35

1.4K 87 0
                                    

Dabel nih:)
.
Part jimin aja ya guys.
.
Happy reading:)
.
.
.

Jimin pov

Aku sudah dirumah sekarang, tadi aku juga sudah mengantar mina pulang.

Sejak kejadian tadi pagi, aku jadi tidak focus dalam hal apapun. Aku tidak mengerti, kenapa gadis itu bisa ada disini? Aku tidak percaya, apa ini mimpi? Tapi tidak mungkin.

Sepulang dari mall sekitar jam 2 siang tadi, aku hanya terdiam dikamar ini. Menatap langit langit kamar, menatap dinding kamar ini yang penuh dengan bekas tempelan foto.

Ya maja! Bekas bekas itu adalah fotoku dengan gadis itu, sejak eomma bilang kalau appa sakit kanker otak stadium 3 dan ia memberi pesan padaku agar aku bertunangan dengan mina. Eomma mencabut foto foto itu, dia ingin membuangnya tapi aku melarangnya dan langsung kusimpan di dalam laci lemariku.

Aku tidak percaya eomma dan appa setega ini.

Bingkai foto yang kusimpan di dalam lemari sekaligus fotoku dan gadis itu, masih terpampang disana. Aku mengambil bingkai itu dan meratapinya.

"Youngie-ah, mianhaeyo.....mianhaeyo. Hanya ini yang bisa ku ucapkan sekarang, mianhaeyo youngie"

"Aku ingin jujur padamu, tapi percuma saja. Kau pasti akan lebih sakit, jadi kuputuskan untuk membuatmu benci padaku. Maaf"

"Aku tidak tau ini keputusan yang baik atau tidak, tapi aku ingin kau bahagia. Aku sudah menitipkanmu padanya, pada sahabatku aku percaya padanya. Meski aku tidak rela kau bersamanya"

"Youngie-ah, kau harus tau. Aku mencintaimu, neomu neomu saranghaeyo. Aku ingin terus bersamamu seperti janji kita dulu, tapi maaf...maaf aku tidak bisa menepati janji itu. Ya. Aku memang pria yang buruk, aku memang pria yang tidak baik untukmu. Arayo (aku tahu itu). Semoga kau bahagia jika kau membenciku."

"Sekali lagi, mianhaeyo"

Ku mengusap kaca bingkai itu karna sudah dipenuhi oleh air mata, aku menaruh kembali kedalam laci lemariku.

Aku harus menjaga foto itu sebaik mungkin, tidak ada yang bisa memisahkan hatiku dengannya. Walau pun raga ku dengannya terpisah, hati kita tidak. Tidak akan pernah.

Ku langkahkan kedua kakiku menuju balkon kamar ini.

"Aaakkkhhh....waeyo! Kenapa semuanya jadi begini?! Aku tidak ingin berpisah darinya, jebal." Teriakku dari balkon.

"Jiminie waeyo?" Tiba-tiba saja eomma datang kekamarku, sepertinya dia mendengar jeritanku.

"....." aku tidak menengok sedikit pun kearah wanita paruh baya itu, hatiku sakit. Sakit sekali.

"Jiminie, jawablah ibumu!"

"....."

"JIMINIE! waeyo!" Ia meninggikan suaranya.

"Eomma, seharusnya aku yang bertanya padamu"
"Kenapa eomma tega memisahkanku dengannya, wae?"

"Dengan siapa maksudmu?"

"Haha, eomma lupa atau pura-pura sih? Jelas sekali kau yang memisahkan ku dengan gadis itu"

"...."

"Jelas sekali kau membawaku pergi dari ibu kota negara itu, kau dan appa telah merencanakan semuanya. Menjodohkanku dengan wanita yang bahkan tidak ku kenal"

"Apa maksudmu merencanakan?"

"Hmm...pandai sekali eomma berakting, kenapa tidak jadi aktris saja sekalian, hm?"

"Kau?! Jaga bicaramu pada eomma!"
"Apa maksud mu bicara seperti itu?!"

"Agar eomma tau, bahwa yang dilakukan eomma dan appa itu membuatku sakit hati. Aku tidak percaya kalian tega sekali ber bohong padaku"

"Apa maksudmu!!"

"Ah sudahlah eomma, aku perlu bukti bukan untuk menjelaskan kebenarannya. Hm?"
"Jadi bersabarlah, aku akan mendapatkan bukti itu"

"Anak ini!!"

"Sekarang eomma keluarlah, aku ingin sendiri"

"Mwo!! Berani sekali kau me-"
"Ah sudahlah, percuma saja aku berbicara pada anak ini"

"Yasudah, silahkan keluar"

Eomma keluar dari kamarku, aku kembali menatap kota ini. Aku tau, pasti gadis itu juga akan menatap kota ini dari balkon kamarnya. Karna ini lah yang sering dia lakukan dulu.

Aku bahkan masih ingat apa saja yang telah kulakukan bersamanya dulu, aku sangat ingat saat aku ke mall bersamanya hanya untuk membeli minuman dan makanan kesukaannya.

Youngie, dia gadis yang baik, unik dan lucu. Sejak pertama bertemu dengannya dulu, aku ingat sekali hanya dia yang mau mengajakku berteman.

Sampai SMA pun kita masih satu sekolah, bahkan jika tidak satu kelas pun saat istirahat kita masih ke kantin bersama.

Nan bogosipeo this memory, i cant erase your name in ma brain. Oh god, i know. I loving her. I really really like her:'))

COLD JIMIN FF  •complete•Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang