maaf, anda siapa?" Lirih letta yang memijit kepalanya yang terasa pening.
Semua orang terbelalak bingung. Mamanya melepas tangannya dan menutup bibirnya yang mengeluarkan isakan.
"Letta, ini kakak. Aldo, kamu ingatkan?" Ucap aldo harap-harap cemas.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Hate You but I Love You (Complete)
Teen FictionArletta Maharani, gadis kelas 3 smp yang selalu mengejar Farel Aditama Xander, kakak kelas 11 sma. Ya mereka berbeda tingkat tetapi masih dalam 1 gedung sekolahan. "Ini coklat dari letta, dimakan ya" ucap letta Tapi letta di hiraukan oleh farel. Let...
