52

1.1K 64 2
                                    

Youngie sekarang sedang bersama dengan seorang gadis sebaya nya di cafe dekat apartement nya. Ya, gadis itu adalah orang yang menelphone youngie dan juga orang yang dimaksud youngie ingin ia temui.

"Maaf mengganggu waktumu young eun-sshi, dan maaf tidak jadi jam 10, aku lupa kalau ada photoshoot. Aku menemuimu hanya ingin mengatakan sesuatu yang penting padamu"

"Iya, santai saja" seperti biasa, youngie membalas dengan senyuman manisnya.

"Ah, hampir lupa. Joneun Ah Mina imnida" (perkenalkan namaku ah mina).

"Ah begitu, boleh aku bertanya terlebih dahulu sebelum kau berbicara sesuatu?"

"Tentu, silahkan" jawabnya dengan senyumannya.

"Bagaimana kau bisa mengenalku dan tiba-tiba ingin bertemu?"

"Soal itu, maaf saja ya, aku bisa mengetahui siapapun yang menyangkut masalah pribadiku, apalagi ini masalah pertunanganku."

Youngie tidak mengerti dengan ucapan gadis itu, mana mungkin dia ikut campur masalah orang yang tidak ia kenal.

"Tapi sebelum itu, maaf sepertinya kau salah orang mina-sshi. Aku bahkan tidak mengenalmu apalagi mencampuri urusan pertunanganmu itu"

"Hahaha, apa kau bercanda? Jelas sekali kau itu young eun ra, kan? Aku tidak mungkin salah orang"

"Iya aku memang young eun ra, tapi mungkin yang kau maksud bukan aku?"

"Aigoo...setidaknya aku sudah bicara baik-baik ya" gumamnya, lalu ia lanjut menatap youngie, "Ya! Aku tidak akan mungkin salah orang, cantik. Dengarkan aku baik-baik, tolong jangan temui apalagi mendekati park jimin lagi. Dia calon tunanganku"

Youngie yang mendengar itu hanya bisa bungkam, ia tidak tahu harus berbicara apa, ia pun sudah merasakan panas dibagian mata.

"Ya! Kau mengerti kan? Maksudku, apakah lebih baik kalian tidak bertemu lagi? Lagi pula kalian kan memang sudah berakhir, iya kan?"

"Aishh...jawab bodoh!" Bentaknya geram.

"Ahh i-iya aku mengerti" jawab youngie dengan kedua mata yang sudah berkaca-kaca, ia masih tidak percaya.

"Bagus, kalau begitu kurasa aku harus pamit sekarang. Sampai jumpa, cantik" ucapnya beranjak dari kursi.

"Jhakamman mina-sshi!" (Tunggu sebentar)

"Ada apa lagi, cantik? Aku sedang banyak urusan hari ini"

"Apa benar park jimin yang kau maksud itu adalah pindahan dari jakarta?"

"Hmm...majja, dia yang satu SMA denganmu kok" jawabnya lalu beranjak dari cafe sambil melambaikan tangan kanannya menunjukkan kata 'bye'.

"Andwae...seolma" youngie tersentak, menutup mulutnya dan menangis. Ia tidak percaya kalau semuanya berakhir secepat ini. (tidak...tidak mungkin)


—————————————————————

Besoknya di kampus, youngie berusaha tampil seperti biasa agar taehyung tidak curiga. Ia tidak ingin taehyung tahu dulu tentang ini, ia tidak ingin membebani taehyung terus-menerus.

COLD JIMIN FF  •complete•Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang