21

4.5K 200 2
                                        

"Assalamualikum, letta pulang. Anybody home??" Teriak letta yang menggeret koper kecilnya sambil menutup pintu.

"Walaikumsalam. Eh letta, udah pulang nak?" Balas Mama. Renata mendekatinya dan memeluk tubuh kecil letta.

"Udah mama." Letta membalas pelukan tantenya itu dengan erat.

"Seneng gak?" Tanya mama yang menarik ku untuk duduk di sofa.

"Seneng, seru. Mama harusnya ikut sama letta ke sana, bukitnya indah banget ma." Ucap letta yang sangat semangat sekali bercerita.

"Wah, masak sih sayang? Mungkin kalau kamu libur, kita kesana ya?" Tawar mama.

"Ide bagus tu mah, biar nanti letta yang tunjukin tempatnya." Cengir letta.

"Nah, gini dong. Anak mama harus seneng terus. Gaboleh sedih, mama seneng lihat kamu senyum gini." Ucap mama sambil mencubit pipiku.

"Iya mah, letta ke atas ya. Badan letta rasanya pengen ancur, capek mau istirahat." Pamit letta sambil mengecup pipi mamanya dan berlalu ke atas kamar.

letta tertidur dengan lelapnya.

"Kak renald." Letta berlari kecil.

"Letta, letta kangen sama kakak. Kenapa kakak ninggalin letta di sini. Letta ga punya sapa-sapa kak." Letta menangis di dalam pelukan kakaknya itu.

"Letta, dengerin kakak. Kamu harus tau, di setiap langkah kaki kamu. Di situ pasti ada kakak. Meskipun, raga kakak gak sama kamu. Hati kakak tetap disini." Telapak tangan renald berada di dada letta. Letta memegangnya. Letta berlinang air mata.

"Kakak tau, mama benci sama letta, oh bukan. Semua nya, semua orang benci sama letta, kak. Letta gak salah apa-apa kak." Adu letta.

"Letta benci kak, letta capek. Apa mereka gak pernah mikirin perasaan letta. Semuanya nuduh letta, tanpa mereka tau yang sebenarnya. Dan letta paling benci sama orang, yang selalu ngatain letta dengan sebutan pembawa sial. Letta benci itu." Tangan nya terkepal, menceritakan semua keluh kesahnya ke renald.

"Semuanya pasti akan berakhir letta, kamu hanya bisa menunggu dengan sabar dan selalu berdoa yang terbaik buat kamu. Kamu percaya kan sama kakak? Kakak bakal selalu jagain kamu. Kakak selalu awasin kamu."

"Janji." Jari kelingkin letta berada di depan wajah renald.

"Janji, princess." Renald mengaitkan jarinya ke letta. Lalu letta memeluk erat renald. Renald membalasnya dengan elusan di kepala letta.

Letta membuka matanya. Ia menatap langit-langit kamarnya, satu tetes air mata mengalir di pipinya. Wajahnya datar, tidak menujukan ekspresi apapun.

"Arletta, bangun nak ini udah sore. Kamu belum makan siang." Teriak mama dari bawah.

Letta menghapus airmatanya dan segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Ia pun turun ke bawah dan menikmati makan sorenya.

*******

Kringggg.....

Bunyi jam yang ada di atas nakas. Letta bangun, dia sangat bersemangat kali ini. Lihat ia bangun dan langsung menuju kamar mandi.

Ia keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuknya dan berjalan ke arah lemari. Ia mengambil seragamnya.

Letta tersenyum, akhirnya seragam nya berganti warna. Ia sangat tidak sabar bersekolah hari ini. Karena hari ini adalah hari pertamanya sekolah di sma.

"Sayang, turun. Kita sarapan dulu." Teriak papa. Letta puj beranjak mengambil tasnya dan keluar kamar.

"Selamat pagi mama, papa."

Letta mengecup pipi keduanya.

"Kamu kelihatannya semangat banget hari ini?" Tanya mama yang sedang mengambilkan nasi untuknya.

"Ya dong mah, kan ini hari pertama letta sekolah di sma."

"Oh gitu, bukan karena Farel nih senengnya." Goda papa

"Apasih pa. Ya kalau itu, jelas dong aku seneng." Cengir letta sambil menyuapkan makannya.

"Dasar, udah di makan. Ntar kamu telat lagi. Berangkat bareng papa ya?" Ajak papa.

"Gak usah pah, letta naik angkot aja. Sekolah sama kantor papa beda arah." Tolak letta.

"Papa gak mau tau, harus papa yang anter." Paksa papa.

"Iya iya, apasih yang gak buat papa." Ucap letta terkikik.

"Hei, udah cepetan di makan. Kalian ini." Tukas mama.

"Iya iya mama." Ucap mereka berdua berbarengan dan hanya di balas dengan kekehan mama.

Mereka pun selesai, dan renata mengantar dua orang kesayanganya ke depan rumah.

"Hati-hati kalian, letta sekolah yang bener." Teriak mama.

"Iya mah, kita berangkat." Letta melambaikan tangannya.

Mereka menyusuri jalan dengan celotehan yang papa buat. Sungguh, sekarang ini letta hanya ingin menikmati hidupnya. Ia ingin seperti orang lain, bahagia tanpa ada beban di hidupnya. Ya, cuma itu yang letta inginkan.

"Letta, sekolah dulu ya pah. Papa semangat kerjanya." Letta salim kepada papa dan papa hanya menangguk.

"Pulang sekolah papa gak bisa jemput. Kamu naik taksi aja ya."

"Iya pah, gapapa kok. Bye papa."

Letta keluar dan menatap sekolah barunya itu, ia tersenyum. Lalu letta berjala menuju kelasnya. Beruntungnya ia satu kelas dengan Anna.

"Anna." Panggil letta di koridor.

"Eh letta,ke kelas bareng?" Ajak Anna. Dan hanya anggukan letta sebagai jawabannya.

"Cantika, sekolah di sini. Lo tau?" Tanya anna.

"Tau, kemarin ketemu. Gapapa, semua orang berhak sekolah disini." Jawab letta.

"Tapi kan, nanti-"

"Nanti kalau gue di bully, gue kan punya elo. Lo pasti nolongin gue kan." Potong letta.

"Iya deh."

Deg...

Letta berhenti melangkahkan kakinya. Ia terkejut dengan seseorang yang jauh di hadapannya.

"Gak. Gak mungkin." Ucap letta menutup mulutnya.




Hai, author come back. Kira-kira letta ketemu siapa ya?? Jangan lupa comment dan vote. Happy reading.❤

I Hate You but I Love You (Complete)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang