Selasa, 4 Juli 2018
Hari ini adalah hari ulang tahun Arletta Maharani.
Ceklek.
Ruangan itu gelap beruba menjadi terang karena lampu yang di nyalakan.
"Happy birthday to you." Renata dan suaminya bernanyi.
Letta membuka matanya, ia mengerjap. Lalu ia duduk dan tersenyum.
"Tiup lilinnya. Jangan lupa make a wish." Ucap Papa.
Letta memejamkan matanya, mengucapkan semua keinginann dan rasa syukurnya kepada Tuhan yang masih memberikannya umur.
Letta membuka matanya lalu meniupnya.
"Terima kasih ma, pah. Letta beruntung punya kalian."
Letta memeluk keduanya dengan erat.
"Potong kue nya dulu dong."
Renata memberikan pisaunya. Lalu letta memotong kuenya.
Ia memberikan ke mamanya terlebih dahulu. Renata pun memakannya lalu mengecup pipi letta.
"Jadi anak yang baik, yang harus letta tau. Mama sayang sama letta." Ucap renata.
"Sekarang giliran papa dong, masak papa di anggurin." Ucap papa merajuk.
"Hehe,iya pah. Nih aakkk." Ucap letta menyuapi Papanya.
Papa mengecup kening letta.
"Papa sayang letta."
"Letta juga sayang kalian, makasih udah jadi mama dan papa untuk letta. Jangan pernah tinggalin letta." Ucap letta memeluk keduanya lagi.
"Iya sayang, yaudah kamu tidur. Besok sekolahkan?" Ucap mama mengelus kepala letta.
Letta menangguk. Akhirnya keduanya melangkahkan kakinya keluar.
"Mah, pah." Panggil letta.
Mereka berbalik.
"Kenapa sayang?" Ucap papa mendekat.
"Boleh gak? Letta tidur bareng kalian. Letta mau tidur di peluk mama sama papa. Boleh ya? Pliss." Mohon letta.
"Boleh dong sayang. Yaudah mama taruh kuenya dulu di kulkas."
Akhirnya mereka tertidur dengan berpelukan. Sesekali tangan mama mengusap rambut letta.
Letta membuka matanya. Ia menatap kedua orang tuanya, sambil tersenyum.
Entah perasaan letta seperti tidak enak. Letta memutuskan untuk memejamkan matanya.
Pagi harinya.
Letta sekolah seperti biasa. Kali ini tanpa seorang teman, letta kembali seperti dulu. Sendiri tanpa seorang pun yang menemani.
"Kak Gino." Panggil letta saat mereka berpapasan di depan perpustakaan.
"Letta. Kenapa?" Tanya Gino.
"Kak Farel dimana ya? Letta dari tadi nyari gak ketemu sama dia." Ucap letta mengerenyit. Apa Kak Gino tidak tau, kalau hari ini hari ulang tahunnya.
"Gue gak tau. Gue permisi." Pamit Gino.
Letta berbalik menatap punggung besar Gino. Tumben sekali Gino menyuekinya. Letta mengendikan bahunya.
"Mungkin, kak Farel ada di ruang musik."
Letta melangkahkan kakinya menuju ruang musik yang berada di lantai paling atas, dan sangat jarang di kunjungi itu dengan membawa bekal makanan yang ia buat tadi pagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Hate You but I Love You (Complete)
Roman pour AdolescentsArletta Maharani, gadis kelas 3 smp yang selalu mengejar Farel Aditama Xander, kakak kelas 11 sma. Ya mereka berbeda tingkat tetapi masih dalam 1 gedung sekolahan. "Ini coklat dari letta, dimakan ya" ucap letta Tapi letta di hiraukan oleh farel. Let...
