2

5.9K 298 3
                                        

Bel pulang sekolah berbunyi,menandakan kegiatan sekolah sudah selesai. Berbondong-bondong siswa mulai keluar dari sekolah.

"Gue pulang dulu ya bro, ati-ati lo." Ucap revan

"Gue juga." Ucap dimas yang menghidupkan motornya.

"Gue juga ya rel, salam buat bunda sama ayah." Ucap gino. Gino ini merupakan anak dari alana dan devin. Gino adalah anak yang cerdas dia mengikut program aksel di smp dulu. Maka dari itu iya bisa setingkat dengan farel.

Farel hanya menganggukan kepalanya, " kalian hati-hati.

Saat farel mulai keluar dari gerbang sekolah. Tiba tiba dia di kejutkan oleh kedatangan letta dari samping gerbang. Untung saja ia cepat mengerem

"Baaa, halo kak farel. Coba tebak letta beli apa buat kak farel. Taraa." Letta menunjukan bungkusan plastik yang di penuhi dengan saus kacang.

"Letta bawa cilok mbak laras kesukaan kakak. Nih" letta memberikan nya kepada farel. Tapi farel hanya diam menatapnnya tajam.

"Ini kak, ambil dong." Letta menggerak-gerakan kantong plastiknya.

Farel menghembuskan nafasnya, "lo punya otak gak sih."

"Di pake dong otak lo." Emosi farel

"Lo hampir aja bikin gue mau nabrak lo." Nafas farel menggebu-gebu.

Letta mengerucutkan bibirnya, "ya maaf kak, kan mau ngasih kejutan buat kakak."

"Masih sempet-sempetnya lo bercanda. Lo hampir ketabrak gila!! Gue gak ngerti sama jalan pikiran lo. Awas gue mau lewat." Usir farel.

"Tapi ini kak ciloknya." Farel segera mengegas motornya tanpa melirik letta.

"Yah gagal lagi gue. Tetep semangat letta." Ucap letta sambil mengepalkan tangannya.

Letta memutuskan untuk berjalan kaki sambil memakan ciloknya. Karena rumahnya lumayan dekat dengan sekolah.

"Letta." Tiba-tiba ada yang memanggilnya.

"Kak gino.. kenapa kak?" Tanya letta.

"Kok jalan kaki, bareng kakak yuk?" Tawar gino.

"Gadeh kak, aku takut kak farel lihat. Nanti dia cemburu haha." Pede letta.

"Dih apaan, orang lo di tolak terus sama dia. Udah ayo, mumpung gue baik nih."

Letta lalu melangkah mendekati motor ninja gino dan menaikinya.

"Pegangan."
Letta hanya memegang tas punggung gino.

Gino hanya tersenyum melihat spion. Di perjalanan letta menjelaskan arah rumahny kepada gino.

"Makasih kak. Maaf letta ngrepotin." Letta tersenyum manis kepada gino. Sampai sampai gino terpaku.

"Kak hello. Hoy.." ucap letta meneriaki gino

Gino terkejut, " eh iya letta, sama-sama. Ga ngrepotin kok, santai aja. Gue pulang ya." Gino menyalakan motornya dan berlalu dari hadapan letta.

Letta melambaikan tangannya dan masuk ke dalam rumah. Baru saja letta ingin membuka rumah.

"Urusin anak kamu yang gak tau diri itu. Saya sudah capek." Teriak seorang lelaki.

"Heh, dia juga anak kamu ya. Inget itu, kalau bukan gara-gara dia mungkin Renald masih ada disini, harusnya dari dulu kamu ajarin anak kamu yang satu itu." Balas teriak seorang wanita.

Letta berdiri kaku tangan nya mencengkram kencang gagang pintu sambil berkaca-kaca. Hatinya sakit melihat orang tua nya selalu begini. Ia menggigit bibirnya menahan isak tangisnya.

"Minggir lo, jalan halangin jalan gue." Ucap seorang lelaki di belakang letta, dia kakak kedua letta namanya Aldo. Letta langsung menghapus air matanya. Dan mulai menyingkir dari pintu.

Tanpa di sangka aldo yang mulai menuju pintu sengaja menabrak letta dan membuat letta tersungkur ke bawah.

"Sorry, gue gak sengaja." Ucap sinis aldo. Letta hanya menatap nya sendu.

Aldo melangkah masuk dan berjalan ke kedua orang tuanya. Letta mengikutinya dari belakang.

"Eh aldo sayang. Kamu kok baru pulang?" Sambut hangat Rika, mama letta.

"Maaf mah pah, tadi aldo ada rapat osis di sekolah." Ucap aldo.

Saat letta mendekat dan ingin menjabat tangan rika.

"Yaudah, ayo kita makan dulu pasti kamu laper." Rika berdiri dan menggandeng aldo ke ruang makan tanpa membalas jabat tangan letta.

Letta menurunkan tangannya. Dan menunduk menyembunyikan air matanya.

"Ayo kamu ikut makan juga." Ajak papa, papanya ini meskipun membencinya tetapi tetap sedikit peduli kepada letta.

Letta hanya mengangguk dan mengikuti langkah papanya. Letta duduk dan membalik piring yang ada di hadapannya.

"Kamu mau makan apa sayang?" Ucap rika sambil mengambilkan nasi untuk aldo.

"Itu mah, aldo mau sayurnya sama daging." Rika tersenyum langsung mengambilkan dan menyerahkannya kepada aldo.

Letta menyodorkan piringnya ke mama nya juga.

"Ambil sendiri." Ketus rika. Dan aldo yang di sampingnya hanya tersenyum sinis sambil meliriknya.

Letta menghembuskan nafasnya lalu mengambil nasinya sendiri.

Papanya yang melihat itu hanya iba. Tetapi rasa benci melihat wajah letta mengalahkan rasa sayangnya pada letta.

Secepat mungkin letta menghabiskan makanannya, ia muak mendengar semua pujian yang di berikan mama nya kepada kakaknya. Bukannya iri, tetapi letta sangat merindukan mamanya yang selalu bersikap hangat dan penuh  kasih sayang kepadanya.

"Letta sudah selesai. Letta ke kamar." Letta beranjak dan mengambil tasnya.

Ia berlari ke tangga dan masuk kamarnya menguncinya dan ia merosot ke bawah.

"Kak renald, letta kangen..." Letta menangis tersedu-sedu memeluk lututnya.




Halo semuanya. Aku kembali wkwk, maaf ya baru muncul soalnya sibuk udah kelas 12 ini hehe. Gimana part 2 ini, jangan lupa vote dan coment nya. Happy reading💞💞

I Hate You but I Love You (Complete)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang