Keesokan harinya.
Semua berjalan seperti biasannya. Letta dengan senyuman cerianya, anna dengan perasaan yang tidak bisa di gambarkan lagi semenjak kejadian pertengkarannya dengan Gino. Farel? Dia masih seperti biasanya. Kalian tai sendiri, dia bagaimana.
"Na, lo kenapa? Kok diem aja, pms?" Tanya letta saat di dalam kelas.
"Gue gapapa." Balas anna tanpa menatap letta.
"Lo, kalau ada masalah cerita sama gue. Jangan di pendem sendiri."
"Lo aja gamau cerita sama gue tentang masalah lo." Balas anna sengit.
Letta tersentak, tak biasanya anna menyinggung masalah pribadinya.
"Itu beda, na."
"Beda gimana? Gunanya sahabat apa sih?"
"Kenapa tiba-tiba lo tertarik sama masalah pribadi gue?" Balas letta.
"Apa salahnya gue tau masalah lo? Gue sahabat lo, ta."
"Emangnya sahabat harus tau semuanya. Gak kan? Ada saatnya gue cerita dan ada saatnya juga gue harus menyimpannya sendiri."
"Terserah lo."
Anna bangkit dan meninggalkan letta, letta langsung mencekal tangan anna.
"Lo kenapa sih? Gue ada salah sama lo?" Tanya letta jengkel.
"Gue gapapa." Anna melepas tangan letta dengan paksa.
"Kalau gue ada salah bilang, jangan diem kayak gini. Jangan bilang gapapa-gapapa terus." Emosi letta.
"LO MAU TAU SALAH LO APA?" Teriak Anna yang sudah tidak bisa memendam lagi emosinya.
"LO ITU, SELALU NARIK PERHATIAN KAK GINO, TA. PADAHAL GUE UDAH BERUSAHA JADI CEWEK YANG DIA INGINKAN. DAN LO, LO HANCURIN SEMUANYA. SETIAP, GUE LAGI BUTUH KAK GINO, DIA GAK PERNAH ADA. TAPI KALAU BUAT LO?"
Anna tersenyum miring sebelum melanjutkan kata-katanya.
"DIA SELALU ADA BUAT LO, LO NYADAR GAK SIH TA? Gue mau tanya? SEBENERNYA PACARNYA ITU GUE ATAU ELO, BRENGSEKK!!" Teriak Anna di hadapan seluruh murid.
Letta tertegun, matanya berair. Apa-apaan ini?
"G-gue ga ngerti." Ucap letta terbata.
"IYA, LO GA PERNAH NGERTI. GA PERNAH NGERTI PERASAAN GUE. DAN SEKARANG GUE BENCI SAMA LO, JAUHIN GUE MULAI SEKARANG." Teriak Anna lalu pergi meninggalkan letta sendirian.
"Anna, pliss maafin gue." Letta mengejar anna dan memohon kepadanya.
"Anna, gue gak tau apa yang harus gue lakuin lagi buat maaf dari lo. Gue mohon na, lo udah janji sama gue na, bakal selalu ada buat gue. Gapernah ninggalin gue. Gue mohon."
Letta meluruh sehingga berlutut kepada anna.
"Gue mohon, anna. Cuma lo yang gue punya."
Letta merapatkan kedua telapak tangannya dan memohon kepada anna sambil menangis. Anna hanya menangis terdiam menatap letta.
Di kejauhan sana, farel menyipit melihat letta berlutut di hadapan anna. Ia berlari ke arah letta.
"Letta, bangun."
Farel mencoba menarik bahu letta untuk berdiri. Tetapi, letta menolaknya.
"Anna, lo apa-apain sih?" Tanya farel.
Anna hanya meliriknya. Tanpa menjawab pertanyaan dari farel.
"Letta, gue mohon mulai sekarang lupain janji gue sama lo. Dan jangan ketemu sama gue lagi." Anna langsung meninggalkan letta.
Tangisan letta semakin keras. Ia menutup wajah nya dengan telapak tangannya.
"Letta, bangun." Bujuk farel sambil berjongkok.
Letta hanya menggelengkan kepalanya enggan.
"Lo di lihatin banyak orang." Bisik farel. Letta tetap dengan tangisannya.
Akhirnya farel, meletakan tangan nya di bawah lutut dan punggung letta. Ia menggendongnya.
"Kak farel, turunin." Paksa letta.
Farel hanya diam saja dan membawa letta ke taman belakang. Dan mendudukannya di bangku.
"Kenapa?" Tanya farel. Letta menoleh kepada farel. Farel menatap mata letta tajam.
"Kenapa berantem sama anna?"
Letta menggelengkan kepalanya. Ia masih enggan menjawabnya. Tenggorokannya sangat perih jika berbicara. Mungkin efek dia terlalu sering menangis.
"Jawab arletta." Paksa farel.
"Letta capek. Siapa lagi sebentar lagi yang bakal pergi?" Ucap letta yang membuat farek menautkan alisnya.
"Maksud lo?"
"Kak farel gak bakal ngerti. Letta capek."
Farel meraih badan letta ke dalam dekapannya. Letta hanya termenung menatap ke depan.
"Tenang gue disini. Janji" ucap farel.
"Jangan janji, kalau gak bakal di tepatin. Letta bosen, sama janji yang palsu." Getir letta.
Farel tersenyum.
"Mau bolos? Gue capek sekolah hari ini." Ajak farel.
"Bahkan jam pertama belum mulai." Jawab letta.
"Biarin, ikut atau nggak?"
"Ya ikut lah." Jawab letta dan membuat farel terkekeh. Lalu meraih tangan letta dan mengenggamnya.
"Ayo tuan putri."
******
"Maksud lo apasih na? Jangan kayak anak kecil. Kasian letta tadi." Ucap gino kesal. Gino tadi mengejar anna, dan ingin menanyakan apa maksud dari semua ini.
"Tanya ke diri kamu sendiri. Ini semua bukan salah aku." Jawab anna.
"Kalau lo gak ngomong,mana gue ngerti. Dewasa dikit dong."
Anna tersenyum miring.
"Ada ya, seorang pacar yang bela orang lain dari pada pacar sendiri."
"Jadi, gara-gara itu?" Tanya gino.
Anna mengendikan bahunya.
"Oke, jadi maunya lo apa? Kita putus?" Tanya gino sekali lagi.
"Kayaknya gampang banget ngomong putus."
"YA LO MAUNYA APA? DI TANYA GAK JAWAB" bentak gino tidak sabar.
"KITA PUTUS." Teriak anna.
Nah, udah kan updatenya. Hehe, jangan komen next terus dong. Yang lain kek, nyenengin hati authornya sabi kali haha. Happy reading.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Hate You but I Love You (Complete)
Fiksi RemajaArletta Maharani, gadis kelas 3 smp yang selalu mengejar Farel Aditama Xander, kakak kelas 11 sma. Ya mereka berbeda tingkat tetapi masih dalam 1 gedung sekolahan. "Ini coklat dari letta, dimakan ya" ucap letta Tapi letta di hiraukan oleh farel. Let...
