Sound on.
2 tahun menikah, kehidupan letta dan farel dapat di katakan sangat baik. Farel dapat mengatasi sikap kekanak-kanakan letta yang sangat menggemaskan itu.
"Halo, anak ayah. Kamu lagi apa? Sehat sehat ya nak, jangan nyusahin bunda, kamu kan anak baik. Cepet keluar dong. Ayah kan pengen lihat kamu." Ucap Farel membisikannya di perut besar Letta.
"Letta juga udah gak sabar, anak kita cowok atau cewek. Abis nakal, dede nya gamau ngasih tau jenis kelaminnya. Padahal kan udah 9 bulan." Gerutu letta. Farel bangkit dan mengecup kening letta.
"Apapun itu, kita harus bersyukur, sayang. Mungkin dedenya mau kasih surprise. Bentar lagi juga kita akan tau."
"Aku berangkat kerja dulu ya, kamu hati-hati di rumah. Jangan ngelakuin pekerjaan berat, kalau ada apa apa kamu tau harus hubungin siapa. Ngerti sayang?" Jelas Farel mengusap rambut letta.
Letta mengangguk dan memeluk Farel.
"Cepet pulang ya, takutnya kangen sama kamu." Ucap letta manja.
Ya begitulah semenjak kehamilannya, ia tidak mau berjauhan dari farel. Bahkan dulu, kehamilan letta yang abru beranjak 4 bulan. Ia merengek untuk ikut farel meeting bersama clientnya. Untung Farel sabar ya kawan.
"Iya sayang, aku usahin pulang cepet. Yaudah aku berangkat." Pamit farel lalu masuk ke dalam mobilnya.
"Yah sayang, kita di tinggal papa kerja. Gimana kalau kita telfon papa? Setujukan baby?" Riang letta. Ia masuk ke dalam rumah dan mengambil telfon genggam nya.
Ia duduk di sofa dan memulai aksinya. Ia menekan nomer yang di tuju dan menempelkannya di teliga
"Halo sayang, ada apa? Apa terjadi sesuatu." Ucap farel yang sudah mengangkat telfon letta.
Letta hanya terkikik senang mendengar suara suaminya.
"Sayang, jawab dong. Kamu kenapa nelfon aku?"
"Aku kangen."
"Kamu pulang dong."
"Kamu ngerjain aku ya? Bahkan aku belum sampe kantor, masak kamu suruh pulang?"
"Jadi kamu gamau? Baby kangen loh. Beneran ini aku ga bohong nih dengerin dede nya ngomong."
"Mana bisa sih, sayang. Aku ada kerjaan sayang, aku bakal pulang cepet kok janji deh."
"Kamu mah gitu, yaudah deh. Pulang harus bawa makanan. Gamau tau, baby laper."
"Iya sayang, nanti aku bawain makanan. Makasih ya udah ngertiin aku."
"Iya, yaudah aku tutup. Hati-hati di jalan."
Letta mematikan telfonnya. Ia memegang perutnya yang terasa sakit.
Apakah dia akan melahirkan sekarang. Ia tersenyum lalu menelfon suaminya lagi.
"Halo, kenapa lagi sayang. Kamu udah telfon aku 2 kali, bahkan aku belum sampai kantor."
"Kayaknya aku mau lahiran deh, kak. Perut aku sakit."
"Ha? Yang bener kamu? Kamu tunggu rumah, aku langsung puter balik. Sabar ya sayang." Ucap farel khawatir lalu memutar balik mobilnya ke arah rumah. Mematikan telfon letta tanpa menunggu jawaban istri kecilnya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Hate You but I Love You (Complete)
Teen FictionArletta Maharani, gadis kelas 3 smp yang selalu mengejar Farel Aditama Xander, kakak kelas 11 sma. Ya mereka berbeda tingkat tetapi masih dalam 1 gedung sekolahan. "Ini coklat dari letta, dimakan ya" ucap letta Tapi letta di hiraukan oleh farel. Let...
