Baca dulu chapter sebelumnya ya..gomawo:-)
Happy reading~
.
.
.Taehyung pov.
Aku membalikan tubuhku.
Aku melihat orang yang didepanku ini dari ujung kaki naik lagi... naik lagi ke tubuhnya...naik lagi hingga kulihat wajahnya.
Dan ternyata.....
Ternyata.....
"Ah kau rupanya joon, aku kira siapa" lalu aku terdiam dan melanjutkan berkata, "ah mianhae(maaf) namjoon, tadi aku hanya ingin bicara sebentar dengan youngie"
"Huh! Arasseo, sekarang ayok kita kelapangan" -namjoon
"Ah tidak, kau duluan saja aku belum ganti seragam"
"Arasseo(baiklah)" kata namjoon lalu ia pergi.
Lalu taehyung segera mengganti seragamnya dengan kaos dan trainning olahraga, setelah selesai ia menaruh seragamnya tadi lokernya yang berada di ruang ganti itu.
Taehyung beranjak pergi dari ruangan itu ke ruang sebelah untuk menemui youngie.
"Ya! lama sekali kau!" Ucapku.
"Mian, kau tahu kan aku perempuan jadi...wajar kan" -youngie
"Arasseo aku mengerti, kaja!(ayok!)" Ajakku
Aku mengambil tangan kanan wanita yang berada disamping ku ini dan mengenggamnya erat lalu ia tersenyum dan membalas gengaman tanganku.
She smile so sweetie:-)
Sayangnya kau hanya menganggapku sahabat. -taehyung
Kami jalan menyusuri lorong ruangan tadi untuk menuju lapangan tempat olahraga.
Setelah sampai dilapangan, semua siswa dan siswi kelas kami melihat ke arahku dan youngie.
Kebetulan pak fahmi sedang ke gudang olahraga untuk mengambil alat yang akan digunakan sekarang.
"Kenapa?" Tanyaku sambil menaikkan salah satu alisku.
"Kalian...kalian jadian? Sejak kapan?" Tanya salah satu siswi penggila siswa tampan disekolah ini.
Zahra.
Youngie pov.
Melihat genggaman tangan taehyung seperti ini, aku hanya respon tersenyum kearah nya lalu ia menaikan satu alisnya seolah berkata untuk membalas gengamannya, dan ahirnya aku membalasnya.
Kita berdua berjalan menyusuri koridor untuk ke lapangan.
Sampai disana aku terkejut sekali, taehyung belum melepas gengamannya dan untungnya pak fahmi tidak ada disini.
Aku ingin melepasnya tapi ia menahannya, dan pada ahirnya semua siswa dan siswi kelasku memfokuskan pandangan mereka ke arahku dengan taehyung.
"Kenapa?" Tanya taehyung sambil menaikkan salah satu alisnya.
Saat itu aku hanya menunduk, aku tidak tahu harus bagaimana. Semuanya sedang menatapku sekarang eh maksudnya kita.
Kalian tahu? Aku tidak suka ditatap dengan tatapan seperti itu.
"Kalian...kalian jadian? Sejak kapan?" Tanya zahra.
Aisshh...anak ini, kenapa kau bertanya begitu?! Kau tahu? Dengan kau bertanya begitu, suasana ini akan semakin awkward,-

KAMU SEDANG MEMBACA
COLD JIMIN FF •complete•
Fiksi PenggemarHidupku menjadi seperti ini, seperti tinggal didalam dunia yang dipenuhi oleh masa lalu yang kelam. Masa lalu yang selalu menghantui hati dan pikiranku, bahkan aku sampai berfikir untuk tidak mau melanjutkan hidup ini. Dia, jimin. Pria yang ku kenal...